Lucky Hakim Terapkan Program Pertanian Modern, Panen Padi di Indramayu Meroket

Lucky Hakim Terapkan Program Pertanian Modern, Panen Padi di Indramayu Meroket
Lucky Hakim terapkan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Lucky Hakim, Bupati Indramayu, menghadirkan uji coba Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Panen perdana pada 26 Agustus 2026 mencatat produktivitas rata-rata 10,45 ton per hektare berdasarkan pengukuran BPS Kabupaten Indramayu, dengan hasil tertinggi menyentuh 12,35 ton per hektare.

"Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih," kata Lucky.

Di tengah laju pembangunan dan masuknya investasi, ia menegaskan kemajuan daerah tidak boleh menggeser sektor pertanian maupun kesejahteraan petani. Lahan sawah dilindungi melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan kawasan industri disiapkan secara terpisah untuk menjaga keseimbangan pembangunan.

1. Arahan Lucky Hakim: Lahan Dilindungi, Intensifikasi Dipercepat

Indramayu tetap diarahkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Pemerintah kabupaten menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai LP2B, sementara kawasan industri disiapkan terpisah sekitar 14.110 hektare agar lahan produktif tidak terkonversi.

Menurut Lucky, perluasan lahan bukan opsi yang mudah dilakukan. Karena itu, fokus diarahkan ke intensifikasi agar produksi pangan bisa terus meningkat meski luas sawah tak bertambah.

"Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik," tegasnya.

2. Uji Coba PM-AAS di Plosokerep, Teknologi Diterapkan Menyeluruh

Program PM-AAS mulai diuji pada Mei 2026 di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, dengan hamparan sekitar 100 hektare. Sistem ini memadukan praktik pertanian modern dengan perangkat teknologi untuk menggenjot produktivitas.

Penerapan melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan, serta 93 petani. Lucky ikut mendorong implementasi ini sejak tahap awal penanaman, memastikan dukungan lapangan berjalan konsisten.

Teknologi yang dibawa mencakup drone pertanian, pompa dan irigasi perpompaan, mekanisasi pertanian, hingga combine harvester. Mekanisme ini dirangkai sebagai satu paket sistem agar proses budidaya hingga panen berjalan efisien.

"Penerapan PM-AAS dan dukungan teknologi modern seperti drone pertanian, berharap produktivitas padi di Indramayu sebagai lumbung pangan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia," jelas Lucky.

3. Panen Perdana 26 Agustus 2026, Produktivitas Melejit

Hasil uji coba mulai terlihat saat panen perdana pada 26 Agustus 2026. Lucky hadir kembali ke Plosokerep untuk melihat langsung capaian PM-AAS di lapangan.

Pengukuran produktivitas dilakukan oleh BPS Kabupaten Indramayu melalui lima titik ubinan. Rata-rata produktivitas mencapai 10,45 ton per hektare, sementara capaian tertinggi menyentuh 12,35 ton per hektare.

Angka tersebut melampaui target awal 8 ton per hektare, dan lebih tinggi dibanding produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 5 sampai 6 ton per hektare.

"Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian," ujarnya.

4. Fokus Kesejahteraan Petani dan Apresiasi Nasional

Meski teknologi menjadi bagian penting dari strategi, petani tetap ditempatkan sebagai aktor utama. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kesejahteraan melalui inovasi, pendampingan penyuluh, akses permodalan, bantuan sarana produksi, hingga perluasan pemasaran.

"Produk pertanian Indramayu memiliki kualitas yang baik. Melalui Hari Krida Pertanian ini, kami ingin memperluas promosi dan pemasaran agar potensi pertanian terus berkembang," katanya.

Komitmen tersebut turut berbuah pengakuan nasional. Indramayu meraih penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai Peringkat I Kontribusi Produksi Padi Nasional dengan produksi sekitar 1,5 juta ton GKG, serta Peringkat II kategori Produktivitas Padi.

"Penghargaan ini adalah hasil kerja sama antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat, terima kasih untuk semuanya," ujarnya.

Rekomendasi

Trending