Tompi Enggan Mengerjakan Operasi Bedah Kelamin

Sabtu, 21 April 2018 13:45 Penulis: Guntur Merdekawan
Tompi Enggan Mengerjakan Operasi Bedah Kelamin Tompi / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Isu transgender saat ini tengah marak jadi bahan perbincangan. Awalnya karena sosok Lucinta Luna yang enggan mengaku jika dirinya dulu melakukan operasi bedah kelamin dan kini menjadi seorang wanita. Padahal, sudah ada beberapa bukti yang muncul ke permukaan.

But anyway, KapanLagi memutuskan untuk membahas mengenai transgender dan operasi bedah kelamin secara mendetail. Mulai dari proses, risiko, hingga legalitasnya secara hukum Indonesia. Beberapa orang yang kompeten di bidangnya kita temui, seperti salah satunya Tompi.

Seperti diketahui, penyanyi bersuara emas ini juga merupakan ahli bedah plastik. Beruntung bagi kami karena Tompi menyempatkan waktunya untuk berbincang ringan dengan kami di sela-sela kesibukannya. Kami pun menemui pria berusia 39 tahun itu di kliniknya, BeYOUtiful di Jalan Pakubuwono VI no 5a, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/4).

Tompi pernah tangani operasi bedah kelamin / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoTompi pernah tangani operasi bedah kelamin / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Tanpa banyak basa-basi, perbincangan kita dimulai. Dan usut punya usut, Tompi pernah mengerjakan operasi bedah kelamin selama beberapa kali, meski hanya sebagai asisten saja. Namun untuk mengerjakan sebagai kepala operasi, Tompi menolaknya.

"Saya pribadi memilih untuk tidak mengerjakan (operasi bedah kelamin). Jadi kalo ada pasien transeksual atau pasien laki-laki dateng ke saya mau pasang payudara (which is itu sangat lazim dan sangat banyak kasusnya), termasuk kasus itu saya menolak. Saya nggak mau ngerjain kalau itu. Tapi kalau ada yang mau mengerjakan itu silakan. Secara keilmuan mungkin. Jadi di sini banyak faktor yang menjadi pertimbangan seorang dokter menerima atau menolak kasus ini. Yang menolak, saya tidak berhak menyalahkan, silakan dan ada dasar keilmuannya. Yang pasti, kita punya prinsip dan pendirian masing-masing," jawab Tompi tegas pada kami.

(Semua aset termasuk teks, foto dan video dalam konten ini adalah eksklusif milik KapanLagi Youniverse (KLY). Dilarang menggunakan tanpa izin tertulis dari Kapanlagi.com. Menghilangkan sebagian kecil atau besar detail konten merupakan pelanggaran hak cipta yang dilindungi oleh Undang-Undang dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku).

Operasi bedah kelamin masih dianggap tabu oleh mayoritas. Tentunya dokter yang melakukan operasinya pun tak jarang dapat pandangan miring. Meski tak merasakan beban untuk mengerjakan operasi bedah kelamin, namun menurut Tompi setiap dokter pasti punya value yang berbeda-beda.

"Kalau saya kan nggak mau ngerjain, jadi nggak ada beban moral. Kalau ada masyarakat yang berpikir dokternya beban moral atau nggak, itu kan tergantung value yang dianut. Buat orang yang non-muslim, makan babi itu baik-baik aja. Buat islam makan babi kan haram. Nah terus lu tanya nih sama orang islam gimana perasaannya makan babi, kan konyol. Jadi value orang kan beda-beda. Dokter pun beda-beda value nya yang dianut. Yang saya tekankan, ada sebagian dokter yang ngerasa, 'Kalau nggak saya yang ngerjain nanti dikerjain orang lain berantakan, rusak malah makin ngaco'. Mereka pun yang saya tau, dokter yang mengerjakan ini pun sangat selektif dalam memilih pasien, nggak sembarangan," pungkas Tompi.

Selain itu, perbincangan bersama Tompi mengenai operasi bedah kelamin masih sangat panjang dan mendetail. Buat kamu yang penasaran dan ingin nambah wawasan, cek beritanya di SINI..

(kpl/adb/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING