Profil Diding Boneng, dari Teater ke Warkop hingga Kabar Duka di Usia 76

Profil Diding Boneng, dari Teater ke Warkop hingga Kabar Duka di Usia 76
Diding Boneng © Kapanlagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Industri perfilman Indonesia berduka. Zainal Abidin, aktor yang akrab disapa Diding Boneng, meninggal dunia pada Senin (3/8/2026) dalam usia 76 tahun. Sosoknya dikenal luas lewat kiprah panjang dari panggung teater hingga peran-peran ikonis di film Warkop DKI.

Lahir pada 3 Maret 1950, Diding Boneng memulai langkahnya di dunia seni peran dari teater, kemudian menapaki layar lebar dan televisi. Karier Diding Boneng di teater dimulai pada 1973. Pada masa remaja, ia kerap menjuarai festival teater dan mengoleksi medali, sertifikat, serta piagam penghargaan. Fondasi teater inilah yang menjadi landasan teknik aktingnya di kemudian hari.

Jejaknya merekam sejumlah momen penting perfilman dan pertelevisian Indonesia di era 1980-an hingga 1990-an. Ia tercatat memulai langkah di dunia film melalui Tiga Dara Mencari Cinta, dan makin dikenal publik lewat serial Rumah Masa Depan yang tayang pada 1984 hingga 1986.

Peran-peran di layar kaca itulah yang mendahului lompatan besarnya ke film-film komedi bersama Warkop DKI. Kolaborasi tersebut memperkuat citranya sebagai aktor karakter yang segar dan diingat penonton.

Beberapa judul yang ia bintangi antara lain Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), Mana Bisa Tahan (1990), Bebas Aturan Main (1991), Bisa Naik Bisa Turun (1991), Sudah Pasti Tahan (1991), Masuk Kena Keluar Kena (1992), Bagi-Bagi Dong (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).

“Saya bukannya sombong ya. Saya kan bilang tadi, saya nggak pernah ikut casting, termasuk sama Warkop. Tiba-tiba PT-nya yang memproduksi Warkop, Soraya waktu itu dia calling saya. Saya disuruh dateng ke kantor Soraya Film. Di sana saya ketemu Warkop. Saya diajak main,” kata Boneng, dalam wawancara eksklusif dengan Kapanlagi.com pada 2018.

1. Tetap Aktif Mengabdi di Dunia Seni Peran

Memasuki tahun 2000-an, keterlibatan Diding Boneng di film dan sinetron mulai jarang. Berdasarkan catatan di Wikipedia, judul-judul yang ia bintangi dalam dua dekade terakhir antara lain Ngebut Kawin, Kabayan Jadi Milyuner, KKN di Desa Penari, Badarawuhi di Desa Penari, dan The Torture: Beranak dalam Kubur.

Meski tak sering muncul di layar, ia tetap aktif membaktikan diri pada seni peran dengan mengajar teater. Ia tercatat rutin melatih di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga beberapa tahun terakhir.

�Saya di sini setiap hari. Saya juga ngajar teater. Saya dua kali terpilih sebagai aktor terbaik. Sutradara terbaik tiga kali. Kalau sehari-hari lebih banyak teater walaupun nggak harus latihan kadang diskusi. Lebih banyak sehari-sehari baca buku atau pada saat jam-jam latihan, saya latihan,� kata Boneng.

Dalam kesempatan yang sama, ia membandingkan karakter akting di panggung dan di film, menyinggung cara pemilihan pemeran dan kedalaman eksplorasi peran.

�Di teater nggak liat cantik, jelek, gagah, lagi populer atau nggak, kan kita nggak lihat itu. Siapa yang mampu memegang peran ini atau bisa membuktikan bahwa mereka siap membawakan peran ini, silakan, siapapun. Di film kan nggak, ada ukuran dagangnya. Makanya sangat beda, beda sekali. Film sama teater yang sama, sama-sama bicara pemeranan. Tapi, kedalaman atau menyusuri pemeran itu secara dalam saya nggak yakin kalau di film,� kata dia.

2. Kabar Setahun Terakhir

Pada Desember 2025, kabar kurang baik datang ketika rumah Diding Boneng di Matraman Dalam 2, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, roboh. Kerusakan parah terjadi pada bagian tengah hingga belakang bangunan. Saat peristiwa terjadi, ia tidak berada di lokasi. Ia mengetahui kondisi rumahnya setelah mendapati keluarga dalam keadaan histeris. Ia meyakini penyebabnya adalah kondisi bangunan yang telah dimakan usia.

�Kalau saya apa ya, ini rumah kan memang lapuk sudah lama dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukannya itu,� katanya saat ditemui tim Liputan6.com.

Dua bulan setelah musibah itu, ia sempat dilarikan ke rumah sakit akibat serangan asma, gangguan kesehatan yang sudah lama dialaminya. Setelah rangkaian ujian kesehatan tersebut, kabar duka berpulangnya Diding Boneng disampaikan pada Senin (3/8/2026).

Pengumuman kepergian Diding Boneng pertama kali diunggah akun Instagram Sanggar Perkasa yang memiliki kedekatan dengan mendiang. Akun itu menulis, �Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.� Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. �Keluarga besar @sanggar_perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya opa @didingasli.�

Selamat jalan, Diding Boneng.

(kpl/rtn)

Rekomendasi

Trending