SELEBRITI

Jawab Pertanyaan Deddy Corbuzier, Kemenkes Jelaskan Alasan Indonesia Tidak Menerapkan Metode Lockdown

Rabu, 18 Maret 2020 16:31 Penulis: Renisya Satya Putri

© Youtube/Deddy Corbuzier

Kapanlagi.com - Pada tanggal 18 Maret 2020, Achmad Yurianto, menjelaskan alasan mengapa Indonesia tidak melakukan lockdown seperti negara-negara lain melalui podcast Deddy Corbuzier. Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini, metode lockdown bukanlah solusi tepat untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia.

Menurut Achmad Yurianto, ada beberapa alasan utama Indonesia tidak menerapkan metode lockdown di tengah wabah virus corona ini, yaitu geografis, kesiapan, dan dampak yang mungkin ditimbulkan. Karena alasan-alasan tersebut, pemerintah merasa bahwa metode ini tidak efektif untuk diterapkan.

"Kita tidak berbicara tentang bagaimana me-lockdown pada situasi yang sekarang ini. Karena terus terang, satu, tidak mudah melakukan lockdown di wilayah mana pun di Indonesia. Ini negara gugus kepulauan. Kemudian yang kedua, juga apakah kemudian mampu kita meyakini bahwa daerah yang di-lockdown itu mampu mandiri. Apa tidak ini malah membuat permasalah menjadi rumit? Menjadi kusut? Apakah betul diyakini bisa menghentikan penularan dengan lockdown?" ungkap Achmad Yurianto dalam video podcast yang diunggah di channel Youtube Deddy Corbuzier.

 

 

1. Disparitas di Indonesia

Menanggapi banyaknya permintaan untuk melakukan lockdown, Achmad Yurianto menjelaskan bahwa hal ini bukan merupakan tren yang harus diikuti, melainkan urusan manajemen. Setiap negara memiliki situasi dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga metode yang sukses di suatu negara belum tentu cocok untuk diterapkan oleh negara lain.

"Bukan sebuah pilihan yang terbaik, kalau kita akan berbicara tentang lockdown. Oleh karena itu, sebenarnya sulit untuk kita menempatkan bahwa, 'kita mestinya harus lockdown dan seperti yang lain'. Ini masalah manajemen, tidak bisa nge-tren kan. Sana tren-nya setelah ini, ini. Kalau kita juga belum tentu, kondisinya tidak sama kan. Beda betul. Disparitasnya juga beda," tutur Achmad Yurianto.

2. Metode yang Tepat

Melihat kondisi yang dimiliki Indonesia, Achmad Yurianto setuju dengan keputusan yang diambil oleh presiden untuk membatasi pertemuan dengan banyak orang dibandingkan dengan lockdown. Namun, Achmad Yurianto menekankan bahwa kebijakan yang dimaksud bukan berarti mengurangi produktivitas, apalagi libur.

"Oleh karena itu, benar bahwa pilihan yang terbaik [adalah] apa yang disampaikan oleh presiden tadi. Kita batasi kemungkinan untuk bertemu dengan banyak orang dalam situasi yang sangat dekat. Tetapi, bukan tanpa produktivitas. Sehingga presiden beberapa kali mengatakan bekerja dari rumah, belajar di rumah, ibadah di rumah. Bukan berarti libur!" tandas Achmad Yurianto.


REKOMENDASI
TRENDING