Taqy Malik Diduga Ambil Untung dari Wakaf Al-Qur'an, Fotografer Randy Permana Bongkar Harganya
Taqy Malik di Tanah Suci Makkah (cr:instagram.com/taqy_malik)
Kapanlagi.com - Isu miring kini tengah menerpa Taqy Malik terkait bisnis wakaf Al-Qur'an yang dijalankannya di Arab Saudi. Hal ini mencuat setelah Randy Permana, seorang fotografer yang menetap di Makkah, membongkar dugaan adanya selisih harga yang sangat besar. Randy menyebut bahwa harga yang dipatok oleh Taqy kepada para donatur jauh di atas harga pasar yang sebenarnya di toko-toko sekitar Makkah dan Madinah.
Menurut Randy, awalnya pembelian Al-Qur'an bisa dilakukan langsung di pabrik dengan harga murah. Namun, karena adanya pembatasan dari otoritas Saudi, pembelian dialihkan ke toko-toko retail. Ia menduga Taqy mengambil keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per mushaf, yang jika dikalikan dengan ribuan donatur, angkanya mencapai ratusan juta rupiah.
"Bahwasanya dia mengatakan menjual mushaf itu dengan harga 80 riyal atau kurang lebih Rp330.000, harga naik dua kali lipat, itu perkara dia sudah tidak bisa memborong di pabrik. Jadi mau enggak mau dia beli di toko yang di mana harga di toko rata-rata 40 sampai 50 riyal. Selisihnya keuntungan yang dia ambil itu lebih banyak ketimbang dia beli mushafnya," ujar Randy Permana dalam jumpa pers virtual, Jumat (13/2/2026).
Advertisement
Akses artikel seputar Taqy Malik di Liputan6.com.
1. Randy Lakukan Perhitungan
Randy juga merinci hitung-hitungan keuntungan yang didapat dari program tersebut. Baginya, angka tersebut sangat fantastis untuk sebuah kegiatan sosial atau wakaf. Ia merasa terpanggil untuk bicara karena tidak ingin masyarakat atau jamaah di Indonesia merasa tertipu dengan harga yang dianggap tidak wajar.
"Ini ya saya hitung. Mushaf kurang lebih kita ambil yang rata-rata toko juallah, 40 riyal kali dengan kurs saat ini kita ambil kurs Rp4.500. Berarti harga mushaf itu di toko kalau kita beli sekitar Rp180.000. Ya kan? Nah, dia menjual dengan harga Rp330.000 dikurangi Rp180.000, untungnya dia itu Rp150.000 kalikan aja dengan yang dia sebut 2.000 mushaf. Rp300 juta sendiri dia dapat dalam sekali berangkat," ungkapnya.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Randy Angkat Suara
Randy menegaskan bahwa dirinya juga sering membantu menyalurkan wakaf, namun dengan margin keuntungan yang sangat kecil hanya untuk biaya operasional. Ia menyayangkan jika ada pihak yang mencari keuntungan berlebih dari niat baik umat untuk berwakaf di Tanah Suci.
"Saya sendiri juga membuka peluang yang siapa pun yang mau menitipkan amanahnya ke saya. Tapi kalau titip lewat kami jasa atau mutawif atau apa, kita mengambil keuntungan enggak banyak Mas, hanya mungkin Rp10.000 per mushaf atau apa, bukan sampai Rp150.000 itu. Jangan serakah, udah itu aja kalau pesan dari saya buat Taqy," jelas Randy.
3. Belum Ada Komunikasi Antara Randy dan Taqy
Hingga saat ini, Randy mengaku belum ada komunikasi dari pihak Taqy Malik meskipun dirinya sudah bersuara di media sosial. Ia pun siap jika diajak berdiskusi atau berdebat mengenai data yang ia sampaikan tersebut.
"Enggak ada. Saya menunggu itu. Dia punya kontak saya, enggak ada. Walaupun saya melihat juga teman-temannya memantau, adiknya memantau Story saya atau apa. Saya emang tunggu itu. Karena apa, kalau memang dia mau membuka ruang debat, ayo kita diskusi," pungkasnya.
Baca Juga Berita Lainnya di Sini!
- Taqy Malik Belum Lunasi Pembayaran Rp6,8 Miliar, Masjid Terancam Digusur dari Lahan Sengketa
- Sederet Nama Artis Terseret Kasus Investasi Robot Trading Net89, Polisi Beberkan Status Mereka
- Bercerai dari Salmafina Sunan, Begini Rumah Tangga Baru Taqy Malik dengan Sherel Thalib - Disebut Makin Bucin
- Kuasa Hukum Melani Rizki Istri Sah AKBP Aris Rusdiyanto Sebut Feby Sharon Hanya Pansos
- Kuasa Hukum Melani Rizki Tegaskan Feby Sharon Bukan Istri Sah AKBP Aris Rusdianto
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
Berita Foto
(kpl/far/dyn)
Advertisement
