INTERNASIONAL

[Review] 'AFTER EARTH', Pembuktian Anak Untuk Ayahnya

Jum'at, 14 Juni 2013 18:41  | 

Will Smith


[Review] 'AFTER EARTH', Pembuktian Anak Untuk Ayahnya
dok. planetivy.com




KapanLagi.com - oleh: Mahardi Eka Putra

Jika kisah dongeng dibuka
dengan frasa "Alkisah di negeri antah berantah" maka AFTER EARTH, seperti banyak film fiksi ilmiah lainnya, dibuka dengan kisah manusia di masa depan. Di masa tersebut, manusia melakukan eksodus besar-besaran dari Bumi karena bencana lingkungan maha dahsyat. Manusia harus mencari planet lain untuk ditinggali meski hal tersebut mengharuskan mereka menjelajah luar tata surya.

Sebuah planet bernama Nova Prime pun akhirnya menjadi jujugan pengungsi Bumi sebagai tempat tinggal mereka. Tahun-tahun berlalu, manusia menghadapi bahaya baru, yakni ras alien S'krell yang mencoba menguasai planet. Mereka punya senjata ampuh yakni predator ganas buta yang disebut Ursa untuk menghabisi manusia hanya dengan mendeteksi "rasa takut" mereka.

Pihak manusia mendapat titik terang saat Cypher Raige (Will Smith) mampu menekan rasa takutnya sehingga ia dengan mudah menghabisi para Ursa. Ia dengan teknik "hantu"-nya memimpin korps Ranger melawan balik dan akhirnya menang.

Cypher diangkat menjadi pemimpin korps dan mendapat penghargaan dari penduduk Nova Prime atas perjuangannya. Penduduk Nova Prime menganggapnya sebagai pahlawan, kecuali satu orang, anaknya sendiri. Kitai Raige (Jaden Smith) alih-alih bangga dengan status ayahnya, malah tertekan untuk membuktikan diri kepada ayahnya. Ia berjuang keras untuk menjadi seperti ayahnya, tapi tak kunjung berhasil. Cypher tak senang akan hal tersebut. Keduanya tenggelam dalam konflik personal.

Konflik tersebut dilihat oleh sang ibu, Faia Raige (Sophie Okonedo) sebagai hal yang perlu segera dipecahkan. Ia lantas meminta Cypher dalam misi terakhirnya sebelum pensiun untuk mengajak sang putra turut serta.

Dalam perjalanan menuntaskan misi luar angkasa tersebut, pesawat yang mereka tumpangi menabrak kumpulan asteroid dan terdampar di planet berstatus karantika tingkat 1, yakni Bumi. Dengan seluruh kru pesawat mereka tewas dan menyisakan Cypher yang lumpuh dan Kitai, ayah dan anak tersebut harus bekerja sama demi bisa keluar dari planet mematikan tersebut. Terlebih seekor Ursa lepas berkeliaran siap memangsa.

Terlepas dari pembuka di atas, AFTER EARTH sepenuhnya berkisah tentang perjuangan ayah (Cypher) dan anak (Kitai). Keduanya yang bergesekan secara personal pada awalnya dihadapkan pada situasi ekstrim yang menuntut mereka bekerja sama. Tak sekadar esktrim lokasinya, namun keduanya seakan diputar balik posisinya. Cypher yang sebelumnya kuat dan tanpa takut kini lumpuh karena patah tulang kaki, sedang Kitai yang sebelumnya berada pada posisi serba dilindungi menjadi sosok yang menjadi penentu semuanya. Dengan kondisi semacam itu, tanpa disadari, sebenarnya keduanya telah mendapat jawaban atas gesekan personal mereka. Hanya pada saat itu keduanya belum menyadari.

Premis yang sebetulnya menarik dan personal ini sayangnya dijejali M Night Shyamalan lewat CGI mewah saja, tanpa memberi sentuhan lebih pada kedua tokoh utama ini. Will Smith berakting sangat datar lewat filmnya satu ini. Tokohnya yang digambarkan tanpa rasa takut lebih tepat dibilang tanpa ekspresi. Sulit untuk mengamati perubahan ekspresi di wajahnya.

Sama halnya dengan Jaden yang juga belum mampu meyakinkan penonton bahwa ia adalah sosok yang takut dan tertekan karena harus menghadapi bahaya di depannya. Di sepanjang petualangannya tersebut, tak terasa perkembangan karakternya (kecuali pada saat endingnya nanti).

Dua tokoh yang serba tanggung ini sayangnya mendominasi cerita dari awal hingga akhir. Sehingga jangan heran kalau anda bakal mengernyitkan dahi karena kesal dan heran dengan akting mereka berdua. 

Soal CGI dan juga petualangan yang dihadirkan, Shyamalan mampu memberikan gambaran kepada penonton tentang bumi di masa depan dengan segala "penghuninya" yang liar dan dapat mengancam keselamatan manusia. Akan lebih mantap jika Shyamalan mampu menjabarkan bencana seperti apa yang terjadi dalam kerangka ilmiah.

After all, AFTER EARTH bukan film yang benar-benar buruk meskipun premis kisahnya bisa digarap lebih baik. Petualangan Kitai menjelajah Bumi serta perjuangan batinnya membuktikan diri kepada ayah dan juga ketakutan masa lalunya masih dalam taraf nyaman untuk diikuti.

Maaf Shyamalan ekspektasi tinggi masih menghantuimu dan lewat film ini ekspektasi tersebut belum terjawab.  

 

(kpl/dka)