SELEBRITI

Terseret Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Boy William: Selektif Terima Endorse

Kamis, 23 Juli 2020 08:08 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Kapanlagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Boy William mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur pada Rabu kemarin (22/7/2020). Ia diperiksa sebagai saksi atas kasus pembobolan kartu kredit dengan korban ratusan warga Jepang. Oleh empat tersangka, uang tersebut digunakan berbisnis travel lewat akun Instagram @tiketkekinian.

Boy sebenarnya diundang sejak berbulan-bulan lalu. Namun baru bisa hadir setelah ada kelonggaran dari pemerintah terkait pandemi Covid-19.

"Kenapa baru bisa datang karena Covid. Waktu pertama kali dipanggil posisiku masih di luar negeri. Pas balik aku dikarantina selama 14 hari. Setelah karantina ada lockdown satu Indonesia. Jadi semakin panjang dan baru sekarang," kata Boy saat ditemui usai pemeriksaan.

1. Selektif Ambil Endorse

Atas terseretnya Boy William dalam kasus ini, ia pun menjadi banyak belajar untuk lebih teliti sebelum menerima tawaran sebagai model endorsement. Aktor yang juga presenter itu berharap kasusnya bisa dijadikan pelajaran bagi public figure lain supaya lebih berhati-hati.

"Kalau ngelihat kayak gini, semoga semua public figure, termasuk aku juga, bisa selektif dalam ambil pekerjaan dan endorse-an. Karena kita harus sadari punya follower cukup luas. Dengan aku endorse perusahaan yang mungkin bisa dibilang, sorry, kurang jelas, aku nggak mau nanti follower aku ikut terjebak dalam hal ini. Untuk ke depan aku bakal lebih selektif dan hati-hati," tegasnya.

2. Public Figure Lain

Dalam sesi wawancara berbeda, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo, menjelaskan akan ada beberapa nama public figure diperiksa. Namun untuk kapan tinggal menunggu kabar selanjutnya.

"Demi kepentingan penyidikan secara proporsional dan obyektif, mendasari pada alat bukti dan ini alat bukti yang urgent, sebagai keterangan saksi tentu kita akan melakukan pemeriksaan kepada seluruh yang terkait kasus carding. Nanti nama-namanya ada pada penyidik kita tunggu saja," jelas Trunoyudo.


REKOMENDASI
TRENDING