Rayakan Ultah, Rosihan Anwar Terima 'Life Time Achievement'

Senin, 14 Mei 2007 22:35 Penulis: Yunita Rachmawati
Kapanlagi.com - Dua tokoh pers nasional, Rosihan Anwar dan Herawati Diah, yang ikut mendirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta pada 1946 mendapat penghargaan 'Life Time Achievement' atau 'Prestasi Sepanjang Hayat' dari PWI Pusat.

Penghargaan diserahkan pada Minggu (13/5) malam di Jakarta, bertepatan dengan ulang tahun keduanya Rosihan (85), Herawati Diah (90) sekaligus ulang tahun pernikahan intan ke-60 untuk Rosihan dengan istrinya Siti Zuraida Sanawi.

Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam mengatakan, keduanya berhak mendapatkan penghargaan tersebut, karena pengabdian seumur hidup sebagai wartawan, berjasa dalam pendirian PWI, mengabdi kepada rakyat, dan memperjuangkan kemerdekaan pers.

"Penghargaan ini, sebagai tanda kecintaan dan kebanggaan PWI terhadap kedua tokoh yang sampai saat ini sepanjang hidupnya mengabdi untuk dunia kewartawanan, menjadi panutan dan contoh teladan bagi wartawan generasi berikutnya," ujarnya.

Pengakuan terhadap karya Rosihan juga disampaikan sejumlah rekan dari perwakilan media cetak (Direktur Utama Kelompok Kompas-Gramedia, Jacob Oetama) perwakilan elektronik (Karni Ilyas/Anteve), dan dari perfilman (Christine Hakim).

Dalam kesempatan itu, Jacob memberikan sebuah buku kumpulan tulisan Rosihan Anwar selama sembilan tahun di tabloid Cek & Ricek, sedangkan Christine Hakim memberikan sejumlah vcd berisi film karyanya.

Rosihan mengaku tidak pernah 'banting setir' atau beralih profesi dalam dunia jurnalistik meskipun pernah dilarang menerbitkan sebuah media cetak.

"Harian Pedoman yang saya dirikan dilarang terbit oleh dua Presiden Soekarno dan Soeharto. Kendati begitu tidaklah saya 'banting setir', lalu mengubah karier misalnya menjadi advokat atau lawyer seperti yang dilakukan oleh editor Abadi Suardi Tasrif atau menjadi pengusaha seperti Soedarpo Sastrosatomo, ada yang menjadi anggota DPR, menteri, atau duta besar," katanya.

Pria kelahiran Kubang Nan Dua Sumatera Barat 10 Mei 1922 ini, mengawali kariernya sebagai wartawan harian Asia Raya, pada Maret 1943 di zaman Jepang dan sekarang sebagai wartawan yang dituakan dan terus bekerja sebagai wartawan freelance.

Dalam acara yang diwarnai dengan peniupan lilin dan pemotongan kue bertuliskan enam angka yakni ulang tahun keduanya dan ulang tahun pernikahan Rosihan tersebut, hadir sejumlah pimpinan redaksi media massa, sahabat dan rekan sejawat dari Malaysia, dan sejumlah artis seperti Christine Hakim dan Camelia Malik

(*/boo)

REKOMENDASI
TRENDING