Lights Out
Horror Mystery

Lights Out

2016 81 menit PG-13
6.9/10
Rating 6.3/10
Sutradara
David F. Sandberg
Penulis Skenario
David F. Sandberg Eric Heisserer
Studio
New Line Cinema RatPac-Dune Entertainment Grey Matter Productions

Rebecca (Teresa Palmer) sudah lama meninggalkan rumah masa kecilnya. Sejak remaja, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan ibunya dan rumah tempat ia tumbuh. Rebecca memilih hidup mandiri dan menjaga jarak dari masa lalu yang penuh ketegangan. Namun rasa tidak tenang itu tidak pernah benar benar hilang. Setiap kali gelap datang, ingatan tentang ketakutan lama selalu kembali.

Di sisi lain, adiknya Martin (Gabriel Bateman) masih tinggal bersama sang ibu, Sophie (Maria Bello). Martin adalah anak cerdas, sensitif, dan penuh rasa ingin tahu. Ia mulai mengalami hal aneh setiap malam. Lampu kamar yang menyala membuatnya merasa aman, tetapi ketika lampu mati, ia merasakan kehadiran sesuatu yang mengawasinya. Bayangan gelap muncul di sudut ruangan, bergerak cepat, dan menghilang saat cahaya kembali menyala.

Sophie sendiri hidup dalam kondisi mental yang rapuh. Ia sering terbangun di malam hari, berbicara sendiri, dan tampak menjalin hubungan dengan sosok tak kasatmata. Sophie yakin ada seseorang bernama Diana yang selalu bersamanya sejak kecil. Bagi Sophie, Diana adalah teman lama yang memberinya rasa aman. Namun bagi Martin, nama itu terdengar seperti ancaman yang belum ia pahami sepenuhnya.

Ketakutan Martin semakin menjadi ketika ia mulai melihat wujud Diana di kegelapan. Sosok itu hanya muncul saat lampu mati dan menghilang saat cahaya menyala. Ia bergerak cepat, berbahaya, dan tampak memiliki niat jahat. Martin mencoba menceritakan semuanya kepada ibunya, tetapi Sophie justru semakin larut dalam dunianya sendiri. Ia percaya Diana tidak akan menyakiti siapa pun.

Merasa situasi semakin berbahaya, Martin menghubungi Rebecca dan memintanya pulang. Awalnya Rebecca ragu. Ia tahu kembali ke rumah itu berarti menghadapi trauma lama yang belum selesai. Namun demi adiknya, Rebecca akhirnya kembali. Bersamanya ada Bret (Alexander DiPersia), pacarnya yang berusaha bersikap rasional di tengah kejadian yang tidak masuk akal.

Ketika Rebecca kembali ke rumah, ia segera merasakan atmosfer yang tidak nyaman. Lampu menyala di setiap sudut rumah, seolah cahaya adalah satu satunya pelindung. Rebecca mulai mengingat kejadian masa kecilnya. Ia juga pernah melihat bayangan aneh yang hanya muncul saat gelap. Saat itu, ia memilih pergi dan tidak pernah menoleh ke belakang.

Rebecca mulai menyadari bahwa teror yang dialami Martin berkaitan erat dengan masa lalu Sophie. Ia menggali informasi tentang Diana dan menemukan bahwa sosok tersebut bukan sekadar imajinasi. Diana adalah entitas supranatural yang terikat secara emosional dengan Sophie. Hubungan mereka terbentuk sejak Sophie menjalani perawatan medis saat kecil. Diana tidak pernah benar benar pergi dan kini merasa terancam oleh kehadiran anak anak Sophie.

Semakin Rebecca mendekati kebenaran, semakin agresif Diana menunjukkan diri. Lampu pecah, saklar rusak, dan rumah menjadi medan permainan gelap terang yang mematikan. Setiap kali listrik padam, Diana bebas bergerak dan menyerang. Rebecca, Martin, dan Bret harus berpikir cepat untuk bertahan hidup dengan mengandalkan cahaya dari ponsel, lampu darurat, dan kendaraan.

Di tengah kekacauan, Rebecca menyadari bahwa kunci dari semua ini adalah Sophie. Diana tidak bisa hidup tanpa keterikatan emosional dengan Sophie. Selama Sophie masih percaya dan bergantung pada Diana, teror tidak akan berhenti. Namun memutus hubungan itu berarti Sophie harus menghadapi kenyataan pahit tentang kondisinya sendiri.

Konflik memuncak ketika Diana semakin berani melukai siapa pun yang mencoba menjauhkan Sophie darinya. Rebecca terjebak antara melindungi adiknya dan menyelamatkan ibunya. Trauma masa lalu kembali menghantui, tetapi kali ini Rebecca tidak bisa lagi lari. Ia harus menghadapi ketakutan yang selama ini ia hindari.

Situasi menjadi semakin genting saat Diana menyerang di ruang publik yang seharusnya aman. Cahaya yang biasanya menjadi pelindung mulai terasa rapuh. Martin yang awalnya ketakutan mulai menunjukkan keberanian, sementara Rebecca mengambil peran sebagai pelindung keluarga. Bret pun terlibat langsung dalam situasi yang jauh dari logika.

Rebecca akhirnya memahami bahwa mengalahkan Diana bukan hanya soal cahaya, tetapi soal keberanian menghadapi luka lama. Sophie harus melepaskan ketergantungannya pada sosok yang selama ini ia anggap teman. Keputusan yang diambil Sophie akan menentukan keselamatan semua orang.

Ketegangan mencapai puncak saat kegelapan datang tanpa ampun. Setiap detik terasa menentukan hidup dan mati. Cahaya menjadi simbol harapan terakhir, sementara bayangan Diana terus mengintai. Rebecca harus memilih antara menyelamatkan dirinya sendiri atau menghadapi teror itu sampai akhir.

Lights Out membawa ketakutan sederhana menjadi ancaman nyata yang menekan secara emosional. Gelap bukan lagi sekadar kondisi, tetapi ruang bagi trauma dan rasa bersalah untuk hidup. Ketakutan masa kecil berubah menjadi teror yang menuntut penyelesaian. Ketika lampu mati, siapa yang benar benar berkuasa atas rasa takut dalam diri manusia?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Teresa Palmer Rebecca
Gabriel Bateman Martin
Maria Bello Sophie
Billy Burke Paul
Alexander DiPersia Bret
Alicia Vela-Bailey Diana
Andi Osho Emma
Rolando Boyce Officer Brian Andrews
Maria Russell Officer Gomez
Elizabeth Pan Nurse