Cara Menggunakan Infus Pump untuk Perawatan Pasien

Cara Menggunakan Infus Pump untuk Perawatan Pasien
cara menggunakan infus pump

Kapanlagi.com - Infus pump merupakan alat medis yang digunakan untuk mengatur aliran cairan infus ke dalam tubuh pasien secara otomatis dan terkontrol. Alat ini sering digunakan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk memastikan pemberian cairan maupun obat berjalan dengan dosis dan kecepatan yang tepat.

Karena termasuk perangkat medis, penggunaan infus pump tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus mengikuti prosedur yang benar. Lalu, bagaimana cara menggunakan infus pump dengan tepat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Mengenal Infus Pump dalam Perawatan Medis

Infus pump adalah alat medis yang digunakan untuk mengatur cairan infus yang masuk ke dalam tubuh pasien dalam jumlah tertentu dan jangka waktu tertentu secara teratur dan otomatis. Alat ini memiliki peran vital dalam memastikan keakuratan dosis dan kecepatan aliran cairan yang diberikan kepada pasien.

Penggunaan infus pump sangat penting terutama pada pasien yang memerlukan pengobatan dengan dosis spesifik dan dalam rentang waktu tertentu. Alat ini bekerja dengan cara memompa cairan berupa obat atau nutrisi secara terkontrol dan terukur ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah vena.

Melansir dari U.S. Food & Drug Administration (FDA), infus pump dilengkapi dengan fitur keamanan yang dapat mendeteksi adanya masalah pada aliran cairan, seperti gelembung udara atau hambatan pada selang infus. Bila ditemukan masalah, alarm akan berbunyi dan alat dapat menghentikan aliran cairan secara otomatis untuk keselamatan pasien.

2. Pengertian dan Fungsi Infus Pump

Pengertian dan Fungsi Infus Pump (c) Ilustrasi AI

Infus pump merupakan peralatan medis elektromedik yang dirancang khusus untuk membantu proses penginfusan pada pasien di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengontrol kecepatan alir cairan infus agar dapat terkontrol secara mekanis dengan presisi tinggi.

Fungsi utama dari cara menggunakan infus pump adalah untuk memberikan cairan, nutrisi, atau obat-obatan seperti insulin, antibiotik, kemoterapi, dan penghilang rasa sakit dalam jumlah besar maupun kecil sesuai kebutuhan medis pasien. Alat ini memastikan laju aliran infus ke dalam tubuh pasien memiliki presisi tinggi, terutama untuk terapi menggunakan volume kecil yang memerlukan ketelitian ekstra.

Pada perangkat infus pump terdapat sistem pengontrolan kecepatan atau jumlah tetesan cairan infus yang dijalankan oleh sistem mekanik berdasarkan perintah yang dikendalikan secara elektronik melalui mikro komputer. Sistem pengontrol ini dilengkapi dengan sistem keamanan untuk meminimalisir segala kemungkinan yang dapat terjadi, misalnya kecepatan yang tidak tepat, kesalahan dosis infus, dan deteksi gelembung udara yang berada dalam tabung.

Proses kerja pada alat infus pump diawali dengan pemasangan selang pada klem yang terdapat pada mekanik infus pump sehingga selang terhimpit oleh finger peristaltik. Untuk mendapatkan tetesan sesuai resep terapi dokter, pengaturan diinputkan melalui panel kontrol. Cairan infus dapat mengalir karena gerigi yang terdapat dalam sistem mekanik bergerak secara peristaltik menekan selang dan mendorong cairan ke bawah menuju pembuluh darah pasien.

3. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Infus Pump

Langkah-Langkah Cara Menggunakan Infus Pump (c) Ilustrasi AI

Prosedur cara menggunakan infus pump harus dilakukan dengan teliti dan mengikuti protokol yang benar untuk memastikan keamanan pasien. Berikut adalah langkah-langkah lengkap yang perlu dilakukan oleh tenaga medis terlatih dalam mengoperasikan infus pump.

1. Tahap Pemasangan Selang Infus

Langkah pertama adalah memasang selang infus pada unit infus pump. Tekan tombol open untuk membuka pintu atau klem pada mekanik infus pump. Masukkan selang infus ke dalam jalur yang telah disediakan, pastikan selang terpasang dengan benar dan terhimpit oleh finger peristaltik. Selang harus dipasang sesuai dengan panduan yang tertera pada alat, biasanya ditandai dengan diagram atau petunjuk visual pada unit.

2. Tahap Pengaturan Parameter

Setelah selang terpasang dengan benar, nyalakan infus pump dengan menekan tombol power. Pada layar LCD touch screen, masukkan informasi pasien seperti nama, nomor rekam medis, berat badan, dan jenis cairan yang akan diberikan. Atur kecepatan aliran cairan sesuai dengan resep dokter, biasanya dalam satuan mililiter per jam (ml/jam) atau tetes per menit. Pilih mode pemberian yang sesuai, apakah continuous (kontinyu) untuk aliran terus-menerus atau intermittent (berselang) untuk pemberian dengan jeda waktu tertentu.

3. Tahap Pengaturan Limit dan Alarm

Pengaturan limit pada infus pump digunakan untuk memasukkan sejumlah cairan dalam waktu tertentu. Untuk menghitung kecepatan infus dalam cc/jam, bagi jumlah total cairan yang akan dimasukkan dengan total waktu yang ditentukan. Sebagai contoh, jika instruksi adalah memasukkan 500 cc dalam 24 jam, maka limitnya adalah 500 cc dan kecepatannya adalah 500 dibagi 24 jam, yaitu sekitar 21 cc/jam. Atur juga alarm untuk batas volume atau waktu pemberian cairan agar petugas medis dapat segera mengetahui jika cairan hampir habis atau waktu pemberian telah selesai.

4. Tahap Memulai Infusi

Sebelum memulai infusi, gunakan tombol bolus atau purge untuk membersihkan selang dari udara yang mungkin masih terperangkap. Tekan tombol ini hingga cairan mengalir keluar dari ujung selang dan tidak ada gelembung udara yang terlihat. Setelah yakin selang bebas dari udara, hubungkan ujung selang ke kateter intravena yang telah terpasang pada pasien. Pastikan koneksi terpasang dengan aman dan tidak ada kebocoran. Tekan tombol start untuk memulai proses infusi, dan perhatikan layar untuk memastikan alat bekerja dengan normal.

5. Tahap Pengawasan dan Monitoring

Selama proses pemberian cairan berlangsung, pantau pasien dengan cermat dan perhatikan kondisi umum pasien. Periksa infus pump secara berkala untuk memastikan tidak ada alarm yang berbunyi dan aliran cairan berjalan lancar sesuai dengan kecepatan yang telah diatur. Perhatikan area pemasangan infus pada pasien untuk mendeteksi tanda-tanda komplikasi seperti pembengkakan, kemerahan, atau kebocoran cairan di sekitar area tusukan. Pengurangan volume cairan dalam botol atau kantong infus juga harus selalu diperhatikan agar dapat diganti sebelum habis.

6. Tahap Penghentian

Ketika pemberian cairan telah selesai atau perlu dihentikan, tekan tombol stop untuk memberhentikan aliran. Matikan infus pump dengan menekan tombol power. Lepaskan selang infus dari pasien dengan hati-hati, kemudian lepaskan selang dari unit infus pump dengan menekan tombol open. Buang selang infus dan peralatan sekali pakai lainnya sesuai dengan prosedur pembuangan limbah medis yang berlaku di fasilitas kesehatan.

4. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan (c) Ilustrasi AI

Dalam cara menggunakan infus pump, ada beberapa hal krusial yang harus diperhatikan untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi. Fungsi alat harus dilakukan pengujian dan kalibrasi sebelum digunakan untuk memastikan akurasi pemberian dosis. Perangkat infus pump harus dipasang dengan teliti dan hati-hati, mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan.

Pengurangan volume cairan dalam botol infus selalu harus diperhatikan agar tidak terjadi kekosongan yang dapat menyebabkan udara masuk ke dalam selang. Meskipun alat bekerja secara otomatis, petugas medis tetap harus selalu mengecek dan memantau karena ada kemungkinan terjadinya kesalahan alat atau malfungsi. Adanya gelembung udara yang masuk ke dalam tubuh pasien perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan emboli udara yang berbahaya.

Dalam memberikan pengaturan tetesan, petugas harus melakukannya dengan teliti dan sesuaikan dengan petunjuk dokter. Kesalahan dalam pengaturan dapat berakibat fatal, baik karena pemberian dosis yang terlalu cepat maupun terlalu lambat. Pasien juga disarankan untuk tidak terlalu banyak menggerakkan area tubuh yang diinfus agar infus tidak bergeser dan berisiko tersumbat.

Melansir dari Cleveland Clinic, jika terlalu banyak menggerakkan area yang diinfus, darah bisa terlihat naik ke selang infus. Namun kondisi ini tidak berbahaya dan bisa mereda jika lengan yang diinfus kembali ke posisi semula. Selang maupun jarum infus perlu diganti setiap 4 hari sekali atau lebih cepat sesuai dengan kondisi pasien untuk mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.

5. Jenis-Jenis Infus Pump dan Penggunaannya

Terdapat beberapa jenis infus pump dengan fitur dan kegunaan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Pemahaman tentang jenis-jenis ini penting dalam menentukan cara menggunakan infus pump yang tepat untuk setiap kondisi.

  1. Infus Pump Suntik (Syringe Pump) - Jenis ini umum digunakan untuk memberikan cairan atau obat dalam dosis kecil secara tepat. Cairan didorong keluar dari tabung syringe oleh pendorong bermotor. Syringe pump sangat cocok untuk pemberian obat-obatan yang memerlukan dosis presisi tinggi seperti obat jantung atau obat kemoterapi.
  2. Infus Pump Elastomer - Jenis ini menjadi pilihan yang sering digunakan untuk perawatan di rumah karena bentuknya ringkas dan portabel. Cairan obat didorong keluar dari kantong elastis yang dapat mengempis secara bertahap selama periode tertentu. Keunggulan utama alat ini adalah tidak memerlukan listrik sehingga sangat praktis untuk perawatan jangka panjang di rumah.
  3. Infus Pump Peristaltik - Alat ini menggunakan rol untuk menekan tabung fleksibel dan mendorong cairan ke depan. Jenis ini dapat diandalkan karena mampu menangani aliran dengan berbagai kecepatan dan cocok untuk berbagai jenis cairan infus termasuk yang memiliki viskositas tinggi.
  4. Infus Pump Multi-Saluran - Jenis infus canggih ini memungkinkan pemberian beberapa cairan berbeda secara bersamaan pada kecepatan yang bervariasi. Alat ini sangat berguna untuk program pengobatan yang kompleks, misalnya pada pasien ICU yang memerlukan beberapa jenis obat sekaligus.
  5. Smart Infus Pump - Jenis ini dilengkapi dengan fitur keamanan seperti pustaka obat dan peringatan untuk mencegah kesalahan pemberian obat. Smart pump memastikan pemberian yang aman sesuai dengan dosis yang ditentukan dan dapat terhubung secara nirkabel ke sistem komputer rumah sakit untuk monitoring terpusat.

6. Perawatan dan Pemeliharaan Infus Pump

Perawatan dan Pemeliharaan Infus Pump (c) Ilustrasi AI

Perawatan infus pump yang tepat sangat penting untuk memastikan alat berfungsi dengan baik dan meminimalisir risiko kerusakan. Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan dalam merawat peralatan medis ini, khususnya dalam manajemen rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Setelah alat selesai digunakan, infus pump harus dibersihkan dan dikeringkan dari kemungkinan adanya cairan yang menetes pada alat. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi dengan disinfektan yang sesuai, hindari penggunaan cairan berlebihan yang dapat merusak komponen elektronik. Alat harus disimpan di tempat dengan suhu udara sejuk, tidak boleh terlalu panas dan tidak boleh terlalu lembab untuk menjaga kondisi komponen elektronik dan mekanik.

Alat harus dilakukan pengecekan secara rutin dengan kalibrasi atau uji fungsi tetesan untuk memastikan alat bekerja dengan baik dan akurat. Kalibrasi sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang terlatih dan bersertifikat. Baterai perlu diisi ulang hingga penuh sebelum disimpan untuk memastikan alat siap digunakan kapan saja dalam kondisi darurat. Sistem fuse pada alat perlu dicek secara berkala agar terhindar dari kemungkinan sambungan arus pendek yang berakibat fatal pada alat.

Mengutip dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/E/1721/2023, pemilik izin edar alat kesehatan termasuk infus pump diwajibkan melakukan pengujian post-market secara mandiri terhadap produk yang beredar. Pengujian dilakukan secara berkala minimal 1 kali dalam 2 tahun di laboratorium uji yang terakreditasi, meliputi uji keselamatan listrik dan uji kinerja produk untuk memastikan alat kesehatan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

1. Apakah infus pump bisa digunakan untuk semua jenis pasien?

Infus pump dapat digunakan untuk berbagai jenis pasien, namun pemilihan jenis infus pump harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Untuk bayi dan anak-anak dengan berat badan kurang dari 7 kilogram biasanya menggunakan micro drip, sedangkan untuk orang dewasa umumnya menggunakan macro drip. Keputusan penggunaan harus berdasarkan pertimbangan dokter yang menangani.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasang infus pump?

Proses pemasangan dan pengaturan infus pump oleh tenaga medis terlatih biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit. Waktu ini mencakup persiapan alat, pemasangan selang, pengaturan parameter, dan memastikan alat berfungsi dengan baik sebelum memulai pemberian cairan kepada pasien.

3. Apa yang harus dilakukan jika alarm infus pump berbunyi?

Jika alarm berbunyi, segera periksa layar infus pump untuk mengetahui jenis alarm yang muncul. Alarm bisa menandakan berbagai masalah seperti selang tersumbat, udara dalam selang, cairan hampir habis, atau baterai lemah. Jangan mencoba mematikan alarm tanpa mengatasi masalahnya terlebih dahulu. Segera hubungi perawat atau tenaga medis yang bertanggung jawab untuk menangani masalah tersebut.

4. Apakah pasien boleh bergerak saat terpasang infus pump?

Pasien boleh bergerak dengan hati-hati saat terpasang infus pump, namun disarankan untuk tidak terlalu banyak menggerakkan area tubuh yang diinfus. Banyak infus pump modern dirancang portabel dengan handle dan dapat dipasang pada tiang infus beroda sehingga pasien dapat berjalan dengan pengawasan. Namun, gerakan berlebihan dapat menyebabkan selang bergeser atau tersumbat.

5. Berapa lama infus pump dapat beroperasi dengan baterai?

Daya tahan baterai infus pump bervariasi tergantung merek dan tipe alat. Infus pump modern seperti EN-V7 Smart dapat bertahan hingga 9 jam penggunaan dengan baterai penuh. Namun, untuk keamanan pasien, sebaiknya infus pump tetap terhubung dengan sumber listrik jika memungkinkan, dan baterai digunakan sebagai cadangan saat perpindahan atau kondisi darurat.

6. Apakah infus pump perlu dikalibrasi secara rutin?

Ya, infus pump perlu dikalibrasi secara rutin untuk memastikan akurasi pemberian dosis. Kalibrasi sebaiknya dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali atau sesuai dengan rekomendasi pabrik. Kalibrasi harus dilakukan oleh teknisi yang terlatih dan bersertifikat menggunakan peralatan standar yang sesuai untuk menjamin keakuratan fungsi alat.

7. Siapa saja yang boleh mengoperasikan infus pump?

Infus pump hanya boleh dioperasikan oleh tenaga medis yang terlatih dan memiliki kompetensi dalam penggunaan alat tersebut, seperti dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lain yang telah mendapat pelatihan khusus. Penggunaan yang tidak tepat oleh orang yang tidak terlatih dapat menimbulkan risiko komplikasi serius seperti overdosis, infeksi, atau emboli udara yang membahayakan keselamatan pasien.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending