Raam Punjabi Diminta Punya Tanggung Jawab Terhadap Bangsa
Kapanlagi.com - Tokoh-tokoh agama meminta pimpinan Multivision Plus Picture (MVP), Raam Punjabi, lebih memiliki tanggung jawab bersama membangun bangsa serta menyesuaikan film-film yang diproduksinya dengan budaya dan agama masyarakat Indonesia yang relijius."Perlu ada tanggung jawab yang dibangun bersama, dan kami menantang keativitas yang membangun bangsa ini ke depan bukan yang menghancurkan bangsa ini," kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, wakil dari Ormas Islam di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (23/8).Pimpinan MVP Raam Punjabi yang datang bersama rombongan antara lain istrinya Rakhee Punjabi, Ruhut Sitompulserta belasan orang film lainnya diterima sejumlah tokoh agama dari Ormas Islam, Kristen Protestan, Katholik, Ortodoks, Hindu, Budha dan Konghucu.Din mengatakan, sangat menghargai hak berekspresi siapapun, tetapi hak berekspresi bukanlah hak yang tak dapat diganggu gugat dan ketika sudah berada di ruang publik akan dibatasi oleh hak orang lain dan hak masyarakat."Masyarakat Muslim merasa keberatan dan terganggu atas hadirnya film `Buruan Cium Gue (BCG)' itu. Bukannya menghalangi orang berekspresi. Tetapi bukankah hak kami juga untuk mengemukakan protes kami? Ini adalah tugas kami pemuka agama," kata Dindan menambahkan bahwa soal protes pihaknya sudah kenyang, bukan saja 'BCG', tetapi berbagai film, dan sinetron yang dinilai sudah jauh dari etika agama.Dikatakan Din, apa yang datang dari Barat tidak selalu baik, bangsa Indonesia perlu pengembangan teknologi dari Barat, tetapi soal gaya hidup bebasnya, saat ini Barat sendiri sudah menilai dirinya bermasalah dengan dekadensi moral.Dinmenganjurkan, Raammencari tema-tema film yang bermutu seperti kemiskinan atau ketidakadilan serta tidak mengumbar aurat dan perbuatan zina yang mengutamakan asal laris.Sementara itu, tokoh agama Kristen Ortodoks Karel Abid Waas, mengatakan, karena Raamtinggal di Indonesia yang relijius dan mayoritas Muslim, maka yang harus dikembangkan adalah film-film yang relijius yang memancarkan budaya Muslimnya."Budaya Muslim seharusnya terpancar, seperti juga film-film India juga mencerminkan budaya India, jadi cobalah mengambil pepatah di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung," katanya kepada raja sinetron yang keturunan India itu.Sedangkan Tokoh agama Hindu I Nyoman Widhi mengatakan hal senada dengan meminta Raammengedepankan budaya luhur Indonesia di tengah globalisasi, dengan memberi contoh Bali yang sangat mengedepankan budaya Bali dan Hindunya meski turis membawa budaya mereka masing-masing.Sedangkan Tokoh agama Konghucu Jayenk Rana mengatakan, siapa saja boleh mencari untung di Indonesia tetapi harus mencari cara bagaimana bisa harmonis dan tidak menimbulkan kontra dalam masyarakat Indonesia.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng












































