Erwin Arnada: Saya Lega Kebebasan Pers Masih Ada

Kapanlagi.com - Rasa bahagia terpancar dari wajah pemimpin redaksi Playboy Indonesia, Erwin Arnada saat majelis hakim membaca vonis bahwa dakwaan yang diajukan jaksa tidak cermat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tadi pagi. Setelah dirasa aman dari antek-antek FPI, Erwin bersama tim pembelanya memberikan keterangan pada puluhan wartawan, baik dalam maupun mancanegara. Menurutnya putusan yang dibacakan majelis hakim yang menyatakan dakwaan tidak cermat menandakan jika kebebasan pers dan berekpresi masih dijunjung tinggi negeri. "Saya menghargai atas putusan yang tadi dibacakan. Kebetulan juga bertepatan dengan satu tahun berdirinya majalah ini. Ini hadiah buat kami," tegas Erwin.Ia menambahkan sejak berdiri majalah yang dipimpin cukup ketat dalam mengatur semua lini termasuk isi yang disajikan. Sehingga anggapan bila isi disamakan dengan Playboy aslinya tidak benar. "Kami mengikuti kebiasaan dan aturan yang ada di masyarakat. Oleh karenanya di majalah kami tak ada gambar telanjang atau bugil. Jadi tak ada perubahan di masa mendatang. Sekali lagi, Playboy Indonesia bukan sekedar menyajikan gambar semata," ungkapnya lagi.Lantas kapok kah jika suatu saat nanti pihaknya mendapat demo lagi? Dengan tegas, Erwin mengaku jika hal tersebut sah saja terjadi asalnya para pihak dapat menghargai perbedaan. "Nggak masalah. Ini kan negara demokrasi. Semua orang bebas berpendapat tapi jangan sampai terjadi kekerasan, harus obyektif. Dari kejadian ini juga kami mendapat hikmah untuk interopeksi diri untuk mentaati aturan serta prosedur yang ada," pungkasnya seraya menambahkan bila beberapa agen yang melakukan pelanggaran karena menjual bebas telah diberikan sanksi. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/opa)

Rekomendasi
Trending