RRI Kembangkan Siaran Televisi

Rabu, 14 November 2007 08:39 Penulis: Yunita Rachmawati
Kapanlagi.com - RRI yang telah menjadi lembaga penyiaran publik, kini tengah mengembangkan program siaran televisi, selain terus menambah stasiun baru seperti yang direncanakan di Kota Serang, ibukota Propinsi Banten.

"Kami mengembangkan siaran televisi menggunakan sistem teknologi dan peralatan yang sudah ada, selain terus menambah stasiun baru seperti yang direncanakan di Serang," kata Dirut RRI, Parni Hadi, pada 'Temu Kangen Dengan Budayawan Bali' di Denpasar, Selasa (13/11).

Dikatakan bahwa pengembangan program siaran televisi itu baru dilakukan untuk keperluan konferensi jarak jauh yang tidak hanya bisa didengar, tetapi antar peserta di berbagai kota/daerah juga bisa saling melihat melalui jaringan monitor video.

Menurut Rahman Hakim dari Teknologi Penyiaran RRI yang menyertai Parni Hadi, teknologi DVB (Digital Video Broadcast) yang dimilikinya mampu memancarkan frekuensi dengan lebar pita (bandwidth) yang mendukung pengembangan siaran televisi.

Untuk pengembangan program televisi lebih lanjut, menurut Parni Hadi, sudah dikonsultasikan dengan Departemen Komunikasi dan Informatika dan masih dibahas lebih lanjut.

"Prinsipnya kami bisa mengembangkan program televisi, apakah nanti bikin stasiun sendiri, bekerjasama dengan stasiun televisi yang ada atau bekerjasama dengan pengusaha media di berbagai daerah, masih harus kita tunggu," kata mantan Pemimpin Umum LKBN ANTARA itu.

RRI yang semula memiliki 58 stasiun di seluruh Indonesia, telah berkembang menjadi 61, termasuk stasiun khusus siaran luar negeri Voice Of Indonesia, yakni setelah adanya penambahan RRI Meulaboh dan RRI Boven Digul.

"Keberadaan stasiun di berbagai daerah dan kota yang mendukung program televisi, akan menjadi kekuatan besar untuk dikembangkan melalui kerjasama dengan pengusaha media maupun dalam bentuk lain," ucap Parni.

Sementara rencana pendirian stasiun RRI di Serang, juga sudah dibicarakan dengan Wakil Gubernur Banten HM Masduki MSi dan tengah dibahas pengadaan lahan serta anggaran pembangunan gedung dan peralatan pendukungnya.

Sejak penetapan berdirinya Propinsi Banten, terpisah dari Jawa Barat, tahun 2000, di kalangan masyarakat daerah otonomi baru ini berkembang keinginan hadirnya stasiun RRI.

"Kami menyambut gembira keinginan tersebut. Mudah-mudahan tahun 2008 sudah mulai mengudara," ucap Parni Hadi seraya berharap pemerintah propinsi dan DPRD Banten bisa segera mengalokasikan anggaran yang diperlukan.

(*/boo)

REKOMENDASI
TRENDING