Di China Ada Desa Tersembunyi yang Semua Penduduknya 'Rapunzel'

Di China Ada Desa Tersembunyi yang Semua Penduduknya 'Rapunzel'
Desa Huangluo Yao - copyright: weibo.com

Kapanlagi.com - Di China, ada sebuah desa kecil yang kerap disebut bak negeri dongeng karena para perempuannya memiliki rambut luar biasa panjang. Keunikan ini bukan sekadar atraksi wisata, tetapi tradisi turun-temurun yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Desa itu bernama Desa Huangluo Yao, sebuah perkampungan adat yang berada di balik indahnya terasering Longji. Di China, desa ini dikenal sebagai simbol kekuatan budaya yang bertahan di tengah modernisasi.

1. Desa Huangluo Yao, Desa Tempat Tinggal 'Rapunzel' di China

Desa Huangluo Yao - copyright: weibo.com

Desa Huangluo Yao terletak di Longsheng Various Nationalities Autonomous County, Guangxi, China, dan berada di dalam kawasan wisata Longji Scenic Area. Dari total 13 desa di kawasan tersebut, Desa Huangluo Yao menjadi satu-satunya desa suku Yao yang seluruh penduduknya berasal dari kelompok Red Yao. Keunikan inilah yang membuat desa ini kerap dijuluki sebagai tempat tinggal para Rapunzel versi nyata.

Tradisi memanjangkan rambut telah hidup lebih dari seribu tahun di desa ini. Dari lebih dari 80 kepala keluarga, tercatat lebih dari 120 perempuan memiliki rambut sepanjang lebih dari 1,5 meter, dengan panjang terpanjang mencapai 2,3 meter. Berkat pencapaian tersebut, Desa Huangluo Yao di China mengantongi dua Guinness World Records dan dikenal secara global sebagai desa dengan rambut terpanjang di dunia.

2. Rambut Panjang sebagai Simbol Kehidupan dan Kehormatan

Desa Huangluo Yao - copyright: weibo.com

Bagi perempuan Red Yao di China, rambut bukan sekadar bagian dari penampilan, melainkan simbol kehidupan dan keberuntungan. Mereka hanya memotong rambut satu kali seumur hidup, yakni saat upacara kedewasaan di usia 18 tahun. Rambut yang dipotong tidak dibuang, melainkan disimpan oleh nenek dari pihak ibu sebagai simbol ikatan keluarga.

Ketika menikah, rambut tersebut dibawa ke rumah keluarga suami sebagai bagian dari mas kawin. Tradisi ini dipercaya membawa keharmonisan rumah tangga dan umur panjang. Di China, pemandangan perempuan lanjut usia dengan rambut hitam, tebal, dan nyaris tanpa uban di Desa Huangluo Yao menjadi hal yang sangat mencengangkan sekaligus mengundang rasa kagum.

3. Rahasia Air Beras Fermentasi yang Dijaga Turun-Temurun

Desa Huangluo Yao - copyright: weibo.com

Rahasia utama rambut panjang dan sehat perempuan Desa Huangluo Yao di China terletak pada air beras fermentasi. Air ini dibuat dari beras organik hasil terasering Longji yang dicampur biji teh, kulit jeruk pomelo, dan tanaman herbal tradisional. Campuran tersebut direbus lalu difermentasi secara alami selama tujuh hari.

Proses ini cukup rumit karena tingkat keberhasilannya hanya sekitar 70 persen. Jika gagal, cairan bisa berbau terlalu asam. Meski begitu, perempuan Red Yao di China tetap mempertahankan teknik ini sebagai warisan budaya tak benda. Sejak 2018, metode perawatan rambut tradisional ini resmi diakui sebagai warisan budaya tingkat daerah.

4. Kode Sosial Rambut dan Busana Tradisional Red Yao

Desa Huangluo Yao - copyright: weibo.com

Di Desa Huangluo Yao, gaya rambut menjadi penanda status sosial perempuan di China. Perempuan yang belum menikah menyanggul rambut dan menutupinya dengan kain hitam agar tidak terlihat oleh orang luar. Sebaliknya, perempuan yang telah menikah justru menampilkan sanggul rambutnya secara terbuka.

Busana tradisional Red Yao juga sarat makna simbolis. Pakaian dengan bordir motif cakar harimau membutuhkan waktu hingga tiga tahun untuk diselesaikan. Motif ini berasal dari legenda perempuan Red Yao di China yang menyelamatkan kaisar dan diberi kehormatan khusus. Hingga kini, tarian rambut panjang dan Festival Rambut Panjang menjadi perayaan budaya paling dinanti.

5. Wisata Budaya di Tengah Alam Longji yang Memesona

Pemandangan Sawah Terasering di Longji - copyright: weibo.com

Mengunjungi Desa Huangluo Yao di China bukan hanya tentang melihat rambut panjang. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan budaya berupa demonstrasi perawatan rambut, penataan sanggul, serta tarian tradisional khas Red Yao. Tiket masuk umumnya sudah termasuk pertunjukan seni yang digelar langsung oleh warga desa.

Di kawasan ini juga terdapat Museum Sains Rambut Panjang China yang memadukan teknologi modern dengan sejarah budaya lokal. Rumah panggung kayu khas Yao berpadu harmonis dengan hamparan terasering padi Longji. Banyak wisatawan memilih mengunjungi desa ini pada musim panen untuk merasakan keindahan alam dan budaya secara bersamaan.

(kpl/chn)

Rekomendasi
Trending