Demi The Beatles, Ryan d'Masiv Rela Rogoh Puluhan Juta!

Kamis, 23 Oktober 2014 15:55 Penulis: Nadia Adibie
Demi The Beatles, Ryan d'Masiv Rela Rogoh Puluhan Juta! Ryan d'Masiv. / KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Piringan hitam atau vinyl menjadi koleksi berkelas yang seolah wajib dimiliki oleh para musisi. Hal ini juga tampaknya berlaku bagi Ryan d Masiv.

Ryan mengaku sangat menyukai kegiatan mengoleksi piringan hitam. Ia melakukan hobi ini sejak tahun 2010 dan membeli piringan hitam The Beatles.

"Sejak tahun 2010. Awalnya beli The Beatles sampai lengkap. Terus baru ngumpulin yang 90's kaya Oasis, The Cardigan, Travis britpop 90an lah," kenangnya saat ditemui KapanLagi.com® di kediamannya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan belum lama ini.

Hobi ini ternyata membawa Ryan memiliki teman-teman baru yang memiliki hobi serupa. Dari situ, koleksi Ryan terus bertambah.

Ryan miliki koleksi lebih dari 1000 vinyl di rumahnya. / KapanLagi.com/MuhammadAkromRyan miliki koleksi lebih dari 1000 vinyl di rumahnya. / KapanLagi.com/MuhammadAkrom

"Akhirnya sering kumpul sama komunitasnya. Di situ terpengaruh untuk mengumpulkan band Indonesia jaman dulu. Pertama gue kumpulin Koes Plus. Mereka punya musikalitas yang tinggi banget sih ya, mainin banyak jenis musik. Terus dari situ mulai ngumpulin Titiek Puspa, Guruh Gypsi, Chrisye," tandasnya.

Ryan pun sangat rajin untuk mampir ke toko slah satu toko khusus vinyl. Bahkan, ia bisa sampai menghabiskan uang sebanyak Rp 10 juta untuk membeli vinyl. Menurut Ryan, vinyl juga bisa dijadikan sebagai lahan investasi.

Meski begitu, ternyata ada vinyl yang paling sulit didapat oleh Ryan, lho. "Ya itu Badai Pasti Berlalu albumnya Chrisye. Emang susah banget dicari. Ada yang punya tapi ga mau jual. Akhirnya ada orang punya album itu tiga buah dan dia mau jual karena BU. Buat gue sih Badai Pasti Berlalu pencapaian paling tinggi," pungkas Ryan.

Sakin cintanya dengan vinyl, Ryan sampe memiliki 1000 piringan hitam yang disimpan di rumahnya. Ryan mengaku paling menyukai album Sabda Alam dari Chrisye. Bahkan setiap ada waktu luang bekerja, yang dikerjakan Ryan adalah mencari koleksi baru bagi kumpulan piringan hitamnya.

(kpl/pur/nad)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING