Cara Menghitung Berat Badan Ideal
cara menghitung berat ideal (h)
Kapanlagi.com - Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan banyak orang karena tidak hanya meningkatkan penampilan, tetapi juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berat badan yang seimbang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Setiap orang memiliki berat badan ideal yang berbeda-beda tergantung pada tinggi badan, usia, jenis kelamin, dan komposisi tubuh. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum, diperlukan perhitungan yang tepat menggunakan metode yang telah diakui secara medis.
Menurut World Health Organization (WHO), berat badan ideal adalah rentang berat yang sehat berdasarkan indeks massa tubuh dengan nilai normal antara 18,5 hingga 24,9. Dengan mengetahui cara menghitung berat badan ideal, Anda dapat memantau kondisi kesehatan dan mengambil langkah yang tepat untuk mencapainya.
Advertisement
1. Pengertian Berat Badan Ideal
Berat badan ideal adalah berat badan yang dianggap paling menyehatkan bagi seseorang dengan mengacu pada tinggi badannya. Ini merupakan berat badan yang memberikan angka harapan hidup paling tinggi dan risiko penyakit paling rendah.
Berat badan ideal mengacu pada rentang berat badan yang sehat yang sesuai antara tinggi dan struktur tubuh seseorang, serta dikaitkan dengan risiko rendah terhadap penyakit berbahaya yang dipicu oleh berat badan berlebih. Namun perlu dipahami bahwa berat badan ideal bukan berarti harus kurus atau langsing, melainkan memiliki proporsi yang seimbang dengan tinggi badan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan ideal seseorang meliputi jenis kelamin, usia, tinggi badan, massa otot, dan kerangka tubuh. Pria cenderung memiliki massa otot yang lebih besar dibandingkan wanita, sehingga berat badan ideal keduanya berbeda meskipun memiliki tinggi badan yang sama.
Berat badan yang tidak ideal, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Berat badan berlebih dapat memicu penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Sementara berat badan yang terlalu rendah dapat menyebabkan malnutrisi, osteoporosis, anemia, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
2. Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Rumus Broca
Salah satu metode paling sederhana untuk menghitung berat badan ideal adalah menggunakan rumus Broca. Rumus ini ditemukan oleh Pierre Paul Broca, seorang dokter bedah dan ahli antropologi fisik dari Prancis yang hidup antara tahun 1824 hingga 1880.
Rumus Broca mampu membedakan antara berat badan pria dan wanita karena komposisi tubuh pria dan wanita cenderung berbeda. Melansir dari Ciputra Medical Center, perhitungan menggunakan rumus Broca relatif mudah dilakukan karena hanya memerlukan data tinggi badan.
Berikut adalah rumus Broca untuk menghitung berat badan ideal:
Untuk Pria:
Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]
Untuk Wanita:
Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]
Contoh Perhitungan untuk Pria:
Seorang pria dengan tinggi badan 170 cm:
(170 - 100) – [(170 - 100) x 10%] = 70 – 7 = 63 kg
Contoh Perhitungan untuk Wanita:
Seorang wanita dengan tinggi badan 158 cm:
(158 - 100) – [(158 - 100) x 15%] = 58 – 8,7 = 49,3 kg
Meskipun rumus Broca mudah digunakan, metode ini memiliki keterbatasan. Rumus ini kurang efektif untuk orang dengan ukuran tubuh yang sangat besar atau sangat kecil, serta tidak cocok untuk menghitung berat badan ideal pada bayi dan anak-anak.
3. Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Metode lain yang populer untuk menghitung berat badan ideal adalah menggunakan Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI). IMT adalah pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan yang dapat diterapkan pada pria dan wanita dewasa.
Rumus untuk menghitung IMT adalah:
IMT = Berat badan (kg) : [Tinggi badan (m)]²
Contoh Perhitungan:
Seseorang dengan berat badan 60 kg dan tinggi badan 162 cm (1,62 m):
IMT = 60 : (1,62)² = 60 : 2,62 = 22,9
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kategori IMT untuk orang dewasa Asia adalah: IMT kurang dari 18,5 termasuk kurus, IMT 18,5-22,9 termasuk normal, IMT 23-24,9 termasuk kelebihan berat badan, dan IMT 25 atau lebih termasuk obesitas.
Berikut adalah tabel kategori IMT untuk orang dewasa:
- Kurus (Underweight): IMT kurang dari 18,5
- Normal (Ideal): IMT 18,5 – 22,9
- Kelebihan Berat Badan (Overweight): IMT 23 – 24,9
- Obesitas: IMT 25 atau lebih
Meskipun IMT banyak digunakan, metode ini memiliki keterbatasan. IMT tidak memperhitungkan komposisi tubuh seperti massa otot, distribusi lemak, dan kepadatan tulang. Atlet atau binaragawan dengan massa otot tinggi mungkin memiliki IMT tinggi namun sebenarnya sehat.
4. Metode Pengukuran Berat Badan Ideal Lainnya
Selain rumus Broca dan IMT, terdapat beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang ideal atau tidak. Metode-metode ini memberikan perspektif tambahan tentang kesehatan tubuh.
1. Waist to Hip Ratio (WHR)
WHR membandingkan ukuran pinggang seseorang dengan pinggulnya, dan WHR yang tinggi berhubungan dengan kadar lemak visceral yang lebih tinggi. Untuk menghitung WHR, ukur lingkar pinggang pada bagian terkecil (biasanya di atas pusar) dan lingkar pinggul pada bagian terlebar, kemudian bagi lingkar pinggang dengan lingkar pinggul.
Rumus WHR: Lingkar pinggang (cm) : Lingkar pinggul (cm)
Seseorang dianggap mengalami obesitas jika nilai WHR lebih dari 0,9 untuk pria dan lebih dari 0,85 untuk wanita.
2. Waist to Height Ratio (WtHR)
WtHR membandingkan lingkar pinggang dengan tinggi badan seseorang. Metode ini dianggap lebih akurat dalam memprediksi risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan IMT karena mempertimbangkan distribusi lemak di area perut.
Rumus WtHR: Lingkar pinggang (cm) : Tinggi badan (cm)
Nilai WtHR yang sehat adalah kurang dari 0,5, yang berarti lingkar pinggang harus kurang dari setengah tinggi badan.
3. Persentase Lemak Tubuh
Pengukuran persentase lemak tubuh memberikan informasi yang lebih spesifik tentang komposisi tubuh. Cara paling umum adalah menggunakan jangka sorong khusus untuk mengukur lipatan kulit di beberapa bagian tubuh seperti paha, perut, dada, atau lengan atas.
5. Tabel Berat Badan Ideal Berdasarkan Tinggi Badan
Untuk memudahkan Anda mengetahui rentang berat badan ideal, berikut adalah tabel berat badan ideal untuk pria dan wanita berdasarkan tinggi badan dan bentuk tubuh menurut rumus Broca.
Tabel Berat Badan Ideal Wanita:
- Tinggi 150 cm: 43-46 kg (kecil), 45-50 kg (sedang), 48-56 kg (besar)
- Tinggi 155 cm: 45-49 kg (kecil), 47-53 kg (sedang), 51-59 kg (besar)
- Tinggi 160 cm: 48-51 kg (kecil), 50-56 kg (sedang), 54-61 kg (besar)
- Tinggi 165 cm: 50-54 kg (kecil), 52-58 kg (sedang), 56-64 kg (besar)
- Tinggi 170 cm: 54-58 kg (kecil), 56-63 kg (sedang), 60-68 kg (besar)
Tabel Berat Badan Ideal Pria:
- Tinggi 160 cm: 52-56 kg (kecil), 55-60 kg (sedang), 59-66 kg (besar)
- Tinggi 165 cm: 55-59 kg (kecil), 58-63 kg (sedang), 61-69 kg (besar)
- Tinggi 170 cm: 58-62 kg (kecil), 62-68 kg (sedang), 65-73 kg (besar)
- Tinggi 175 cm: 62-66 kg (kecil), 65-71 kg (sedang), 69-77 kg (besar)
- Tinggi 180 cm: 66-70 kg (kecil), 68-75 kg (sedang), 72-81 kg (besar)
Tabel ini memberikan rentang berat badan yang sehat berdasarkan kerangka tubuh. Kerangka tubuh kecil, sedang, atau besar dapat mempengaruhi berat badan ideal seseorang meskipun memiliki tinggi yang sama.
6. Tips Mencapai dan Menjaga Berat Badan Ideal
Setelah mengetahui cara menghitung berat badan ideal dan mengetahui kategori berat badan Anda saat ini, langkah selanjutnya adalah mencapai dan mempertahankannya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan.
1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Hindari makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan garam berlebihan. Pastikan asupan kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.
2. Rutin Berolahraga
Olahraga atau aktivitas fisik secara rutin mampu membakar kalori dan memangkas jaringan lemak berlebih di dalam tubuh. Lakukan olahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit setiap hari. Pilih jenis olahraga yang Anda sukai seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau berenang.
3. Atur Porsi Makan
Perhatikan porsi makan Anda dan usahakan untuk makan secara teratur. Jangan melewatkan sarapan karena dapat membantu mengontrol nafsu makan sepanjang hari dan mencegah makan berlebihan pada waktu makan berikutnya.
4. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air putih yang cukup, minimal 8 gelas per hari. Air membantu metabolisme tubuh, menjaga hidrasi, dan dapat membantu mengontrol nafsu makan. Minum air 30 menit sebelum makan dapat membuat Anda merasa lebih cepat kenyang.
5. Tidur yang Cukup
Kurang tidur dapat meningkatkan hormon rasa lapar dan menurunkan hormon kenyang, sehingga berpotensi meningkatkan berat badan. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.
6. Batasi Waktu di Depan Layar
Kebiasaan menghabiskan banyak waktu di depan layar televisi, komputer, atau ponsel dapat membuat Anda kurang bergerak dan cenderung ngemil. Batasi waktu melihat layar dan perbanyak aktivitas fisik.
7. Kelola Stres dengan Baik
Stres dapat mempengaruhi pola makan dan menyebabkan makan berlebihan atau sebaliknya. Kelola stres dengan baik melalui meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa perbedaan antara berat badan ideal pria dan wanita?
Berat badan ideal pria dan wanita berbeda karena perbedaan komposisi tubuh. Pria umumnya memiliki massa otot yang lebih besar, sedangkan wanita memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Perbedaan hormon juga mempengaruhi distribusi lemak dalam tubuh, sehingga rumus perhitungan berat badan ideal keduanya dibedakan.
2. Apakah IMT selalu akurat untuk menentukan berat badan ideal?
IMT adalah indikator yang baik untuk populasi umum, namun memiliki keterbatasan. IMT tidak membedakan antara massa otot dan lemak, sehingga atlet atau binaragawan dengan massa otot tinggi mungkin memiliki IMT tinggi namun sebenarnya sehat. Untuk penilaian yang lebih akurat, sebaiknya dikombinasikan dengan metode pengukuran lain.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai berat badan ideal?
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai berat badan ideal berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada kondisi awal, target yang ingin dicapai, dan konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat. Penurunan atau penambahan berat badan yang sehat adalah sekitar 0,5-1 kg per minggu. Yang terpenting adalah melakukannya secara bertahap dan konsisten.
4. Apakah berat badan ideal berubah seiring bertambahnya usia?
Ya, berat badan ideal dapat berubah seiring bertambahnya usia karena perubahan metabolisme, massa otot, dan komposisi tubuh. Orang dewasa yang lebih tua cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dan lebih sedikit massa otot dibandingkan orang yang lebih muda dengan IMT yang sama. Namun, prinsip menjaga berat badan sehat tetap sama di semua usia.
5. Apa risiko kesehatan jika berat badan tidak ideal?
Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, stroke, sleep apnea, dan beberapa jenis kanker. Sementara berat badan yang terlalu rendah dapat menyebabkan malnutrisi, anemia, osteoporosis, sistem kekebalan tubuh lemah, dan gangguan kesuburan pada wanita.
6. Apakah diet ketat diperlukan untuk mencapai berat badan ideal?
Diet ketat atau ekstrem tidak disarankan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Yang lebih penting adalah menerapkan pola makan sehat dan seimbang yang dapat dijalani secara konsisten, dikombinasikan dengan olahraga teratur dan gaya hidup sehat.
7. Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang berat badan?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan berat badan ideal meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, jika berat badan turun atau naik secara drastis tanpa sebab yang jelas, atau jika memiliki kondisi kesehatan tertentu yang mempengaruhi berat badan. Dokter atau ahli gizi dapat membantu membuat program yang sesuai dengan kondisi Anda.
(kpl/fds)
Advertisement
