Hamil Tua, Sandra Dewi Malah Bikin 8 Bisnis Selama Masa Kehamilannya

Minggu, 03 Desember 2017 22:05 Penulis: Ferry Sanjaya
Hamil Tua, Sandra Dewi Malah Bikin 8 Bisnis Selama Masa Kehamilannya Sandra Dewi Mario Photographie

Kapanlagi.com - Walaupun sedang hamil tua, rupanya Sandra Dewi masih getol untuk bekerja. Bahkan, dirinya juga masih bisa untuk membuat hingga 8 bisnis di masa kehamilannya ini.

"Saya kan pikir tadinya kalau hamil enggak bisa banyak shooting. Siapa sih yang mau mempekerjakan ibu hamil. Ternyata sampai 9 bulan setengah masih kerja hehehe. Jadi saya bikin 7 sampai 8 bisnis di masa kehamilan ini saya bikin sepatu, ada tas, baju, cake, nanti ada kosmetik. Ini itu. Nah. Ternyata pas saya bikin bisnis bisnis ini, ternyata tetep shooting. Banyak iklan juga. Dari aplikasi hamil, kemudian popok bayi, jadi banyak sekali brand yang sudah kontrak dengan anak saya juga. Jadi ternyata hamil tetep kerja," ungkapnya saat dijumpai di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (3/12).

Dirinya mengatakan jika gugup dalam mempersiapkan kehamilan pertamanya ini. Sandra mengatakan jika dirinya harus mempersiapkan mental sebelum sang anak lahir ke dunia ini.

Sandra Dewi  Mario PhotographieSandra Dewi Mario Photographie

"Persiapannnya sih nervous dan panik juga sih karena kan ini pertama kali saya hamil, pertama kali saya akan punya anak dan ini tuh hasil jawaban dari Tuhan atas doa-doa saya. Persiapannya mental aja paling. ASI dua jam sekali, harus pompa, harus bangun, paling itu sih. Karena saya cuma cuti satu bulan. Satu bulan, sudah harus kerja lagi. Badannya harus langsing lagi belasan sampai puluhan kilogram," tambahnya.

Meskipun kini dirinya menjadi mudah lelah karena bawaan hamil, namun dokternya malah menyarankan kepada Sandra agar terus aktif bekerja. Hal tersebut dilakukannya agar anak tetap pintar.

"Dokter saya bilang kalau hamil itu harus aktif harus kerja otaknya harus mikir. Karena zaman dulu orangtua kita hamil aja kan kerjain pekerjaan rumah. Jadi kita harus tetep aktif biar anaknya tetep pinter," tutupnya.

(kpl/aal/frs)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING