Alice Through the Looking Glass
Adventure Family Fantasy

Alice Through the Looking Glass

2016 113 menit PG
6.8/10
Rating 6.2/10
Sutradara
James Bobin
Penulis Skenario
Linda Woolverton Lewis Carroll
Studio
Walt Disney Pictures Roth Films Team Todd

Petualangan Alice kembali dimulai ketika Mia Wasikowska (Alice Kingsleigh) pulang ke London setelah bertahun tahun berlayar mengelilingi samudra. Pengalaman sebagai kapten muda membentuk Alice menjadi pribadi yang lebih berani, rasional, dan percaya pada kemampuannya sendiri. Namun kepulangannya tidak disambut hangat. Ia harus menghadapi tekanan keluarga, tuntutan sosial, serta perubahan besar di perusahaan ayahnya yang kini berada di bawah kendali pihak lain. Dunia nyata terasa semakin sempit, penuh aturan, dan tidak memberi ruang bagi imajinasi yang selama ini menjadi bagian penting dari hidup Alice.

Di tengah kebingungan itu, Alice kembali terhubung dengan dunia yang selama ini hanya dianggap sebagai kenangan masa kecil. Sebuah cermin misterius membawanya kembali ke Underland, tempat penuh keajaiban yang pernah ia tinggalkan. Namun kali ini, Underland tidak lagi sama. Ada kegelisahan yang terasa sejak langkah pertama Alice menginjakkan kaki di sana. Teman teman lamanya menyambut dengan perasaan campur aduk antara rindu dan kekhawatiran.

Salah satu yang paling mencolok adalah perubahan pada Johnny Depp (Mad Hatter). Sosok ceria dan penuh semangat itu kini terlihat murung, rapuh, dan kehilangan cahaya dalam dirinya. Mad Hatter terobsesi dengan masa lalunya dan yakin bahwa keluarganya yang selama ini ia kira telah tiada sebenarnya masih hidup. Keyakinan itu menggerogoti pikirannya dan membuat kesehatannya menurun dengan cepat. Sahabat sahabatnya hanya bisa menyaksikan tanpa tahu bagaimana cara menolong.

Alice tidak tinggal diam. Ia merasa bertanggung jawab dan yakin bahwa ada cara untuk menyelamatkan Mad Hatter dari kesedihan yang mematikan. Pencariannya membawa Alice bertemu dengan Sacha Baron Cohen (Time), penjaga waktu yang memiliki wujud mekanik sekaligus kepribadian unik. Time menguasai Chronosphere, sebuah perangkat yang memungkinkan perjalanan ke masa lalu. Namun Time juga menegaskan satu aturan mutlak, masa lalu tidak boleh diubah karena setiap perubahan akan membawa konsekuensi besar bagi masa kini dan masa depan.

Dorongan untuk menyelamatkan sahabatnya membuat Alice mengambil risiko terbesar dalam hidupnya. Ia mencuri Chronosphere dan melompat ke masa lalu, meski tahu tindakannya bisa membahayakan keseimbangan waktu. Perjalanan ini tidak hanya membawa Alice menyaksikan kejadian penting dalam hidup Mad Hatter, tetapi juga membuka rahasia lama yang melibatkan tokoh tokoh lain di Underland.

Di masa lalu, Alice melihat masa kecil Mad Hatter, hubungannya dengan keluarga, serta tragedi yang membentuk kepribadiannya. Di sisi lain, ia juga menyaksikan masa muda Helena Bonham Carter (Red Queen) dan Anne Hathaway (White Queen). Fakta mengejutkan terungkap tentang hubungan dua saudari ini, termasuk peristiwa yang memicu kebencian, rasa iri, dan perpecahan di antara mereka. Alice mulai menyadari bahwa setiap karakter di Underland menyimpan luka yang berakar dari pilihan masa lalu.

Namun perjalanan Alice tidak berjalan mulus. Setiap kali ia mengubah atau menyentuh peristiwa tertentu, dampaknya langsung terasa di masa kini. Underland mulai menunjukkan tanda tanda kerusakan. Waktu menjadi tidak stabil, alam runtuh, dan keberadaan dunia itu sendiri terancam lenyap. Time tidak tinggal diam. Ia mengejar Alice, bukan semata karena Chronosphere dicuri, tetapi karena keseimbangan waktu berada di ambang kehancuran.

Di tengah pelarian, Alice harus berpacu dengan waktu untuk menemukan kebenaran tentang keluarga Mad Hatter. Ia dihadapkan pada dilema besar, menyelamatkan satu sahabat dengan risiko menghancurkan banyak hal, atau menerima kenyataan pahit bahwa tidak semua luka bisa disembuhkan dengan kembali ke masa lalu. Setiap pertemuan dengan versi muda para tokoh membuat Alice semakin memahami bahwa masa lalu tidak pernah sesederhana yang terlihat.

Ketegangan memuncak ketika Chronosphere mulai rusak. Time yang selama ini tampak dingin dan tegas memperlihatkan sisi lain dirinya. Ia bukan sekadar penjaga aturan, melainkan bagian dari sistem yang rapuh dan penuh beban. Alice akhirnya menyadari bahwa Time bukan musuh sejati, melainkan korban dari kesalahan yang terus berulang akibat keinginan manusia untuk mengubah takdir.

Sementara itu, kondisi Mad Hatter di masa kini semakin memburuk. Sahabat sahabatnya menyaksikan dengan cemas, berharap Alice bisa kembali sebelum semuanya terlambat. Hubungan Red Queen dan White Queen juga kembali diuji, memaksa mereka menghadapi masa lalu yang selama ini dihindari. Konflik personal berubah menjadi krisis yang melibatkan seluruh Underland.

Ketika waktu hampir habis, Alice harus membuat pilihan terakhir. Ia dihadapkan pada kenyataan bahwa menyelamatkan seseorang tidak selalu berarti mengubah apa yang telah terjadi. Terkadang, menerima masa lalu dan berdamai dengannya justru menjadi kunci untuk melanjutkan hidup. Keputusan Alice menentukan nasib Mad Hatter, Underland, dan bahkan Time itu sendiri.

Petualangan ini membawa Alice pada pemahaman baru tentang arti kehilangan, persahabatan, dan tanggung jawab. Dunia fantasi yang penuh warna menjadi cermin dari dunia nyata, tempat setiap orang berjuang menghadapi penyesalan dan harapan. Saat Alice kembali berdiri di persimpangan waktu, satu pertanyaan besar menggantung, apakah keberanian untuk menerima masa lalu lebih kuat daripada keinginan untuk mengubahnya?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Mia Wasikowska Alice Kingsleigh
Johnny Depp Hatter Tarrant Hightopp
Helena Bonham Carter Iracebeth
Anne Hathaway Mirana
Sacha Baron Cohen Time
Rhys Ifans Zanik Hightopp
Matt Lucas Tweedledee
Lindsay Duncan Helen Kingsleigh
Leo Bill Hamish
Geraldine James Lady Ascot