SELEBRITI

Novita Dewi dan Uncle Stone Luncurkan Mini Album Baru Penuh Nostalgia

Jum'at, 19 April 2019 14:22 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Novita Dewi & Uncle Stone © Kapanlagi/Akbar Prabowo Triyuwono

Kapanlagi.com - Industri musik Indonesia semakin hari semakin ramai dengan selalu terciptanya karya-karya baru. Kali ini, Novita Dewi yang berduet dengan Uncle Stone ikut meramaikan dengan merilis Mini Album baru bernuansa nostalgia.

Mini Album tersebut berisikan 4 lagu yang hits di zamannya. Lagu-lagu tersebut adalah Keliru (ciptaan Fatir & Capung), Rindu yang Terlarang (ciptaan Harry Tasman), Kurelakan (ciptaan Papa Fauzi), dan Hati yang Terluka (Ciptaan A Riyanto).

Dalam Mini Album ini, Uncle Stone menggandeng Novita Dewi dalam dua lagu, yaitu "Rindu yang Terlarang" dan "Keliru" yang sebelumnya dibawakan oleh Broery Pesolima. Uncle Stone pun tidak menyangka bisa berduet bersama Novita Dewi.

"Saya senang sekali ketika diberi tahu kalau dalam album ini saya akan nyanyi bareng Novita Dewi", ucap Uncle Stone di saat perilisan Mini Album miliknya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

"Saya sempat kaget ternyata lagu yang saya bawakan bareng Novita pernah dinyanyikan oleh Broery Pesolima, kebetulan saya adalah pengemar berat almarhum yang lagu lagunya abadi sepanjang masa," tambahnya.

 

 

1. Alasan Novita Dewi Ikut Project Ini

Novita Dewi pun menambahkan, kenapa dirinya bisa ikut serta di dalam mini album ini. Begitu juga dengan alasan nostalgia yang diusung di dalamnya.

"Konsepnya lagu-lagu old days yang di-recycle. Karena lagu old days itu kan lagu yang didengar sepanjang masa. Beda dengan lagu-lagu yang sekarang, hanya bertahan sementara lalu hilang. Kalo lagu baru cuma sebentar," ujar Novita Dewi.

"Yang aku liat, abang Uncle Stone ngga ngikutin pasar sekarang. Tapi dia menganggumi om Broery Pesolima. Saking sukanya, ini bentuk dedikasinya untuk me-recycle lagu-lagu old days," sambungnya.

2. Tak Ada Target

Di sisi lain, Novita Dewi dan Uncle Stone tidak mau menargetkan hasil tertentu. Respons positif untuk mini album di bawah naungan label Revolution Musikindo dan Le Moesiek Revole ini sudah cukup bagi mereka.

"Siapa saja yang menyukai, kita ngga mau nargetin. Suka dan tidaknya masyarakat Indonesia, kita ngga ambisius, yang pasti ada andil kita di dunia musik Indonesia," imbuh Novita.

"Kami senang sekali karena lagu ini banyak yang suka, kami berusaha membawakannya dengan sebaik mungkin dan lebih up date, meskipun terbilang lagu lawas tetapi lagu ini masih enak untuk didengar oleh para pecinta musik Indonesia", sambung Uncle Stone.

(kpl/frs)


REKOMENDASI
TRENDING