Hijrah Bjah: Tukang Mabuk, Diberitakan dengan Miyabi, sampai Berguru pada Ustaz

Senin, 27 November 2017 15:58 Penulis: Mahardi Eka
Hijrah Bjah: Tukang Mabuk, Diberitakan dengan Miyabi, sampai Berguru pada Ustaz KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Muhammad Hamzah atau Bjah The Fly kini telah hijrah dari kehidupannya sebagai vokalis band dengan segala popularitasnya. Sekarang Bjah berkarir sebagai GM Sales dan Marketing di sebuah PT. Ia pun mendalami agama untuk memperdalam ilmunya. Kehidupan yang dijalaninya sekarang benar-benar bertolak belakang dengan apa yang pernah ia jalani semasa menjadi vokalis band.

Keseharian Bjah kala itu tak pernah lepas dari minuman keras. "Emang bener dulu gua parah. Prinsip gua dulu, kalo masih bisa mabok ngapain sadar," tutur Bjah saat ditemui secara eksklusif di PT. Tri Megah Selaras Indonesia, di bilangan Kayu Putih, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Bjah menceritakan bahwa dirinya menjadi pecandu alkohol sampai harus direhab beberapa kali. Ia pertama kali masuk rehab tahun 1995 di RSKO Cibubur. "Saya empat kali rehab. Terakhir kemaren pas ketangkep itu. Emang badung saya," candanya.

Kebiasaan meminum alkohol serta menggunakan narkoba Bjah kalau itu membuat orang-orang di sekitarnya heran. "Kalau kata anak-anak The Fly 'setan aja nyembah lu, Jah'. Berarti kan lebih parah dari setan," begitu Bjah menuturkan betapa parahnya dia saat masih kecanduan alkohol dan narkoba. "Saya nggak bisa terima tuh kalo ada kru saya nggak patuh sama saya. Kalo ada kru saya yang puasa, 'gua kasih lu duit tapi lu batalin puasa'," tambahnya.

Kondisi Bjah yang demikian makin diperumit dengan karir The Fly yang mandeg, tidak berkembang. Diceritakannya, ia kerap mendapat janji kosong karena apa yang disepakati di awal tiba-tiba berubah tanpa persetujuan darinya. Salah satu hal yang diceritakannya adalah pemilihan gitaris saat proses penggarapan lagu.

"Saat ada label besar, saya tanda tangan, udah kontrak (bikin lagu). Gua nunjuk temen, Didit Saad gitaris Pastik. Saya pake studionya dia (Didit). Di saat udah selesai lagunya, (label) ngomong, gitarnya ganti yah sama orang baru, gitarisnya Drive," paparnya.

Bjah merasa canggung dan tidak enak karena sudah terlanjur meminta tolong Didit sebelumnya, sementara label meminta gitaris lain yang menggantikan. "Walaupun Didit bilang 'Ya udah Jah, lu jalanin dulu yang penting gua livenya aja'. Cuma nggak bisa," ceritanya lagi. Bjah pun mengaku tidak puas dengan lagu akhirnya. Ia menilai aransemen lagunya aneh. Bjah memilih ogah-ogahan untuk menyanyikannya, supaya Didit kembali masuk ke dalam proyek.

"Akhirnya gua minta putus kontrak. Abis itu kelar, jadi omongan 'nggak ada satu pun manager yang bisa megang B'Jah'," ujarnya.

Rencana Diberitakan Dengan Miyabi

Berganti label ke Nagaswara, Bjah digaet oleh Rahayu Kertawiguna. Bjah dijanjikan akan diorbitkan secara 'jor-joran'. Sampai-sampai ada rencana untuk memberitakan Bjah dengan Miyabi. "Dia bilang gini 'Jah, pokoknya entar ke Jepang sama gua. Gua mau bikin heboh', B'Jah diundang Miyabi ke Jepang'," ceritanya. Bjah yang saat itu sudah berkeluarga tentu pikir-pikir dahulu.

"Takutnya entar nyinggung keluarga besar. Gua ngomong sama keluarga, keluarga ngizinin. Akhirnya gua bilang sama Pak Rahayu, 'gini aja, beritanya nggak apa-apa nanti pas hari H bilang aja gua sakit. Jadi gua nggak jadi ke sana'. Yang penting beritanya dulu. Dia nggak mau," ceritanya. Peristiwa-peristiwa yang demikian membuatnya memutuskan untuk keluar dari The Fly dan mengikuti kata hatinya. "Kasian juga mereka jadinya sekarang. Hidup segan mati juga nggak mau," ungkapnya.

Hijrah dan Berguru Ustaz Asal Madinah

Selepas undur dari belantika musik, Bjah berguru kepada ustaz yang mendulang ilmu hingga S3 di Mekkah, Madinah. Nama guru Bjah tersebut ustaz Khalid Basamalah. "Barulah saya sadar nih mas. Saya nuntut ilmunya Dari guru-guru saya, ust Khalid Basalamah," tuturnya.

Karena ketekunannya dalam memperdalam ilmu agama, tak jarang Bjah dipanggil ustaz. Namun dirinya mengaku belum pantas. "Label ustad itu nggak sembarangan. Yang namanya ustaz itu bukan cuma ilmu agama aja yang dipelajari tapi bahasa arab juga, sejarah agama," pungkasnya. Selama hampir setahun, Bjah rutin mendatangi pengajian dan forum kajian seminggu tiga kali.

(kpl/far/dka)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING