Carol
Drama Romance

Carol

2016 118 menit R
8/10
Rating 7.3/10
Sutradara
Todd Haynes
Penulis Skenario
Phyllis Nagy Patricia Highsmith
Studio
The Weinstein Company Film4 Number 9 Films

Carol Aird (Cate Blanchett) pertama kali muncul sebagai sosok perempuan dewasa yang elegan, tenang, dan tampak mapan di tengah hiruk pikuk New York tahun 1950 an. Ia datang ke sebuah department store besar menjelang musim liburan, mencari hadiah untuk putrinya. Di balik mantel mahal dan sikap percaya diri, Carol menyimpan kegelisahan yang tidak terlihat oleh orang lain. Di tempat itulah ia bertemu dengan Therese Belivet (Rooney Mara), seorang pegawai toko muda yang sedang berada di persimpangan hidupnya sendiri.

Therese adalah perempuan muda yang masih mencari arah. Ia bekerja di bagian penjualan mainan sambil menyimpan mimpi menjadi fotografer. Hubungannya dengan Richard Semco (Jake Lacy) berjalan tanpa gairah, lebih seperti rutinitas yang diterima karena dianggap wajar. Ketika tatapannya bertemu dengan Carol, ada rasa asing yang sulit dijelaskan. Percakapan singkat mereka terasa biasa, tetapi meninggalkan kesan mendalam bagi Therese.

Tanpa disadari, Carol meninggalkan sarung tangan di meja toko. Benda kecil itu menjadi alasan awal bagi Therese untuk menghubunginya kembali. Dari satu panggilan telepon sederhana, hubungan mereka perlahan berkembang. Carol mengundang Therese untuk makan siang, dan sejak saat itu pertemuan demi pertemuan membuka ruang keintiman yang semakin nyata. Bagi Therese, Carol menghadirkan dunia baru yang dewasa, berani, dan penuh kebebasan. Bagi Carol, kehadiran Therese terasa seperti napas segar di tengah hidup yang terasa sempit.

Carol sedang berada dalam proses perceraian dengan suaminya Harge Aird (Kyle Chandler). Konflik mereka bukan hanya soal perpisahan, tetapi juga soal hak asuh anak dan norma sosial yang menekan. Di mata masyarakat, Carol dituntut untuk menjadi ibu dan istri yang sesuai dengan harapan zaman. Hubungannya dengan Therese menjadi ancaman besar bagi posisi tersebut, sesuatu yang bisa digunakan untuk menjatuhkannya secara hukum dan moral.

Ketika tekanan semakin kuat, Carol memutuskan melakukan perjalanan darat bersama Therese. Perjalanan ini menjadi ruang aman sementara, jauh dari tatapan penghakiman. Di sepanjang jalan, kedekatan mereka tumbuh dengan jujur dan perlahan. Mereka berbagi cerita, tawa, dan keheningan yang terasa nyaman. Therese mulai memotret Carol, bukan hanya sebagai objek visual, tetapi sebagai seseorang yang benar benar ia lihat dan pahami.

Namun, pelarian itu tidak berlangsung lama. Carol menyadari bahwa kebahagiaan mereka dibangun di atas risiko besar. Seorang detektif bayaran diam diam mengikuti mereka, mengumpulkan bukti untuk digunakan dalam proses hukum. Ketika kebenaran itu terungkap, Carol dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan hak asuh anaknya atau mempertahankan cintanya pada Therese.

Keputusan Carol untuk mengakhiri perjalanan secara mendadak meninggalkan luka mendalam bagi Therese. Perpisahan itu terasa dingin dan membingungkan. Therese kembali ke New York dengan perasaan kehilangan dan ketidakpastian. Ia mencoba melanjutkan hidupnya, bekerja sebagai fotografer magang, dan membuka diri pada lingkungan baru. Namun bayangan Carol tidak pernah benar benar pergi.

Di sisi lain, Carol menghadapi proses hukum yang kejam. Tuduhan dan tekanan membuatnya harus menilai ulang hidupnya. Ia memilih untuk tidak lagi berbohong tentang dirinya sendiri, meski konsekuensinya sangat berat. Carol menolak untuk hidup dalam kepura puraan, sebuah sikap yang jarang dimiliki perempuan pada masa itu. Keputusan tersebut membuatnya kehilangan sebagian hak atas anaknya, tetapi memberinya kembali kendali atas jati dirinya.

Waktu berjalan, dan Therese mulai tumbuh sebagai individu yang lebih percaya diri. Ia menemukan suaranya sendiri sebagai fotografer dan mulai memahami bahwa cintanya pada Carol bukan sekadar fase atau kekaguman sesaat. Ketika kesempatan untuk bertemu kembali muncul, Therese dihadapkan pada pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya ia inginkan dari hidup dan cinta.

Pertemuan mereka kembali terasa penuh ketegangan dan harapan. Carol kini tampak lebih jujur pada dirinya sendiri, tidak lagi berlindung di balik peran yang dipaksakan. Ia menawarkan kemungkinan masa depan bersama, tanpa janji kosong, tetapi dengan kejujuran penuh risiko. Bagi Therese, tawaran itu berarti meninggalkan zona aman dan memilih jalan yang belum tentu diterima oleh lingkungan sekitarnya.

Di tengah ruangan restoran yang ramai, tatapan mereka kembali bertemu. Tidak ada kata kata besar, tidak ada adegan dramatis berlebihan. Yang ada hanya pilihan yang harus diambil dengan kesadaran penuh. Therese memahami bahwa mencintai Carol berarti menerima seluruh kompleksitas hidupnya, termasuk tantangan sosial dan pribadi yang menyertainya.

Kisah Carol dan Therese bergerak dengan tenang namun penuh emosi. Hubungan mereka dibangun dari tatapan, gestur kecil, dan kejujuran yang tumbuh perlahan. Di dunia yang membatasi pilihan perempuan, keduanya berusaha menemukan ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa rasa takut. Setiap keputusan membawa konsekuensi, tetapi juga membuka kemungkinan baru tentang kebebasan dan keberanian mencintai.

Pada akhirnya, perjalanan ini bukan hanya tentang romansa, tetapi tentang keberanian memilih hidup yang jujur. Carol dan Therese sama sama belajar bahwa cinta tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah atau diterima banyak orang. Cinta menuntut pengorbanan, keteguhan, dan kesiapan menghadapi kehilangan. Pertanyaannya kemudian, apakah keberanian untuk mencintai juga berarti keberanian untuk menanggung seluruh risikonya?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Cate Blanchett Carol Aird
Rooney Mara Therese Belivet
Sarah Paulson Abby Gerhard
Kyle Chandler Harge Aird
Jake Lacy Richard Semco
John Magaro Dannie McElroy
Cory Michael Smith Tommy Tucker
Kevin Crowley Fred Haymes
Nik Pajic Phil McElroy
Carrie Brownstein Genevieve Cantrell