Eddie the Eagle
Synopsis
Sejak kecil, Eddie Edwards (Taron Egerton) tumbuh sebagai anak laki laki dengan mimpi besar yang sering dianggap mustahil. Ia memiliki fisik yang tidak ideal, kacamata tebal, dan sering mengalami cedera ringan akibat berbagai percobaan olahraga yang ia lakukan. Namun satu hal yang tidak pernah berkurang adalah keyakinannya untuk bisa menjadi atlet Olimpiade. Eddie tidak terlalu peduli cabang olahraga apa yang akan membawanya ke sana. Baginya, Olimpiade adalah tujuan hidup yang harus diperjuangkan dengan segala cara, meski dunia seolah terus mengatakan bahwa ia tidak cukup baik.
Eddie mencoba berbagai cabang olahraga sejak usia muda. Ia pernah bercita cita menjadi atlet lari, lalu beralih ke ski alpine. Sayangnya, keterbatasan dana, teknik yang kurang matang, serta tubuhnya yang tidak memenuhi standar atlet elit Inggris membuatnya berkali kali gagal menembus seleksi nasional. Setiap kegagalan selalu disertai rasa sakit, baik secara fisik maupun mental. Meski begitu, Eddie tidak pernah benar benar berhenti. Ia justru semakin terobsesi untuk menemukan satu jalan yang bisa membawanya ke Olimpiade Musim Dingin.
Di tengah keterpurukan dan kelelahan, Eddie menemukan fakta bahwa Inggris hampir tidak memiliki wakil di cabang lompat ski. Cabang ini tergolong ekstrem, berisiko tinggi, dan tidak populer di negaranya. Bagi Eddie, kondisi itu justru membuka peluang. Tanpa pengalaman sebelumnya, ia memutuskan untuk menekuni lompat ski meski harus memulai dari nol. Keputusan ini dianggap gila oleh banyak orang, termasuk federasi olahraga yang meragukan keseriusannya.
Perjalanan Eddie membawanya ke Jerman, tempat ia bertemu Bronson Peary (Hugh Jackman), mantan atlet lompat ski asal Amerika yang kini hidup terasing dan penuh luka masa lalu. Bronson dikenal sebagai sosok keras, sinis, dan tidak percaya pada mimpi manis. Awalnya ia menolak membantu Eddie karena melihatnya sebagai orang naif yang tidak tahu apa apa tentang dunia lompat ski. Namun kegigihan Eddie yang terus datang, jatuh, bangkit, lalu mencoba lagi perlahan meluluhkan sikap Bronson.
Di bawah bimbingan Bronson, Eddie mulai belajar dasar lompat ski dengan cara yang keras dan jauh dari nyaman. Ia sering jatuh, mengalami rasa takut saat meluncur dari ketinggian, dan harus melawan naluri bertahan hidupnya sendiri. Bronson tidak pernah memanjakannya. Ia menuntut disiplin dan keberanian penuh, sambil terus mengingatkan bahwa lompat ski bukan sekadar soal teknik, tetapi juga soal mental. Setiap latihan menjadi pertarungan antara mimpi dan rasa takut.
Sementara itu, di Inggris, pihak federasi olahraga memandang Eddie sebagai ancaman terhadap citra atlet nasional. Mereka menganggap Eddie tidak pantas mewakili negara karena dianggap tidak kompetitif dan berpotensi mempermalukan Inggris di Olimpiade. Upaya Eddie untuk lolos kualifikasi pun dipersulit oleh berbagai aturan dan tekanan administratif. Namun Eddie tetap maju, mengandalkan satu hal yang tidak bisa dihentikan siapa pun, yaitu tekadnya.
Hubungan Eddie dan Bronson perlahan berubah. Di balik sikap kasarnya, Bronson melihat dirinya di masa lalu pada diri Eddie. Seorang atlet yang pernah memiliki potensi besar, tetapi dihancurkan oleh sistem dan tekanan prestasi. Melatih Eddie menjadi cara bagi Bronson untuk berdamai dengan kegagalannya sendiri. Mereka bukan hanya membangun relasi pelatih dan atlet, tetapi juga ikatan emosional yang lahir dari luka dan harapan.
Perjuangan Eddie mencapai puncaknya saat ia akhirnya berhasil memenuhi syarat untuk tampil di Olimpiade Musim Dingin 1988 di Calgary. Keberhasilannya ini tidak datang dengan sorak sorai megah. Banyak pihak masih meremehkannya, menganggap kehadirannya sekadar pelengkap. Eddie pun menyadari bahwa ia bukan favorit, bahkan nyaris mustahil meraih medali. Namun baginya, berdiri di sana saja sudah menjadi kemenangan pribadi.
Saat hari perlombaan tiba, Eddie harus menghadapi ketakutan terbesarnya. Melompat dari ketinggian dengan sorotan dunia tertuju padanya. Setiap detik di atas papan luncur menjadi penentuan antara menyerah atau melompat dengan keyakinan penuh. Ia tahu bahwa hasil akhirnya mungkin tidak akan mengubah papan klasemen, tetapi lompatannya bisa mengubah cara ia memandang dirinya sendiri.
Di tengah sorakan penonton yang awalnya penuh tawa dan keraguan, Eddie justru menemukan dukungan yang tak terduga. Keberaniannya untuk tetap melompat, meski sadar akan keterbatasannya, perlahan mengubah persepsi banyak orang. Ia bukan atlet terbaik, tetapi ia adalah simbol ketekunan yang sulit diabaikan. Setiap lompatan menjadi pernyataan bahwa mimpi tidak selalu harus diukur dengan medali.
Eddie the Eagle bukan hanya tentang olahraga, tetapi tentang seseorang yang menolak didefinisikan oleh kegagalan dan penilaian orang lain. Eddie Edwards (Taron Egerton) membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba sering kali lebih bermakna daripada hasil akhir. Dengan segala kekurangannya, ia tetap melompat, tetap berdiri, dan tetap percaya pada mimpinya sendiri. Apakah keberanian Eddie untuk melompat tanpa jaminan kemenangan mampu mengubah cara dunia memandang arti sebuah keberhasilan?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
15 Referensi Nonton Film Dewasa Barat Rekomendasi Netflix Terbaik dengan Cerita Seru dan Menarik
36 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix Terbaik dari Berbagai Genre
20 Rekomendasi Film Perang Kerajaan Paling Seru yang Penuh Intrik, Ada Kisah Nyata
30 Rekomendasi Film Terbaik Sepanjang Masa, Sekali Nonton Bikin Nagih