Nama Bulan dalam Bahasa Jepang: Panduan Lengkap untuk Pemula

Nama Bulan dalam Bahasa Jepang: Panduan Lengkap untuk Pemula
nama bulan dalam bahasa jepang

Kapanlagi.com - Mempelajari nama bulan dalam bahasa Jepang merupakan salah satu dasar penting dalam penguasaan bahasa Jepang. Sistem penamaan bulan di Jepang memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan bahasa Indonesia atau Inggris.

Berbeda dengan nama bulan dalam bahasa Indonesia yang menggunakan nama khusus seperti Januari atau Februari, Jepang menggunakan sistem penomoran sederhana. Setiap bulan dinamai berdasarkan urutannya dalam setahun, yaitu bulan pertama, bulan kedua, dan seterusnya.

Menurut Kalender Jepang - Wikipedia bahasa Indonesia, Jepang telah menggunakan sistem Kalender Gregorian sejak tahun ke-6 zaman Meiji (1 Januari 1873). Sebelumnya, Jepang menggunakan Kalender Tempo yang merupakan kalender lunisolar.

1. Sistem Penamaan Bulan Modern dalam Bahasa Jepang

Sistem Penamaan Bulan Modern dalam Bahasa Jepang (c) Ilustrasi AI

Sistem penamaan bulan dalam bahasa Jepang modern sangat sederhana dan logis. Setiap bulan dibentuk dengan menggabungkan angka urutan bulan dengan kata "gatsu" (月) yang berarti bulan.

Rumus dasar pembentukan nama bulan adalah: Angka + gatsu = Nama bulan. Misalnya, bulan pertama (Januari) disebut "ichigatsu" yang terdiri dari "ichi" (satu) dan "gatsu" (bulan). Begitu pula dengan bulan-bulan lainnya yang mengikuti pola yang sama.

Berikut adalah daftar lengkap nama bulan dalam bahasa Jepang:

1. Ichigatsu (一月) - Januari.

2. Nigatsu (二月) - Februari.

3. Sangatsu (三月) - Maret.

4. Shigatsu (四月) - April.

5. Gogatsu (五月) - Mei.

6. Rokugatsu (六月) - Juni.

7. Shichigatsu (七月) - Juli.

8. Hachigatsu (八月) - Agustus.

9. Kugatsu (九月) - September.

10. Jugatsu (十月) - Oktober.

11. Juichigatsu (十一月) - November.

12. Junigatsu (十二月) - Desember.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa bulan memiliki pengucapan khusus. April menggunakan "shi" bukan "yon" untuk angka empat, Juli menggunakan "shichi" bukan "nana" untuk angka tujuh, dan September menggunakan "ku" bukan "kyuu" untuk angka sembilan.

2. Cara Penulisan dan Pengucapan Nama Bulan

Cara Penulisan dan Pengucapan Nama Bulan (c) Ilustrasi AI

Dalam menuliskan nama bulan dalam bahasa Jepang, terdapat dua cara yang dapat digunakan. Pertama menggunakan kanji untuk angka, dan kedua menggunakan angka Arab yang lebih praktis dalam penulisan modern.

Contoh penulisan untuk bulan Januari dapat ditulis sebagai 一月 (menggunakan kanji) atau 1月 (menggunakan angka Arab). Kedua cara penulisan ini sama-sama diterima dan digunakan secara luas di Jepang, tergantung pada konteks penggunaannya.

Pengucapan setiap bulan memiliki pola yang konsisten, kecuali untuk tiga bulan yang memiliki pengecualian. Bulan April diucapkan "shigatsu" bukan "yongatsu", bulan Juli diucapkan "shichigatsu" meskipun "nanagatsu" juga dapat diterima, dan bulan September diucapkan "kugatsu" bukan "kyuugatsu".

Melansir dari Learn and Pronounce the 12 Months of the Year in Japanese, sistem ini membuat pembelajaran nama bulan menjadi sangat mudah bagi pemula karena hanya perlu menguasai angka dasar dan satu kata tambahan yaitu "gatsu".

3. Nama Bulan Tradisional Jepang (Wafuu Getsumei)

Nama Bulan Tradisional Jepang (Wafuu Getsumei) (c) Ilustrasi AI

Sebelum adopsi kalender Gregorian, Jepang memiliki sistem penamaan bulan tradisional yang disebut wafuu getsumei (和風月名). Nama-nama ini masih dikenal dan digunakan dalam konteks sastra, puisi, dan budaya tradisional Jepang.

Sistem penamaan tradisional ini berdasarkan pada kalender lunar dan mencerminkan aktivitas musiman serta fenomena alam yang terjadi pada setiap bulan. Setiap nama memiliki makna mendalam yang terkait dengan kehidupan masyarakat Jepang pada masa lampau.

Berikut adalah nama-nama bulan tradisional:

1. Mutsuki (睦月) - Bulan keharmonisan (Januari).

2. Kisaragi (如月) - Bulan mengenakan pakaian berlapis (Februari).

3. Yayoi (弥生) - Bulan pertumbuhan (Maret).

4. Uzuki (卯月) - Bulan mekar bunga deutzia (April).

5. Satsuki (皐月) - Bulan menanam bibit padi (Mei).

6. Minazuki (水無月) - Bulan air (Juni).

7. Fumizuki (文月) - Bulan surat (Juli).

8. Hazuki (葉月) - Bulan daun (Agustus).

9. Nagatsuki (長月) - Bulan yang memanjang (September).

10. Kannazuki (神無月) - Bulan tanpa dewa (Oktober).

11. Shimotsuki (霜月) - Bulan embun beku (November).

12. Shiwasu (師走) - Bulan guru berlari (Desember).

Nama-nama tradisional ini mencerminkan kehidupan agraris masyarakat Jepang kuno dan masih memiliki tempat khusus dalam budaya Jepang modern, terutama dalam karya sastra dan perayaan tradisional.

4. Penggunaan Nama Bulan dalam Kalimat

Penggunaan Nama Bulan dalam Kalimat (c) Ilustrasi AI

Dalam penggunaan praktis, nama bulan dalam bahasa Jepang dapat dikombinasikan dengan berbagai partikel untuk membentuk kalimat yang bermakna. Pemahaman tentang penggunaan partikel yang tepat sangat penting untuk komunikasi yang efektif.

Ketika menyatakan waktu spesifik, partikel "ni" (に) digunakan setelah nama bulan. Contohnya: "Shigatsu ni sakura ga miemasu" (四月に桜が見えます) yang berarti "Bunga sakura dapat dilihat pada bulan April". Partikel ini menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa.

Untuk menyatakan topik pembicaraan, partikel "wa" (は) dapat digunakan. Misalnya: "Ichigatsu wa samui desu" (一月は寒いです) yang berarti "Bulan Januari itu dingin". Dalam konteks ini, bulan Januari menjadi topik yang dibicarakan dalam kalimat.

Saat menanyakan bulan, digunakan kata tanya "nangatsu" (何月) yang berarti "bulan apa". Contoh pertanyaan: "Raigetsu wa nangatsu desu ka?" (来月は何月ですか?) yang berarti "Bulan depan bulan apa?"

5. Sistem Kalender dan Penanggalan Jepang

Sistem Kalender dan Penanggalan Jepang (c) Ilustrasi AI

Sistem penanggalan Jepang modern mengikuti format tahun-bulan-tanggal, berbeda dengan format Indonesia yang menggunakan tanggal-bulan-tahun. Urutan penulisan ini mencerminkan hierarki dari unit waktu terbesar ke terkecil.

Jepang juga menggunakan sistem penanggalan berdasarkan era kekaisaran yang disebut "gengo" (元号). Selain tahun Gregorian, tanggal juga dapat ditulis menggunakan nama era seperti Reiwa, Heisei, atau Showa. Sistem ini masih digunakan dalam dokumen resmi dan formal.

Dalam penulisan modern, baik angka Arab maupun kanji dapat digunakan untuk menyatakan tanggal. Format digital sering menggunakan angka Arab untuk kemudahan, sementara dokumen formal cenderung menggunakan kanji tradisional.

Menurut Kalender Jepang - Wikipedia, sistem penanggalan Jepang juga mengenal konsep "rokuyou" (六曜) yang merupakan enam hari mistik yang masih dipercaya untuk menentukan hari baik dalam melakukan aktivitas penting seperti pernikahan atau upacara.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

1. Bagaimana cara mudah mengingat nama bulan dalam bahasa Jepang?

Cara termudah adalah dengan menguasai angka 1-12 dalam bahasa Jepang terlebih dahulu, kemudian menambahkan kata "gatsu" di belakangnya. Ingat pengecualian untuk April (shigatsu), Juli (shichigatsu), dan September (kugatsu) yang memiliki pengucapan khusus.

2. Apakah nama bulan tradisional Jepang masih digunakan?

Nama bulan tradisional masih digunakan dalam konteks sastra, puisi, dan budaya tradisional. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Jepang lebih sering menggunakan sistem modern dengan angka dan gatsu.

3. Mengapa beberapa bulan memiliki pengucapan yang berbeda?

Pengucapan khusus untuk April, Juli, dan September disebabkan oleh preferensi fonetik dan tradisi linguistik. Angka 4, 7, dan 9 memiliki beberapa cara baca, dan untuk nama bulan dipilih yang paling mudah diucapkan dan didengar.

4. Bagaimana cara menanyakan bulan dalam bahasa Jepang?

Gunakan kata tanya "nangatsu" (何月) yang berarti "bulan apa". Contoh: "Kyou wa nangatsu desu ka?" (今日は何月ですか?) berarti "Hari ini bulan apa?"

5. Apakah penulisan kanji wajib untuk nama bulan?

Tidak wajib. Dalam penulisan modern, baik kanji (一月) maupun angka Arab (1月) dapat digunakan. Pilihan tergantung pada konteks dan preferensi penulis, dengan angka Arab lebih praktis untuk penggunaan digital.

6. Kapan Jepang mulai menggunakan sistem penamaan bulan modern?

Jepang mulai menggunakan sistem penamaan bulan modern sejak adopsi Kalender Gregorian pada tahun ke-6 zaman Meiji (1 Januari 1873). Sebelumnya menggunakan sistem kalender lunar dengan nama-nama tradisional.

7. Bisakah nama bulan tradisional digunakan dalam percakapan formal?

Nama bulan tradisional dapat digunakan dalam konteks formal tertentu, terutama dalam acara budaya, upacara tradisional, atau karya sastra. Namun untuk komunikasi bisnis dan kehidupan sehari-hari, sistem modern lebih umum digunakan.

Rekomendasi
Trending