Bad Moms
Synopsis
Amy (Mila Kunis) adalah gambaran ibu modern yang terlihat baik baik saja di luar, tetapi sebenarnya kelelahan secara mental dan fisik. Setiap hari hidupnya dipenuhi jadwal yang padat. Ia harus mengurus dua anaknya, mengantar ke sekolah, memastikan nilai mereka bagus, menyiapkan makanan sehat, bekerja penuh waktu, dan tetap tampil sebagai ibu yang dianggap sempurna. Di rumah, Amy juga harus menghadapi suami yang lebih sibuk dengan dunianya sendiri dan perlahan tidak lagi terlibat dalam urusan keluarga.
Tekanan semakin terasa ketika lingkungan sekolah anak anaknya dipenuhi standar yang tinggi. Para ibu berlomba menjadi yang paling ideal, paling rapi, paling aktif, dan paling peduli. Amy merasa tidak pernah cukup. Apa pun yang ia lakukan selalu terasa salah atau kurang. Ia mulai mempertanyakan kenapa menjadi ibu harus sesempurna itu, sementara kelelahan dan perasaan terabaikan tidak pernah benar benar dibicarakan.
Di sekolah, Amy berhadapan dengan Gwendolyn James (Christina Applegate), ketua komunitas ibu sekolah yang tampil anggun, disiplin, dan sangat dominan. Gwendolyn mewakili standar ibu ideal yang membuat Amy dan banyak ibu lain merasa terintimidasi. Setiap kegiatan sekolah diatur dengan ketat, penuh aturan, dan tidak memberi ruang bagi kesalahan kecil. Amy semakin merasa tertekan dan kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
Di tengah kekacauan itu, Amy mulai menemukan teman yang senasib. Carla (Kathryn Hahn) adalah ibu dengan kepribadian bebas, blak blakan, dan tidak peduli pada penilaian orang lain. Carla hidup dengan caranya sendiri dan menolak tunduk pada standar sosial yang menurutnya tidak masuk akal. Ada juga Kiki (Kristen Bell), ibu yang lembut, penurut, dan selama ini selalu berada di bawah bayang bayang suaminya yang dominan.
Pertemuan tiga perempuan ini menjadi titik balik. Dari obrolan sederhana tentang kelelahan dan frustrasi, muncul keberanian untuk jujur. Mereka menyadari bahwa selama ini mereka terlalu keras pada diri sendiri. Menjadi ibu ternyata sering kali berarti mengorbankan kebahagiaan pribadi demi citra yang diterima masyarakat. Kesadaran ini mendorong mereka melakukan sesuatu yang dianggap tidak pantas bagi ibu ibu pada umumnya.
Amy memutuskan untuk berhenti berusaha menjadi ibu sempurna. Ia mulai melanggar rutinitas yang selama ini mengikatnya. Ia membiarkan anak anaknya menikmati hal hal sederhana tanpa tekanan berlebihan. Ia juga mulai memikirkan kebahagiaannya sendiri. Keputusan ini memicu perubahan besar dalam hidupnya dan menarik Carla serta Kiki untuk ikut melangkah keluar dari zona aman mereka.
Kebebasan kecil itu berkembang menjadi aksi yang lebih besar. Amy, Carla, dan Kiki mulai menikmati hidup dengan cara yang selama ini mereka hindari. Mereka pergi berpesta, minum bersama, tertawa lepas, dan melakukan hal hal spontan tanpa rasa bersalah. Di balik tawa dan kekacauan, ada perasaan lega karena akhirnya mereka merasa hidup sebagai diri sendiri, bukan sebagai peran yang harus dimainkan.
Namun kebebasan ini tidak datang tanpa konsekuensi. Lingkungan sekolah mulai bereaksi. Gwendolyn merasa otoritasnya terancam. Ia melihat perubahan Amy sebagai ancaman terhadap tatanan yang selama ini ia jaga. Konflik pun tak terhindarkan. Persaingan antara Amy dan Gwendolyn semakin terbuka dan melibatkan banyak ibu lain yang diam diam juga merasa lelah dengan standar yang ada.
Amy berada di persimpangan sulit. Di satu sisi, ia menikmati hidup yang lebih jujur dan bebas. Di sisi lain, ia harus menghadapi tekanan sosial, konflik dengan sekolah, dan kebingungan anak anaknya yang ikut merasakan perubahan ini. Hubungannya dengan suami pun semakin diuji karena ia tidak lagi mau menjadi pihak yang selalu mengalah.
Sementara itu, Carla menunjukkan sisi emosional yang jarang terlihat. Di balik sikap santainya, ia menyimpan luka dan ketakutan akan keterikatan. Kiki juga perlahan belajar bersuara dan menyadari bahwa ia berhak dihargai, bukan hanya oleh orang lain tetapi juga oleh dirinya sendiri. Ketiganya saling menguatkan dan menjadi tempat aman untuk jujur tanpa takut dihakimi.
Ketegangan mencapai puncaknya saat komunitas sekolah menggelar acara besar yang mempertaruhkan posisi dan pengaruh. Amy dipaksa memilih apakah ia akan kembali ke pola lama demi kenyamanan sosial atau tetap berdiri dengan prinsip barunya meski berisiko dikucilkan. Pilihan ini tidak hanya menentukan posisinya di sekolah, tetapi juga cara ia memandang dirinya sendiri sebagai ibu dan perempuan.
Bad Moms bergerak sebagai kisah tentang tekanan sosial yang sering kali dibungkus dengan tuntutan kesempurnaan. Di balik humor yang frontal dan situasi yang berlebihan, tersimpan realitas yang dekat dengan banyak orang. Film ini memperlihatkan bahwa menjadi ibu tidak selalu berarti kehilangan identitas diri. Ada ruang untuk lelah, marah, dan menikmati hidup tanpa harus merasa bersalah.
Amy belajar bahwa kebahagiaan pribadi bukan musuh dari tanggung jawab. Justru dengan jujur pada diri sendiri, ia bisa menjadi ibu yang lebih hadir dan manusiawi. Carla dan Kiki pun menemukan versi diri mereka yang lebih berani. Persahabatan mereka menjadi fondasi untuk menghadapi tekanan sosial yang selama ini membungkam suara banyak ibu.
Pada akhirnya, perjuangan ini bukan tentang siapa ibu terbaik, tetapi tentang keberanian untuk mendefinisikan kebahagiaan dengan cara sendiri. Pertanyaannya, beranikah Amy dan kedua sahabatnya terus mempertahankan pilihan hidup mereka saat dunia di sekitarnya menuntut mereka kembali ke standar lama?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Bidadari Surga
15 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
16 Januari 2026
Project Hail Mary
20 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER LEGEND
21 Januari 2026
MLBB: M7 WATCH PARTY - TIER MYTHIC
21 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
14 Rekomendasi Film Tentang Kapal Selam Paling Seru, Bikin Tegang Sepanjang Nonton
23 Rekomendasi Film Detektif Paling Seru, Penuh Misteri yang Bikin Penasaran
13 Film Agen Rahasia Paling Seru dari Berbagai Negara yang Wajib Ditonton