Ditanya Apakah Pengajian Aa Gatot Sesat? Ini Jawaban Ketua RW

Jum'at, 02 September 2016 08:15 Penulis: Ahmat Effendi
Ditanya Apakah Pengajian Aa Gatot  Sesat? Ini Jawaban Ketua RW Gatot Brajamusti ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Selama ini, dalam hidup bertetangga Aa Gatot Brajamusti dikenal tidak suka bersosialisasi dengan warga sekitarnya. Ia baru pindah selama dua bulan ke Kelurahan Pondok Indah namun sering dikomplain oleh warga. Penyebabnya banyak orang berdatangan ke kediamannya, dan bahkan dari malam hingga pagi hari.

"Katanya pengajian atau apa gitu sampai pagi. Saya sih nggak tahu. Tapi suka undang anak yatim, rutin tiap malam jumat," ujar Louis, Ketua RW 017 Kelurahan Pondok Indah usai menjadi saksi selama penggeledahan di rumah kontrakan Gatot Brajamusti di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Kamis malam (01/09).

Karena kontrakan Aa Gatot selalu ramai dikunjungi banyak orang, hal ini meresahkan warga sekitarnya. Ketua RW pun sudah dua kali menegur Aa Gatot dan bahkan memberikan surat peringatan namun tak diindahkan.

Pengajian Gatot Brajamusti yang sering digelar semalam suntuk hingga pagi hari meresahkan warga sekitar. ©KapanLagi.com/Budy SantosoPengajian Gatot Brajamusti yang sering digelar semalam suntuk hingga pagi hari meresahkan warga sekitar. ©KapanLagi.com/Budy Santoso

"Lebih karena banyak yang datang, banyak mobil masuk keluar, parkir sembarangan. Kan dia baru ngontrak dua bulan di sini, di tempat sebelumnya juga kena complain," tuturnya.

Kakak Elma Theana yaitu Rency Milano sempat membongkar bahwa Padepokan Brajamusti kerap menjadi tempat untuk mengonsumsi sabu-sabu. Selain itu pengajian yang diselenggarakan hanya pengajian fiktif dan kedok dari aktivitas ilegal di dalamnya.

Namun ketua RW di sekitar rumah Gatot tak terlalu tahu seperti apa sebenarnya pengajian di kontrakan pria yang kontroversial tersebut. Karena itu ketika ditanya apakah warga menganggap pengajian Aa Gatot sesat, ketua RW tak bisa menghakimi. "Bukan wewenang saya (apakah pengajian Aa Gatot sesat)," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING