Rieke Dyah 'Oneng' Pitaloka Kunjungi Dua Balita Gizi Buruk

Minggu, 19 Juni 2005 21:10 Penulis: Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Artis Rieke Dyah Pitaloka yang akrab disapa 'Oneng' (pemeran dalam sinetron BAJAJ BAJURI) yang juga wakil Sekjen DPP PKB versi Muktamar II PKB di Semarang, Minggu (19/6), mengunjungi dua balita gizi buruk di Jalan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Rieke bertemu dua orang tua balita bergizi buruk yakni Khoiriyah (37) dan Nur Arifah (29). Oneng datang bersama rombongan DPW Caretaker PKB Jatim yakni H Imam Nachrowi SAg (Ketua), Mas`ud Adnan (Wakil Sekretaris) dan ketua Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB) Nafsiyah.

Dalam dialog, Khoiriyah menyatakan anaknya yang bernama Abdul Malik (3) mengalami gizi buruk sejak bayi, karena anaknya memang sudah sering sakit-sakitan sejak lahir.

"Anak saya sehari-harinya hanya bisa menyantap nasi dan lauk seadanya ditambah susu kaleng yang tidak bisa beli setiap hari, sehingga berat tubuhnya hanya delapan kilogram yang setara dengan berat bayi berumur lima bulan," katanya.

Ia mengaku ingin ke dokter, tapi tak mempunyai uang, karena ayahnya yang bernama Mat Sari hanya seorang tukang becak. "Ya, saya rawat dengan setekun mungkin di rumah," katanya saat ditemui di rumah kontrakannya.

Kondisi Malik tampak memprihatinkan, karena tubuhnya terlihat kurus kering, bola matanya juga tidak normal, meski sudah berumur tiga tahun. Malik juga belum dapat berjalan, kakinya lemas, tulang dadanya seakan menyebul keluar.

Hal yang sama juga dialami anak Nur Arifah bernama Fahrul (2,5) yang berat badannya sepuluh kilogram atau lebih berat dua kilogram dibanding Malik.

"Fahrul memang sakit-sakitan sejak baru lahir. Dia sudah tiga kali opname di rumah sakit dengan biaya sendiri. Habis banyak, padahal ayahnya saat ini tak mempunyai pekerjaan tetap. Makanan yang bisa diberikan hanya nasi bubur," katanya.

Kedua orang tua bergizi buruk itu mengaku program dana kompensasi subsidi BBM dari pemerintah tak pernah sampai kepada rakyat miskin seperti mereka, termasuk bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) juga tak ada.

Oleh karena itu, kedua orang itu sangat bergembira setelah dikunjungi Wakil Sekjen DPP PKB, Rieke Diah Pitaloka. "Terima kasih, mbak Oneng. Semoga, PKB menang," kata Khoiriyah, berdoa sambil berkaca-kaca.

Kedua bayi itu akhirnya langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Al-Irsyad oleh tim DPW Caretaker PKB Jatim, namun Oneng sempat memberikan tali asih kepada dua penderita balita bergizi buruk dan ibu-ibu Posyandu setempat.

Dalam kesempatan itu, Oneng berharap warga masyarakat memperhatikan makanan dan kesehatan bayinya, apalagi saat ini banyak penyakit.

"Saya juga berharap pemerintah serius menangani penyakit ini. Sampai sekarang pemerintah belum maksimal. Busung lapar sudah menjalar ke mana-mana, tapi para elit politik berkonflik terus," katanya.

Ia berharap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera merealisasikan janji-janjinya untuk menyalurkan dana kompensasi subsidi BBM, karena terbukti banyak masyarakat kecil yang tak kebagian dana itu.

Sementara itu, para ibu-ibu di Kecamatan Simokerto yang mengaku konstituen PKB itu berharap kepada PKB agar memperjuangkan dan memperhatikan nasib rakyat miskin.

"PKB harus menjadi payung orang-orang miskin dan melindunginya," kata seorang ibu ketika berdialog dengan Oneng.

Dalam kesempatan itu, Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB) Jawa Timur dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan di depan warga masyarakat menuntut pemerintah menangani persoalan busung lapar itu secara serius dan memberikan susu dan obat secara gratis. 

(*/dar)


REKOMENDASI
TRENDING