Foto Perempuan Lain di Pernikahan Teuku Wisnu Adalah Shireen Saat Bercadar

Kamis, 14 September 2017 16:15 Penulis: Ahmat Effendi
Foto Perempuan Lain di Pernikahan Teuku Wisnu Adalah Shireen Saat Bercadar Teuku Wisnu - Shireen Sungkar ŠKapanLagi.com

Kapanlagi.com - Kabar tidak benar yang menerpa keluarga Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar juga berimbas kepada keluarga besar. Bahkan Mark Sungkar ayah Shireen kabarnya hendak membawa kasus fitnah ini ke jalur hukum. Shireen pun mengungkap alasan di balik sikap ayahnya tersebut.

"Namanya orang tua, mana ada sih orang tua yang nggak sedih melihat anaknya digosipin macam-macam, difitnah. Sebenarnya sih kalau di media online sih ya sudah lah, pasti judulnya macam-macam, tapi isinya masih kadang-kadang benar. Tapi kalau di YouTube itu luar biasa fitnahnya macam-macam banget. Itu sudah keterlaluan kalau menurut aku," ujar Shireen Sungkar di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (14/9).

Shireen pun sempat mencari tahu darimana sebenarnya isu tersebut berasal. Ia bahkan menemukan beberapa hal ganjil, ketika Teuku Wisnu dibilang bersama wanita lain yang ternyata adalah fotonya ketika bercadar.

Shireen mengaku fotonya ketika bercadar sempat dipakai dalam hoax soal poligami. ŠKapanLagi.com/Agus ApriyantoShireen mengaku fotonya ketika bercadar sempat dipakai dalam hoax soal poligami. ŠKapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Dibilang ada perempuannya (lain). Aku juga ketawa melihat perempuannya, ini siapa. Gue-gua juga waktu pakai cadar umrah. Pernah diupload juga. Tapi kan kasihan orang sudah ngata-ngatain, begini-begini. Padahal yang dibilang ini yang (istri) kedua, gue-gue juga fotonya. Kayak terlalu macam-macam," katanya.

Beberapa video di YouTube tentang Teuku Wisnu dan Shireen dibuat dengan judul click bait yang memicu orang untuk membuka. Namun isi dari video tersebut lebih banyak berupa fitnah. Hal ini tentu merugikan kepada pihak yang digosipkan.

"Mungkin papaku maksudnya yang di YouTube, beritanya terlalu aneh banget. Sudah terlalu fitnah. Kalau aku sih sama Wisnu diam-diam saja. Namanya orang tua mungkin nggak terima anaknya digituin. Mungkin mau kasih pelajaran juga. Walaupun sekarang zamannya dikit-dikit viral. Tapi kita juga tahu loh kalau misalkan ini negara hukum. Jangan nyebarin fitnah yang akhirnya bikin orang tuh fitnah tambah besar," tandasnya.

(kpl/rhm/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING