in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Awal Karier Inul Daratista Jadi Penyanyi Dangdut, Mulai Ditonton Orang Mabuk Hingga Disawer Rantai Emas 100 Gram

Senin, 19 September 2022 10:30

Cerita awal karier Inul Daratista sebagai penyanyi dangdut. (credit: instagram.com/inul.d)

Kapanlagi.com - Pedangdut Inul Daratista menjadi bintang tamu dalam acara ajang pencarian bakat Koplo Superstar ANTV, Minggu (18/9/2022). Dalam kesempatan itu, Inul menceritakan perjalanan karirnya di industri musik dangdut Indonesia.

Di tahun 90-an, sebelum hijrah ke Jakarta, Inul sudah dikenal di beberapa daerah di Indonesia sebagai penyanyi dangdut koplo. Istri dari Adam Suseno itu tampil di berbagai tempat, mulai dari acara arisan, hingga di cafe yang isinya orang-orang mabuk.

"Story-nya waktu koplo, aku gak bilang aku yang bikin koplo. Tapi yang pertama membuat dangdut koplo diminati awalnya aku. Tapi nyanyinya dulu di tempat-tempat arisan, tempat orang mabuk lah, ya bilangnya musik pelacuran. Sebenernya bukan musiknya, tempatnya, itu permainan kendangnya banyak," kata Inul di Graha Mitra, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022).

1. Sulit Diterima

Inul menjelaskan, awalnya dangdut koplo sulit diterima, khususnya di cafe-cafe karena musiknya dinilai jelek dan disebut murahan. Padahal, Inul mengaku musik koplo sangatlah indah. Ditambah lagi, pukulan gendang yang beriringan sehingga dangdut koplo enak didengar.

"Tapi di situ aku nikmat banget karna akhirnya koplo aku masukan di kafe, makanya di situ terjadi pro dan kontra. Sempat fenomenal aku enggak boleh nyanyikan koplo karena koplo itu identitasnya musik jelek, musik murahan. Tapi sebenernya musiknya indah karena kan kolaborasi bass kendang semuanya bermain beriringan. Itu yang namanya koplo," katanya.

2. Tampil di Depan Orang Mabuk

Menyanyikan lagu dangdut koplo, Inul tampil di hadapan orang-orang mabuk. Meski begitu, Inul tidak pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang mabuk yang melihat penampilannya dari atas panggung. Justru, Inul selalu mendapat saweran dari para penontonnya.

"Kalo dulu saya menghadapi semuanya dengan tenang dan mereka sangat menghormati orang yang tidak ikutan gitu. Tamu-tamu tahu bahwa aku tuh enggak nakal. Jadi mereka menikmati jogetan saya, bener-bener melihat, bener-bener tidak menyentuh, tidak menyenggol bahkan saya sering sekali saya dikasih saweran yang banyak. Itu bagi saya apresiasi lah buat seorang penyanyi," kata Inul.

3. Aksinya Paling Ditunggu

Nama Inul begitu populer di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ia menjadi salah satu penyanyi dangdut koplo yang aksinya paling ditunggu-tunggu oleh para penonton. Bahkan, para bos-bos di daerah pun selalu menunggu penampilan Inul dari atas panggung.

"Yang paling dinanti, sampe kalimantan, sulawesi, orang orang kaya besi tua dan kawan kawan kebanyakan kalo dateng tiap hari sabtu minggu dia udah ngendonnya (nunggu) di cafe ini, Inul (tampil) jam 1 jadi bintang tamu," katanya.

4. Disawer Emas

Saking populernya, Inul masih ingat betul ia pernah mendapat saweran berupa emas 100 gram dan uang dari bos-bos berbagai daerah yang menonton aksinya di atas panggung.

"Itu aku pernah dikalungin emas itu sebesar 100 gram, jaman dulu, kalung rantai, terus dikasih kalungan emas, dikasih kalungan duit yang dijait-jait ya kayak gitu lah," kata Inul.

Jauh sebelum sepopuler sekarang, Inul sudah tampil di berbagai daerah di Indonesia. Tak cuma itu, Inul juga sempat tampil ke luar negeri, mulai dari Jepang hingga Belanda.

"Saya off airnya udah kenceng. Walaupun nyanyi di cafe-cafe di pap-pap, di bar-bar, terus di tempat yang hajatan, aku udah nyanyi ke Jepang, udah ke Amsterdam, udah ke beberapa negara di undang karena kan CD bajakan pula laris banget. Sebelum ke Jakarta udah road show keliling dunia, jadi aku pede," ujar Inul.

5. Popularitas Dangdut Koplo

Kini, dangdut koplo makin disukai masyarakat luas. Bukan hanya dikenal di daerah Jawa Timur saja, kini dari daerah-daerah lain sudah mulai suka dengan dangdut koplo.

"Semua lagu bisa masuk didangdutin dengan musik koplo dan itu easy listening gitu kebanyakan masyarakat Indonesia menikmati yang enak didenger gampang didenger, enak dinikmati gampang ditiru. Tidak jelimet kayak dangdut dangdut klasik, bedanya dangdut koplo di situ.

"Makanya lagu pop dikoploin, mereka semua nyanyi. Jadi menurut aku koplo itu musik yang sangat bagus dan bisa diterima masyarakat karena enak dibawa ke mana,-mana, enak dipakai nyanyi, enak ditiru, enak dipraktekkan, enak dihafalin, kayak gitu sih," tutup Inul.

REKOMENDASI
TRENDING