Hail, Caesar!
Comedy Drama Mystery

Hail, Caesar!

2016 106 menit PG-13
6.9/10
Rating 6.3/10
Sutradara
Ethan Coen Joel Coen
Penulis Skenario
Ethan Coen Joel Coen
Studio
Universal Pictures Working Title Films Mike Zoss Productions

Eddie Mannix (Josh Brolin) adalah sosok penting di balik layar industri film Hollywood era 1950 an. Ia bukan sutradara, bukan produser utama, dan bukan pula bintang layar lebar. Namun hampir semua masalah besar studio berada di tangannya. Eddie bekerja sebagai fixer yang bertugas menjaga citra para bintang tetap bersih, memastikan produksi berjalan lancar, dan menutup rapat skandal sebelum sampai ke publik. Hidupnya dipenuhi jadwal padat, telepon yang tidak pernah berhenti berdering, serta dilema moral yang terus menguji keyakinannya.

Setiap pagi Eddie memulai hari dengan rutinitas yang sama. Ia berangkat kerja dengan pikiran penuh, menimbang apakah ia akan tetap setia pada pekerjaannya atau menerima tawaran dari perusahaan lain yang menjanjikan hidup lebih tenang. Namun sebelum sempat mengambil keputusan besar, masalah demi masalah kembali datang. Hollywood tidak pernah benar benar tidur, dan Eddie adalah orang pertama yang dipanggil ketika kekacauan muncul.

Studio tempat Eddie bekerja sedang memproduksi film epik berjudul Hail Caesar. Film ini dibintangi oleh Baird Whitlock (George Clooney), aktor terkenal yang dikenal karismatik namun juga ceroboh. Di tengah proses syuting yang megah, Baird tiba tiba menghilang tanpa jejak. Tidak ada yang tahu ke mana ia pergi, sementara jadwal produksi terancam kacau dan biaya membengkak. Eddie harus bergerak cepat sebelum berita ini bocor ke media.

Pencarian Baird membawa Eddie pada situasi yang semakin absurd. Ia menemukan bahwa sang aktor diculik oleh sekelompok penulis skenario yang menyebut diri mereka The Future. Kelompok ini terdiri dari intelektual kiri yang frustrasi dengan sistem studio Hollywood. Mereka menahan Baird di sebuah rumah pantai sambil memberikan ceramah panjang tentang kapitalisme, buruh, dan ideologi. Anehnya, Baird justru tampak menikmati diskusi tersebut dan mulai mempertanyakan hidupnya sendiri sebagai bintang film.

Sementara itu, masalah lain juga menumpuk. DeeAnna Moran (Scarlett Johansson), aktris populer yang dikenal melalui film musikal air, tiba tiba hamil di luar nikah. Kehamilan ini berpotensi merusak citranya sebagai bintang bersih dan elegan. Eddie harus segera mencari solusi agar reputasi DeeAnna tetap aman di mata publik. Ia menyusun rencana pernikahan kilat yang tampak sempurna di atas kertas, meski di baliknya penuh rekayasa.

Di lokasi syuting lain, Hobie Doyle (Alden Ehrenreich), bintang film koboi yang ceria dan polos, dipaksa tampil dalam film drama kelas atas. Perubahan genre ini membuat Hobie kesulitan menghafal dialog dan menyesuaikan gaya aktingnya. Sutradara film tersebut, Laurence Laurentz (Ralph Fiennes), merasa frustasi namun tetap berusaha membimbing Hobie agar tampil layak di layar. Eddie harus menenangkan kedua pihak agar produksi tidak berhenti di tengah jalan.

Tekanan semakin besar ketika Loretta McLaughlin (Tilda Swinton), seorang jurnalis gosip yang licik, mulai mencium kejanggalan seputar hilangnya Baird. Loretta dikenal memiliki saudari kembar identik yang juga bekerja sebagai jurnalis, membuat situasi semakin rumit. Eddie harus memainkan kata kata dengan hati hati, menyuap, dan mengalihkan perhatian agar rahasia studio tetap aman.

Di sela kesibukan itu, Eddie juga harus menghadapi konflik batin. Ia adalah seorang Katolik taat yang sering berkonsultasi dengan para pemimpin agama mengenai moralitas pekerjaannya. Setiap kebohongan yang ia ucapkan dan setiap skandal yang ia tutupi membuatnya bertanya apakah pekerjaannya masih sejalan dengan nilai yang ia yakini. Namun di saat yang sama, ia merasa bertanggung jawab menjaga ratusan orang yang bergantung pada kelancaran studio.

Penculikan Baird akhirnya terungkap lebih dalam ketika Eddie mengikuti jejak uang tebusan yang diminta kelompok The Future. Ia menyadari bahwa masalah ini tidak hanya soal aktor yang hilang, tetapi juga tentang ketidakpuasan para pekerja kreatif terhadap sistem Hollywood. Eddie harus menyelesaikan masalah ini tanpa menimbulkan keributan publik dan tanpa menghancurkan produksi film besar yang sedang berjalan.

Ketika Baird akhirnya ditemukan, situasi justru menjadi semakin ironis. Sang aktor tampak enggan kembali ke dunia gemerlap yang selama ini ia jalani. Ia merasa dihargai dan didengar oleh para penculiknya, sesuatu yang jarang ia rasakan di studio. Eddie harus meyakinkan Baird untuk kembali ke perannya dan menyelesaikan film, sambil tetap menjaga agar semua pihak merasa aman.

Di tengah semua kekacauan, Eddie kembali dihadapkan pada pilihan hidup. Tawaran pekerjaan baru datang lagi, menjanjikan stabilitas dan waktu lebih banyak bersama keluarga. Namun meninggalkan Hollywood berarti meninggalkan dunia yang sudah ia kenal luar dalam. Eddie harus memutuskan apakah ia akan terus menjadi penjaga rahasia industri hiburan atau memilih jalan hidup yang berbeda.

Hail Caesar menyajikan potret Hollywood klasik yang penuh glamor di permukaan namun kacau di balik layar. Setiap karakter bergerak dengan kepentingan masing masing, sementara Eddie berdiri di tengah pusaran itu sebagai penyeimbang. Ia bukan pahlawan yang dielu elukan, tetapi tanpa dirinya, sistem akan runtuh perlahan.

Ketika satu masalah selesai, masalah lain selalu menunggu. Eddie terus berjalan dari satu studio ke studio lain, dari satu kebohongan ke kebohongan berikutnya, demi menjaga ilusi yang dicintai jutaan penonton. Di dunia tempat citra lebih penting dari kebenaran, seberapa jauh seseorang harus berkorban demi menjaga semuanya tetap utuh?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Josh Brolin Eddie Mannix
George Clooney Baird Whitlock
Alden Ehrenreich Hobie Doyle
Ralph Fiennes Laurence Laurentz
Scarlett Johansson DeeAnna Moran
Tilda Swinton Thora Thacker
Channing Tatum Burt Gurney
Frances McDormand C.C. Calhoun
Jonah Hill Joe Silverman
Veronica Osorio Carlotta Valdez