Tertipu Perjanjian Roda Empat, Jhessica Vee Lapor ke Polda Metro Jaya

Sabtu, 26 Agustus 2017 00:01 Penulis: Guntur Merdekawan
Tertipu Perjanjian Roda Empat, Jhessica Vee Lapor ke Polda Metro Jaya Jhessica Vee © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Kasus penipuan kembali menimpa selebritis Indonesia. Kali ini giliran pemain FTV, presenter, dan model Jhessica Vee yang terpaksa melaporkan seseorang ke SPKT Polda Metro Jaya, Jum'at (25/8). Kasus ini berawal dari perjanjian barter mobil antara Jhessica dengan seseorang yang identitasnya masih disembunyikan.

Pada tanggal 30 Juli 2017, Jhessica melakukan barter mobil second. Sesuai perjanjian, harga mobil itu walaupun beda jenis disepakati nilainya berjumlah 260 juta. Sehari setelah melakukan barter mobil, seharusnya keduanya saling memberikan kelengkapan berupa BPKB. Namun sayang, perjanjian pertukaran BPKB urung terlaksana seseorang tersebut hingga saat ini belum menyerahkan BPKB tersebut sehingga mobil yang ditukarkan belum digunakan oleh pemain Epen dan Cupen The Series tersebut.

"Klien kami ditipu soal pertukaran mobil. Jadi ada barter mobil antara klien kami dengan seseorang, di tengah perjalanan sudah saling tukar. Tapi klien kami hingga saat ini belum menerima surat BPKB mobil tersebut. Klien kami dijanjikan sehari setelah pertukaran mobil BPKB dari pihak terlapor akan diserahkan tapi nyatanya hingga saat ini belum ada," ungkap Irsan Gusfrianto selaku kuasa Hukum Jhessica saat ditemui di SPKT Polda Metro Jaya, Jum'at (25/8).

Jhessica alami kasus penipuan mobil © KapanLagi.com®/Mathias PurwantoJhessica alami kasus penipuan mobil © KapanLagi.com®/Mathias Purwanto


Mobil yang ditukarkan kepada Jhessica itupun kini belum digunakan. Pasalnya, Jhessica tak ingin nantinya mobil tersebut malah bermasalah. Ia pun sebenarnya ingin kasus ini diselesaikab secara damai, namun tak ada itikad baik dari pihak terlapor untuk sama-sama menyerahkan BPKB mobil.

"Saya pastinya mau mobil yang saya pakai jelas surat-suratnya. Jangan-jangan mobil yang ditukarkan ke saya masih dalam proses lising atau kredit. Takutnya nanti ada orang tiba-tiba datang ke saya narik mobilnya. Aku sebenernya mau selesain ini secara kekeluargaan. Tapi dia gak ada itikad baik. Tiap aku ajak ketemu dianya banyak alasan," terang Jhessica.

Bagi Jhessica, di sini bukan hanya soal mobil yang seharga ratusan juta rupiah. Secara moril, Jhessica merasa kepercayaan yang diberikan kepada seseorang tersebut disia-siakan. Dengan adanya laporan ini, Jhessica berharap kasusnya selesai."Ya maunya sih ini berjalan cepat dan ketemu titik terang," tandasnya.

(kpl/pur/gtr)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING