Cara Memasak Daging Biar Cepat Empuk dan Hemat Gas

Cara Memasak Daging Biar Cepat Empuk dan Hemat Gas
cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas

Memasak daging agar cepat empuk sering kali menjadi tantangan tersendiri di dapur. Jika tidak diolah dengan teknik yang tepat, daging bisa terasa alot dan membutuhkan waktu perebusan yang lama. Hal ini tentu berdampak pada penggunaan gas yang lebih banyak serta waktu memasak yang kurang efisien.

Padahal, ada beberapa cara memasak daging agar cepat empuk tanpa harus merebusnya terlalu lama. Dengan teknik yang tepat dan langkah yang terukur, daging bisa menjadi lembut sekaligus lebih hemat gas. Lalu, bagaimana cara memasak daging biar cepat empuk dan tetap efisien? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Mengolah Daging dengan Efisien dan Ekonomis

Mengolah Daging dengan Efisien dan Ekonomis (c) Ilustrasi AI

Memasak daging sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi ibu rumah tangga karena membutuhkan waktu lama dan konsumsi gas yang cukup besar. Namun, dengan teknik yang tepat, cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

Daging memiliki tekstur berserat yang memerlukan proses pemasakan khusus agar tidak alot saat dikonsumsi. Dengan menerapkan beberapa metode sederhana, Anda dapat menghemat waktu memasak hingga 50 persen sekaligus mengurangi penggunaan gas kompor secara signifikan.

Melansir dari Kompas.com, Chef de Cuisine Hotel Indonesia Kempinski, Prasetyo Widodo menjelaskan bahwa teknik memasak yang efisien dapat menghemat biaya operasional dapur terutama dalam penggunaan kompor gas. Teknik-teknik ini tidak hanya menghemat energi tetapi juga menghasilkan daging dengan tekstur yang lebih empuk dan lezat.

2. Metode 5-30-7: Teknik Blanching untuk Daging Empuk

Metode 5-30-7: Teknik Blanching untuk Daging Empuk (c) Ilustrasi AI

Metode 5-30-7 merupakan salah satu cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas yang paling populer dan efektif. Teknik ini didasarkan pada prinsip blanching, yaitu proses memasak makanan dalam air mendidih dengan waktu singkat yang dikombinasikan dengan pemanfaatan uap panas.

Cara melakukan metode 5-30-7 sangat sederhana. Pertama, didihkan air dalam panci hingga benar-benar mendidih dengan api besar. Setelah air mendidih sempurna, masukkan potongan daging ke dalam panci dan rebus selama 5 menit pertama dengan api sedang.

Setelah 5 menit, matikan kompor sepenuhnya dan tutup panci dengan rapat. Biarkan daging berada di dalam panci tertutup selama 30 menit tanpa membuka tutupnya sama sekali. Selama periode ini, uap panas yang terperangkap di dalam panci akan terus memasak daging secara perlahan, membuat serat daging meluruh dan teksturnya menjadi empuk.

Langkah terakhir adalah menyalakan kembali kompor dan merebus daging selama 7 menit dengan api sedang. Pastikan tutup panci tetap rapat agar sirkulasi uap panas tidak keluar dan proses pelunakan daging berlangsung optimal. Dengan metode ini, daging akan matang sempurna dengan tekstur yang empuk tanpa harus merebus berjam-jam.

3. Teknik Memotong Daging yang Benar

Teknik Memotong Daging yang Benar (c) Ilustrasi AI

Salah satu kunci penting dalam cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas adalah teknik memotong yang tepat. Arah potongan daging sangat mempengaruhi tingkat keempukan dan waktu memasak yang dibutuhkan.

Potonglah daging secara melintang atau berlawanan dengan arah serat daging. Teknik memotong melintang serat akan membuat serat-serat daging lebih mudah terurai saat dimasak, sehingga proses pelunakan berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, jika memotong searah dengan serat, daging akan cenderung alot meskipun dimasak dalam waktu lama.

Ukuran potongan juga berpengaruh terhadap waktu memasak. Potong daging dengan ukuran yang lebih kecil dan seragam agar matang merata. Potongan yang lebih kecil memiliki luas permukaan lebih besar sehingga panas dapat meresap lebih cepat ke seluruh bagian daging.

Selain itu, potongan daging yang tepat juga membantu bumbu meresap lebih sempurna. Dengan demikian, Anda tidak hanya mendapatkan daging yang empuk tetapi juga cita rasa yang lebih kaya dan merata di setiap potongan.

4. Memanfaatkan Bahan Alami untuk Melunakkan Daging

Memanfaatkan Bahan Alami untuk Melunakkan Daging (c) Ilustrasi AI

Bahan-bahan alami yang tersedia di dapur dapat menjadi solusi efektif untuk mengempukkan daging tanpa perlu merebus terlalu lama. Beberapa bahan ini mengandung enzim alami yang mampu memecah protein pada serat daging.

Buah Nanas

Nanas mengandung enzim bromelain yang sangat efektif melunakkan daging. Untuk menggunakannya, potong buah nanas matang sebesar jari telunjuk tanpa dikupas, lalu masukkan 2-3 potongan ke dalam rebusan 1-2 kg daging. Rebus hingga daging empuk, namun jangan gunakan terlalu banyak nanas karena dapat membuat daging hancur. Alternatif lainnya adalah menghaluskan nanas dan membalurkannya pada daging, diamkan selama 30 menit sebelum dicuci dan dimasak.

Daun Pepaya

Daun pepaya mengandung enzim papain yang memiliki fungsi serupa dengan bromelain pada nanas. Ambil satu lembar daun pepaya tua atau muda, cuci bersih, lalu remas-remas hingga getahnya keluar. Masukkan daun yang sudah diremas ke dalam air rebusan daging atau bungkus daging dengan daun pepaya dan diamkan selama 30 menit sebelum dimasak.

Kombinasi Daun Jeruk dan Cuka

Untuk 500 gram daging, gunakan 3 lembar daun jeruk pada rebusan pertama selama 10 menit. Setelah ditiriskan, rebus kembali daging dengan menambahkan 2 sendok makan cuka masak pada air rebusan kedua. Kombinasi asam dari cuka dan aroma daun jeruk tidak hanya mengempukkan daging tetapi juga memberikan cita rasa yang lebih segar.

5. Teknik Rebus 17 Menit untuk Hasil Maksimal

Teknik Rebus 17 Menit untuk Hasil Maksimal (c) Ilustrasi AI

Selain metode 5-30-7, terdapat alternatif lain yaitu teknik rebus 17 menit yang juga efektif dalam cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas. Teknik ini menunjukkan durasi total merebus daging dengan pola yang berbeda.

Pertama, siapkan daging yang sudah dipotong berlawanan arah serat. Didihkan air dalam panci, masukkan daging, dan rebus selama 7 menit pertama. Setelah itu, matikan api dan tutup panci rapat-rapat, diamkan selama 5 menit dengan posisi api kompor mati.

Setelah 5 menit berlalu, nyalakan kembali api dan rebus daging selama 5 menit berikutnya. Matikan kembali api dan ulangi proses ini sebanyak 2 kali untuk hasil yang optimal. Teknik ini memanfaatkan siklus panas dan istirahat yang membantu serat daging meluruh secara bertahap.

Keunggulan teknik 17 menit adalah fleksibilitasnya dalam mengontrol tingkat keempukan daging. Anda dapat memeriksa tekstur daging setelah setiap siklus dan menghentikan proses jika sudah mencapai tingkat keempukan yang diinginkan, sehingga tidak ada energi yang terbuang sia-sia.

6. Tips Praktis Menghemat Gas Saat Memasak Daging

Selain teknik memasak khusus, terdapat beberapa tips praktis yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan gas saat mengolah daging. Tips-tips ini sederhana namun memberikan dampak signifikan pada penghematan energi.

1. Pilih Panci yang Tepat

Gunakan panci dengan bahan tebal dan berat yang mampu menahan panas lebih lama. Panci berkualitas baik akan mendistribusikan panas secara merata dan mempertahankan suhu lebih lama setelah api dimatikan. Pastikan juga tutup panci rapat dan berat agar uap panas tidak mudah keluar.

2. Sesuaikan Ukuran Api

Gunakan api besar hanya untuk mendidihkan air di awal. Setelah air mendidih dan daging dimasukkan, kecilkan api ke tingkat minimum yang cukup untuk menjaga air tetap mendidih perlahan. Dengan cara ini, Anda dapat menghemat hingga 25 persen penggunaan gas tanpa mengurangi kualitas hasil masakan.

3. Rendam Daging Sebelum Memasak

Rendam daging dalam air biasa selama 30 menit sebelum dimasak. Proses perendaman membantu melunakkan serat daging dan mengurangi sisa darah atau bau yang tidak sedap. Daging yang sudah direndam akan membutuhkan waktu memasak lebih singkat sehingga lebih hemat gas.

4. Masak dalam Beberapa Batch

Jika memiliki banyak daging, jangan masukkan semuanya sekaligus ke dalam panci. Memasak dalam beberapa sesi mencegah penurunan suhu air secara drastis yang akan membuat Anda harus terus menyalakan api besar untuk mengembalikan suhu. Masak satu batch hingga matang, angkat, lalu lanjutkan dengan batch berikutnya.

5. Manfaatkan Panas Sisa

Matikan api beberapa menit sebelum daging matang sepenuhnya. Panas yang terperangkap di dalam panci dan uap yang masih ada akan terus memasak daging meski api sudah mati. Tutup panci rapat-rapat dan biarkan proses memasak berlanjut dengan panas sisa ini.

7. FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Memasak Daging

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Memasak Daging (c) Ilustrasi AI

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merebus daging agar empuk?

Dengan metode konvensional, daging sapi membutuhkan waktu 1,5-2 jam untuk empuk sempurna. Namun dengan teknik 5-30-7 atau metode 17 menit, waktu memasak dapat dipersingkat menjadi sekitar 42-50 menit saja dengan hasil yang sama empuknya.

2. Apakah metode 5-30-7 aman untuk semua jenis daging?

Ya, metode 5-30-7 aman dan efektif untuk berbagai jenis daging merah seperti sapi, kambing, dan domba. Teknik ini memanfaatkan prinsip blanching dan pemasakan dengan uap panas yang cocok untuk semua jenis daging berserat.

3. Berapa banyak nanas yang boleh digunakan untuk mengempukkan daging?

Untuk 1-2 kg daging, gunakan maksimal 2-3 potongan nanas sepanjang jari telunjuk. Jangan menggunakan terlalu banyak nanas karena enzim bromelain yang terlalu banyak dapat membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek atau bahkan hancur.

4. Apakah harus menggunakan panci presto untuk mendapatkan daging yang empuk?

Tidak harus. Panci presto memang mempercepat proses, tetapi dengan teknik yang tepat seperti metode 5-30-7, penggunaan bahan alami seperti nanas atau daun pepaya, serta teknik memotong yang benar, Anda bisa mendapatkan daging empuk tanpa panci presto.

5. Mengapa daging harus dipotong melawan arah serat?

Memotong daging melawan arah serat akan memutus serat-serat panjang pada daging sehingga lebih mudah terurai saat dimasak. Hal ini membuat daging lebih cepat empuk dan tidak alot saat dikonsumsi, sekaligus mempersingkat waktu memasak.

6. Bolehkah membuka tutup panci saat menerapkan metode 5-30-7?

Sebaiknya tidak. Tutup panci harus tetap rapat selama proses 30 menit api dimatikan agar uap panas tidak keluar. Uap panas yang terperangkap inilah yang terus memasak daging secara perlahan dan membuat teksturnya empuk tanpa perlu menyalakan api.

7. Apakah cara memasak daging biar cepat empuk dan hemat gas ini mengurangi nilai gizi daging?

Tidak. Metode-metode ini justru lebih baik karena tidak memasak daging terlalu lama pada suhu tinggi yang dapat merusak protein dan vitamin. Teknik blanching dan pemasakan dengan uap mempertahankan nutrisi daging lebih baik dibandingkan merebus konvensional dalam waktu lama.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending