Penjelasan Soal Ruben Onsu yang Mau Bayar Biaya Sekolah Anak Tapi Ditolak Sarwendah

Penjelasan Soal Ruben Onsu yang Mau Bayar Biaya Sekolah Anak Tapi Ditolak Sarwendah
Ruben Onsu © KapanLagi.com/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kuasa hukum Sarwendah menanggapi pemberitaan soal kabar penolakan ketika Ruben Onsu berniat membayar biaya sekolah anak-anak mereka. Abraham Simon menerangkan, persoalan bermula dari langkah sepihak yang diambil pihak Ruben terkait akun pembayaran sekolah.

Ia menyebut, Ruben sempat mengirimkan email ke pihak sekolah untuk menanyakan biaya sekaligus berupaya mengalihkan akun pembayaran yang sebelumnya terdaftar atas nama Sarwendah, tanpa lebih dulu memberi tahu kliennya.

"Ini sepihak lho, ya. Ini sepihak mau dialihkan begitu saja tanpa memberitahukan kepada Sarwendah, klien kami, selaku orang yang memang orang tua yang akunnya terdaftar di sekolah," ungkap Abraham saat jumpa pers di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

1. Sekolah Terapkan Administrasi Sesuai Akta Notaris

Chris Sam Siwu menuturkan, pihak sekolah selama ini berkomunikasi dengan Sarwendah selaku orang tua yang tercatat memegang hak asuh berdasarkan Akta Notaris nomor 39. Hal ini menjadi dasar alur administrasi yang dijalankan sekolah.

Ketika kemudian ada pihak lain yang ingin mengambil alih urusan administrasi tanpa koordinasi terlebih dahulu, sekolah disebut sempat mengalami kebingungan.

"Sekolah kaget, tiba-tiba ada seorang bapak yang mau langsung men-take over semua, ya secara administrasinya juga enggak pas, enggak masuk," jelas Chris.

Chris menambahkan, surat yang dikirim kliennya ke pihak sekolah dilakukan untuk menegaskan mekanisme yang sudah berjalan dan disepakati dalam akta tersebut.

"Berdasarkan Akta 39, sementara ini adalah hak asuh ada di klien kami, di ibu. Ya, sehingga segala mekanisme administrasi harus melalui klien kami," tegas Chris.

2. Soal Pembayaran Anak Ruben Onsu, Disarankan via Pesan Singkat

Chris menyayangkan langkah yang diambil pihak Ruben Onsu yang langsung menghubungi sekolah. Ia menyarankan agar komunikasi mengenai biaya sekolah sebaiknya lebih dulu disampaikan kepada Sarwendah sebagai ibu anak-anak, bukan langsung ke pihak sekolah.

"Harusnya nih, saya sekali lagi, harusnya seorang bapak WA ke ibunya, menanyakan, 'Berapa biaya sekolah yang harus saya bayarkan? Oke. Lalu saya minta bukti resmi dari sekolah.' Harusnya WA dulu seperti itu ke ibunya, ya," pungkas Chris.

Dalam saran tersebut, Chris menekankan jalur komunikasi awal melalui pesan singkat kepada Sarwendah, termasuk permintaan bukti resmi dari sekolah.

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi

Trending