Sarwendah Diduga Ambil Uang di Brankas, Kuasa Hukum Tegaskan Itu AI

Sarwendah Diduga Ambil Uang di Brankas, Kuasa Hukum Tegaskan Itu AI
Sarwendah bersama pengacara © KapanLagi.com/Budy Santoso

Sarwendah jadi sorotan usai beredar video yang diduga memperlihatkannya mengambil uang dari sebuah brankas. Di tengah proses hukum yang sedang dijalani bersama Ruben Onsu, potongan video itu memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus Ambarita, menegaskan pihaknya sudah memastikan keaslian rekaman tersebut dengan mengonfirmasi langsung kepada kliennya. "Berdasarkan konfirmasi kami kepada klien kami, hal tersebut: satu, tidak benar; kedua, itu bukan video asli, melainkan video AI," ungkap Mark saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (9/9). p>

Ia menyampaikan, hasil pengecekan itu menutup ruang spekulasi terkait tudingan yang berkembang. Pihak kuasa hukum kini meminta publik berhati-hati menanggapi konten serupa yang beredar di dunia maya.

1. Disebut Fitnah, Permintaan Maaf Sudah Disampaikan

Sarwendah pakai baju pink © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kuasa hukum lain, Abraham Simon, menyampaikan bahwa video yang beredar merupakan hoaks yang mencemarkan nama baik kliennya. Ia menyebut, Sarwendah juga telah memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.

"Saya pastikan itu adalah hoaks, ya. Itu fitnah untuk menghancurkan nama baik klien kami dan sudah diklarifikasi juga sama klien kami sendiri di medsosnya klien kami," kata Abraham.

Abraham menambahkan, akun yang pertama kali mengunggah video tersebut sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial setelah klarifikasi disampaikan. Ia mengingatkan publik untuk tidak lagi menyebarluaskan konten yang telah terbukti tidak benar. "Kita wanti-wanti sekarang jangan sampai ada fitnah-fitnah selanjutnya, ya," tegas Abraham.

2. Opsi Langkah Hukum Tengah Dibahas

Mengenai kemungkinan menempuh jalur hukum atas penyebaran video itu, Abraham menyebut keputusan masih akan dibicarakan bersama Sarwendah. Ia mempertimbangkan bahwa permintaan maaf dari pihak yang membuat dan menyebarkan video baru saja disampaikan.

"Saya diskusikan dulu dengan klien. Yang pasti sudah ada permintaan maaf. Kita lihat apakah ini sebagai itikad baik, nanti klien yang menilai itu, ya," pungkas Abraham.

Di sisi lain, Chris Sam Siwu berharap masyarakat tidak memperkeruh keadaan dengan membagikan ulang konten yang sudah dipastikan sebagai rekayasa. Ia meminta partisipasi publik untuk menghentikan peredaran video tersebut.

(kpl/pur/phi)

Rekomendasi

Trending