Cara Memasak Cumi Agar Tidak Alot dan Amis
cara memasak cumi agar tidak alot dan amis
Kapanlagi.com - Cumi merupakan salah satu seafood favorit yang bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Namun, banyak orang mengalami kesulitan saat mengolahnya karena tekstur cumi yang mudah menjadi alot dan berbau amis.
Kesalahan dalam teknik memasak dapat membuat cumi menjadi keras seperti karet dan tidak enak dikonsumsi. Untuk itu, penting mengetahui cara memasak cumi agar tidak alot dan amis dengan metode yang tepat.
Melansir dari Los Angeles Times, cumi mudah menjadi alot karena hampir seluruhnya terdiri dari otot dengan sedikit lemak. Jika dimasak terlalu lama dalam rentang menengah, proteinnya akan mengeras, namun jika terus dimasak lebih lama, jaringan ototnya akan kembali melunak dan menjadi lembut.
Advertisement
1. Mengapa Cumi Bisa Menjadi Alot dan Amis
Sebelum membahas cara memasak cumi agar tidak alot dan amis, penting memahami penyebab masalah ini. Cumi memiliki kandungan kolagen tinggi dalam dagingnya yang akan mengeras jika dimasak dengan durasi yang tidak tepat. Tekstur alot terjadi ketika cumi dimasak dalam rentang waktu menengah, yaitu antara 3-30 menit, di mana kolagen belum sepenuhnya terurai.
Bau amis pada cumi berasal dari senyawa trimetilamin oksida yang terdapat pada seafood. Senyawa ini akan semakin kuat jika cumi tidak dibersihkan dengan benar atau tidak segar lagi. Kantung tinta yang pecah saat pembersihan juga dapat menyebabkan bau amis yang lebih menyengat pada daging cumi.
Faktor kesegaran cumi sangat berpengaruh terhadap hasil akhir masakan. Cumi yang sudah tidak segar akan memiliki tekstur yang lebih mudah alot dan bau amis yang sulit dihilangkan meskipun sudah dibersihkan dengan baik. Oleh karena itu, pemilihan cumi berkualitas menjadi langkah awal yang krusial.
Suhu penyimpanan dan cara penanganan cumi sebelum dimasak juga mempengaruhi tekstur akhir. Cumi yang langsung dimasak dalam keadaan beku atau terlalu dingin akan menghasilkan tekstur yang tidak merata dan cenderung alot karena proses pemasakan yang tidak optimal.
2. Memilih dan Membersihkan Cumi yang Benar
Langkah pertama dalam cara memasak cumi agar tidak alot dan amis adalah memilih cumi yang masih segar. Cumi segar memiliki ciri-ciri mata yang bening dan tidak berlendir, daging yang kenyal dan padat saat ditekan, serta warna kulit yang putih kemerahan atau kecokelatan yang mengkilap. Hindari membeli cumi yang sudah berbau menyengat atau memiliki tekstur lembek.
Proses pembersihan cumi harus dilakukan dengan teliti untuk menghilangkan sumber bau amis. Cuci cumi di bawah air mengalir, lalu pisahkan kepala dari tubuhnya. Buang kantung tinta dengan hati-hati agar tidak pecah, keluarkan tulang rawan yang menyerupai plastik transparan, serta bersihkan semua kotoran di dalam rongga tubuh cumi.
Setelah dibersihkan, kupas kulit ari cumi jika menginginkan tekstur yang lebih halus. Kulit ari ini bisa dilepas dengan mudah dengan cara menariknya dari ujung tubuh cumi. Pastikan tidak ada bagian dalam yang tertinggal karena dapat menyebabkan bau amis saat dimasak.
Langkah terakhir pembersihan adalah membilas cumi hingga benar-benar bersih dan kesat. Air bilasan yang jernih menandakan cumi sudah bersih dari kotoran dan lendir. Proses pembersihan yang benar ini menjadi fondasi penting agar hasil masakan cumi tidak berbau amis.
3. Teknik Marinasi untuk Menghilangkan Bau Amis
Marinasi merupakan cara efektif dalam memasak cumi agar tidak alot dan amis. Lumuri cumi yang sudah bersih dengan air perasan jeruk nipis atau lemon, lalu diamkan selama 10-15 menit. Asam dalam jeruk tidak hanya menghilangkan bau amis tetapi juga membantu memecah serat daging cumi sehingga teksturnya menjadi lebih empuk.
Selain jeruk nipis, bahan alami lain yang bisa digunakan untuk marinasi adalah parutan jahe, cuka, atau asam jawa. Jahe memiliki senyawa yang dapat menetralisir bau amis sekaligus memberikan aroma harum pada cumi. Campurkan parutan jahe dengan sedikit garam, lalu balurkan pada cumi dan diamkan selama 15 menit sebelum dibilas.
Teknik marinasi dengan buah kiwi juga efektif untuk mengempukkan cumi. Letakkan irisan buah kiwi di atas cumi dan simpan di lemari es selama sekitar 6 jam. Enzim alami dalam kiwi dapat memecah serat dalam daging cumi sehingga menjadi lebih lembut saat dimasak, namun jangan merendamnya terlalu lama agar teksturnya tidak terlalu lembek.
Setelah proses marinasi selesai, bilas kembali cumi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa bahan marinasi. Keringkan cumi dengan menepuk-nepuknya menggunakan tisu atau kain bersih. Cumi yang terlalu basah saat dimasak dapat menghasilkan tekstur yang kurang optimal dan cenderung alot.
4. Durasi dan Suhu Memasak yang Tepat
Kunci utama cara memasak cumi agar tidak alot dan amis terletak pada durasi memasak. Ada dua metode yang bisa dipilih: memasak cepat dengan durasi kurang dari 3 menit atau memasak lama selama 30-60 menit. Hindari memasak cumi dalam rentang waktu menengah karena akan menghasilkan tekstur yang alot dan keras seperti karet.
Untuk metode memasak cepat, gunakan api besar dan panas tinggi. Tumis atau goreng cumi selama 2-3 menit saja hingga warnanya berubah menjadi putih keabu-abuan. Teknik ini cocok untuk hidangan tumisan, cumi goreng tepung, atau cumi bakar. Jangan terlalu sering mengaduk cumi saat memasak karena dapat menurunkan suhu dan membuat tekstur menjadi alot.
Metode memasak lama atau slow-cooked cocok untuk hidangan berkuah seperti gulai atau sup cumi. Masak cumi dengan api kecil selama minimal 30 menit hingga 60 menit hingga teksturnya kembali empuk. Proses memasak yang lama akan memecah kolagen dalam daging cumi sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna.
Suhu cumi sebelum dimasak juga mempengaruhi hasil akhir. Pastikan cumi berada dalam suhu ruangan sebelum diolah, jangan langsung memasak cumi yang baru dikeluarkan dari freezer. Cumi beku yang langsung dimasak akan menghasilkan kematangan yang tidak merata dan tekstur yang alot karena perubahan suhu yang terlalu drastis.
5. Teknik Memasak Berbagai Olahan Cumi
- Cumi Tumis: Panaskan wajan dengan api besar, tumis bumbu hingga harum, masukkan cumi dan masak selama 2-3 menit sambil terus diaduk cepat. Angkat segera setelah cumi berubah warna agar tidak alot.
- Cumi Goreng Tepung: Lumuri cumi dengan bumbu, celupkan ke kocokan telur, gulingkan di tepung, lalu goreng dalam minyak panas selama maksimal 5 menit hingga berwarna keemasan dan renyah.
- Cumi Bakar: Marinasi cumi dengan bumbu pilihan, biarkan meresap selama 15-30 menit. Bakar di atas panggangan atau teflon selama 2-3 menit sambil sesekali diolesi bumbu agar tidak kering.
- Cumi Berkuah: Masak kuah dengan bumbu hingga mendidih dan matang sempurna. Masukkan cumi 1-2 menit sebelum diangkat agar cumi matang namun tetap empuk dan tidak alot.
- Cumi Rebus: Didihkan air dengan daun salam atau lengkuas, masukkan cumi dan rebus selama 1 menit saja. Angkat dan masukkan ke air es untuk menghentikan proses pemasakan, kemudian olah sesuai resep.
- Cumi Saus: Masak saus terlebih dahulu hingga matang dan mengental. Masukkan cumi yang sudah direbus sebentar, aduk cepat hingga saus merata, lalu segera angkat agar cumi tidak overcooked.
6. Tips Tambahan Mengolah Cumi
Ukuran potongan cumi mempengaruhi waktu memasak dan tekstur akhir. Untuk hasil yang optimal, potong cumi dengan ukuran yang seragam agar tingkat kematangannya merata. Cumi berukuran besar membutuhkan waktu memasak lebih lama dibandingkan cumi kecil, sehingga sebaiknya dipotong menjadi bagian yang lebih kecil.
Teknik mengiris atau membuat kerat pada permukaan cumi dapat membantu bumbu meresap lebih baik dan mempercepat proses pemasakan. Buat sayatan diagonal atau pola kotak-kotak pada permukaan cumi dengan kedalaman sekitar setengah ketebalan daging. Teknik ini juga membuat tampilan cumi lebih menarik saat disajikan.
Penyimpanan cumi yang benar juga penting untuk menjaga kualitasnya. Jika tidak langsung diolah, simpan cumi yang sudah dibersihkan dan dimarinasi dalam wadah kedap udara di kulkas untuk penggunaan 1-2 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, bekukan cumi di freezer dalam wadah tertutup rapat, dapat bertahan hingga 1 bulan tanpa kehilangan kualitas.
Hindari memasak cumi bersamaan dengan bahan lain yang membutuhkan waktu lama. Jika membuat hidangan campuran, masak bahan lain terlebih dahulu hingga hampir matang, baru masukkan cumi di akhir proses memasak. Cara ini memastikan semua bahan matang sempurna tanpa membuat cumi menjadi alot karena terlalu lama terpapar panas.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa lama waktu ideal memasak cumi agar tidak alot?
Waktu ideal memasak cumi adalah kurang dari 3 menit dengan api besar untuk metode cepat, atau lebih dari 30 menit dengan api kecil untuk metode slow-cooked. Hindari memasak cumi dalam rentang waktu 3-30 menit karena akan menghasilkan tekstur yang alot dan keras seperti karet.
Bagaimana cara menghilangkan bau amis pada cumi?
Cara menghilangkan bau amis pada cumi adalah dengan membersihkan cumi secara menyeluruh, membuang kantung tinta dengan hati-hati, lalu merendam atau melumuri cumi dengan air perasan jeruk nipis, lemon, parutan jahe, atau cuka selama 10-15 menit sebelum dibilas dan dimasak.
Apakah cumi harus direbus dulu sebelum dimasak?
Merebus cumi terlebih dahulu bersifat opsional, namun teknik blanching dengan merebus cumi selama 1 menit dapat membantu menghilangkan bau amis dan memastikan cumi tidak overcooked saat proses memasak selanjutnya. Setelah direbus, segera masukkan cumi ke air es untuk menghentikan proses pemasakan.
Mengapa cumi yang sudah dimasak masih alot?
Cumi menjadi alot karena dimasak terlalu lama dalam rentang waktu menengah (3-30 menit), menggunakan cumi yang tidak segar, atau memasak cumi dalam keadaan masih beku. Jika cumi sudah terlanjur alot, teruskan memasak dengan api kecil selama 30-60 menit hingga teksturnya kembali empuk.
Bisakah cumi beku langsung dimasak tanpa dicairkan?
Sebaiknya cumi beku tidak langsung dimasak karena akan menghasilkan tekstur yang tidak merata dan cenderung alot. Cairkan cumi terlebih dahulu di suhu ruangan atau di kulkas, lalu keringkan dengan tisu sebelum dimasak agar hasil masakannya empuk dan matang merata.
Apa ciri-ciri cumi yang masih segar?
Cumi segar memiliki ciri-ciri mata yang bening dan tidak berlendir, tekstur daging yang kenyal dan padat saat ditekan, warna kulit putih kemerahan atau kecokelatan yang mengkilap, aroma yang tidak terlalu amis atau menyengat, serta kondisi tubuh yang masih utuh dan tidak terpisah antara kepala dan badan.
Apakah semua jenis cumi memiliki cara memasak yang sama?
Prinsip dasar cara memasak cumi agar tidak alot dan amis berlaku untuk semua jenis cumi, namun ukuran cumi mempengaruhi durasi memasak. Cumi berukuran besar membutuhkan waktu sedikit lebih lama atau sebaiknya dipotong lebih kecil agar matang merata, sedangkan cumi kecil cukup dimasak dengan durasi yang lebih singkat.
(kpl/fds)
Advertisement