Fences
Drama

Fences

2016 139 menit PG-13
7.9/10
Rating 7.2/10
Sutradara
Denzel Washington
Penulis Skenario
August Wilson
Studio
BRON Studios Escape Artists MACRO

Troy Maxson (Denzel Washington) menjalani hari harinya sebagai pekerja pengangkut sampah di sebuah kota di Amerika pada dekade 1950 an. Hidupnya keras, rutinitasnya melelahkan, dan pikirannya dipenuhi oleh kenangan masa lalu yang tidak pernah benar benar pergi. Di balik sikapnya yang tegas dan sering kali keras, Troy adalah sosok ayah yang merasa telah bertarung sendirian melawan dunia yang tidak pernah memberinya kesempatan adil.

Setiap sore setelah bekerja, Troy kerap menghabiskan waktu di halaman rumah bersama sahabat lamanya, Jim Bono (Stephen McKinley Henderson). Percakapan mereka dipenuhi cerita tentang pekerjaan, kehidupan, dan mimpi yang tidak pernah tercapai. Troy sering mengulang kisah masa mudanya sebagai pemain bisbol berbakat yang gagal menembus liga profesional karena diskriminasi rasial. Kegagalan itu membentuk cara pandangnya terhadap dunia, membuatnya percaya bahwa harapan sering kali hanya berujung kekecewaan.

Di dalam rumah, Rose Maxson (Viola Davis) menjadi penyeimbang dalam keluarga. Ia adalah istri yang setia, penuh kesabaran, dan berusaha menjaga keutuhan rumah tangga di tengah sikap Troy yang dominan. Rose percaya pada kerja keras, tanggung jawab, dan keluarga sebagai tempat pulang. Ia mendukung Troy selama bertahun tahun, meski sering harus menahan luka dari kata kata tajam suaminya.

Konflik mulai terasa ketika Cory Maxson (Jovan Adepo), anak Troy dan Rose, menunjukkan bakat besar dalam sepak bola Amerika. Cory mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa olahraga. Bagi Cory, ini adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik. Namun bagi Troy, tawaran itu justru membangkitkan ketakutan lama. Ia menolak memberi izin dan bersikeras bahwa dunia olahraga tidak akan pernah adil bagi anak kulit hitam seperti mereka.

Penolakan Troy bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga cerminan dari luka pribadinya yang belum sembuh. Ia memproyeksikan kegagalannya sendiri ke dalam hidup Cory, tanpa menyadari bahwa zaman telah berubah. Pertentangan antara ayah dan anak ini semakin memanas, memicu jarak emosional yang sulit dijembatani. Cory mulai mempertanyakan apakah ayahnya benar benar ingin melindunginya, atau justru menahannya agar tidak melampaui bayangan masa lalu Troy.

Di sisi lain, Lyons Maxson (Russell Hornsby), anak Troy dari hubungan sebelumnya, juga menghadapi konflik dengan ayahnya. Lyons memilih jalan hidup sebagai musisi jazz yang tidak stabil secara finansial. Troy memandang pilihan itu sebagai bentuk kemalasan dan ketidakbertanggungjawaban. Hubungan mereka penuh ketegangan, namun Lyons tetap berusaha menjaga rasa hormat terhadap ayah yang jarang memberinya dukungan emosional.

Simbol pagar yang sedang dibangun di halaman rumah menjadi metafora penting dalam kehidupan keluarga Maxson. Troy mengerjakannya dengan setengah hati, sering menunda dan menjadikannya alasan untuk melampiaskan amarah. Bagi Rose, pagar adalah cara menjaga keluarga tetap utuh dan aman. Bagi Troy, pagar mencerminkan batas antara dirinya dan dunia luar, sekaligus dinding yang ia bangun untuk melindungi diri dari rasa gagal dan takut kehilangan.

Ketegangan mencapai titik balik ketika sebuah rahasia besar terungkap. Troy mengakui bahwa ia menjalin hubungan dengan perempuan lain dan perempuan tersebut kini mengandung anaknya. Pengakuan ini menghancurkan kepercayaan Rose yang selama ini bertahan demi keluarga. Dunia yang ia jaga dengan penuh kesabaran runtuh dalam sekejap. Namun di tengah rasa sakit itu, Rose tetap harus mengambil keputusan sulit yang akan menentukan arah hidupnya dan anak anaknya.

Kehadiran bayi hasil perselingkuhan membawa konsekuensi emosional yang besar. Rose memilih menerima tanggung jawab merawat anak tersebut, tetapi menegaskan batas baru dalam hubungannya dengan Troy. Sikapnya berubah dari istri yang selalu mengikuti menjadi perempuan yang berdiri atas prinsip dan harga dirinya sendiri. Troy, yang terbiasa memegang kendali, mulai merasakan kesepian dan kehilangan yang selama ini ia hindari.

Hubungan Troy dan Cory semakin memburuk hingga berujung konfrontasi terbuka. Pertengkaran mereka tidak lagi sekadar soal masa depan, tetapi tentang pengakuan, rasa hormat, dan cinta yang tidak pernah diungkapkan dengan cara sehat. Cory akhirnya memilih meninggalkan rumah, membawa luka yang akan membentuk dirinya di kemudian hari.

Seiring waktu berjalan, Troy harus menghadapi konsekuensi dari pilihan hidupnya. Sosok yang selalu merasa kuat dan tak tergoyahkan perlahan menunjukkan sisi rapuhnya. Ia menyadari bahwa pagar yang ia bangun tidak hanya menjaga, tetapi juga mengurung dirinya sendiri. Keluarga yang ingin ia lindungi justru menjauh karena caranya mencintai yang penuh ketakutan.

Pada akhirnya, kehidupan keluarga Maxson bergerak menuju fase baru yang dipenuhi refleksi dan penerimaan. Setiap anggota keluarga membawa luka masing masing, namun juga kesempatan untuk memahami masa lalu dengan sudut pandang yang lebih dewasa. Troy meninggalkan warisan yang rumit, bukan hanya tentang kegagalan dan kemarahan, tetapi juga tentang bagaimana trauma bisa diwariskan tanpa disadari.

Apakah mungkin bagi sebuah keluarga untuk memutus rantai luka lama dan membangun masa depan yang lebih terbuka, atau pagar yang telah berdiri itu akan terus membatasi langkah mereka selamanya?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Denzel Washington Troy Maxson
Viola Davis Rose Maxson
Stephen McKinley Henderson Jim Bono
Jovan Adepo Cory
Russell Hornsby Lyons
Mykelti Williamson Gabriel
Saniyya Sidney Raynell
Christopher Mele Deputy Commissioner
Lesley Boone Evangelist Preacher
Jason Silvis Garbage Truck Driver