Money Monster
Action Crime Drama

Money Monster

2016 98 menit R
7.2/10
Rating 6.5/10
Sutradara
Jodie Foster
Penulis Skenario
Jamie Linden Alan DiFiore Jim Kouf
Studio
TriStar Pictures LStar Capital Smokehouse Pictures

Lampu studio menyala terang, musik pembuka menggema, dan Lee Gates (George Clooney) melangkah penuh percaya diri ke depan kamera. Ia adalah pembawa acara televisi finansial yang terkenal flamboyan, penuh gimmick, dan selalu tampil seolah tahu segalanya tentang dunia uang. Melalui acaranya, Lee memberi rekomendasi saham, memprediksi pergerakan pasar, dan meyakinkan jutaan penonton bahwa mereka bisa menjadi pemenang jika mengikuti sarannya. Di balik layar, semua berjalan cepat, terukur, dan tampak terkendali, setidaknya sampai satu siaran langsung berubah menjadi mimpi buruk nasional.

Di ruang kontrol, Patty Fenn (Julia Roberts) bertindak sebagai produser yang tegas dan perfeksionis. Ia mengatur setiap detik siaran, mengingatkan Lee lewat earphone, dan memastikan acara berjalan sesuai rencana. Patty memahami betul bahwa Lee adalah wajah acara, tetapi ia juga tahu betapa rapuhnya dunia yang mereka bangun di atas kepercayaan publik. Setiap kata yang keluar di televisi bisa berdampak besar bagi penonton yang menggantungkan harapan finansialnya pada program ini.

Masalah bermula dari rekomendasi Lee tentang sebuah perusahaan teknologi bernama Ibis Clear Capital. Saham itu dipromosikan sebagai pilihan aman dengan sistem perdagangan otomatis yang diklaim hampir tanpa risiko. Banyak penonton mempercayainya, termasuk Kyle Budwell (Jack O Connell), seorang pria biasa yang menginvestasikan seluruh tabungannya demi masa depan yang lebih baik. Ketika sistem tersebut tiba tiba gagal dan saham anjlok drastis, Kyle kehilangan segalanya dalam hitungan menit.

Dengan emosi yang meledak dan rasa putus asa yang mendalam, Kyle mendatangi studio televisi tempat Lee siaran langsung. Ia menyamar sebagai penonton, membawa senjata, dan memasang alat peledak di tubuhnya. Di tengah siaran yang sedang berjalan, Kyle mengambil alih panggung dan menjadikan Lee sebagai sandera di depan jutaan mata yang menonton secara real time. Kepanikan menyebar cepat, bukan hanya di studio, tetapi juga di ruang kontrol dan ruang redaksi berita di seluruh negeri.

Lee yang biasanya penuh gaya kini dipaksa menghadapi situasi yang tidak bisa ia kendalikan. Kyle menuntut jawaban, bukan uang, melainkan kebenaran. Ia ingin tahu bagaimana sebuah sistem yang disebut aman bisa menghancurkan hidupnya. Patty, yang terjebak di ruang kontrol, harus berpikir cepat. Ia tidak hanya berusaha menyelamatkan Lee dan kru, tetapi juga menjaga agar Kyle tetap tenang agar tidak terjadi ledakan yang akan merenggut banyak nyawa.

Situasi semakin rumit ketika siaran tidak langsung dihentikan. Justru, kamera tetap menyala dan publik menyaksikan setiap detik ketegangan itu. Polisi mengepung gedung, negosiator berusaha berkomunikasi dengan Kyle, sementara Patty diam diam menggunakan koneksi dan timnya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan Ibis Clear Capital. Bagi Patty, satu satunya jalan keluar adalah menemukan kebenaran di balik kejatuhan saham tersebut.

Lee dipaksa oleh Kyle untuk membaca skrip di udara, meminta pertanggungjawaban perusahaan, dan mengajak CEO mereka, Walt Camby (Dominic West), untuk muncul dan menjelaskan segalanya. Dari balik studio yang terkepung, Lee mulai menyadari bahwa perannya selama ini tidak sesederhana menghibur penonton. Kata katanya telah membentuk keputusan hidup banyak orang, termasuk Kyle.

Penyelidikan Patty mengungkap bahwa kegagalan sistem perdagangan bukanlah kesalahan teknis biasa. Ada indikasi manipulasi, keputusan tersembunyi, dan permainan kekuasaan yang dilakukan demi keuntungan segelintir orang. Informasi ini membuat situasi semakin panas, karena apa yang awalnya tampak sebagai kemarahan seorang investor kini berubah menjadi skandal finansial besar.

Sementara itu, hubungan antara Lee dan Kyle mengalami perubahan yang tidak terduga. Dari rasa takut, muncul percakapan yang lebih personal. Kyle menceritakan hidupnya, kekalahannya, dan rasa dikhianati oleh sistem yang ia percayai. Lee, yang selama ini terbiasa berbicara tanpa konsekuensi langsung, mulai mendengarkan dengan sungguh sungguh. Di hadapan kamera, topeng pembawa acara itu perlahan runtuh, digantikan oleh seorang manusia yang menyadari dampak nyata dari kata katanya.

Tekanan mencapai puncak ketika polisi mempertimbangkan tindakan ekstrem, sementara Patty berusaha keras menunda segala bentuk kekerasan. Setiap detik terasa krusial. Informasi baru terus masuk, memperlihatkan bahwa krisis ini bukan hanya tentang satu orang yang marah, tetapi tentang ketidakadilan dalam sistem keuangan yang sulit dipahami masyarakat awam.

Ketika kebenaran mulai terungkap di siaran langsung, publik menyaksikan bagaimana narasi bisa berbalik. Lee tidak lagi berdiri sebagai ahli yang tak tersentuh, melainkan sebagai perantara antara kemarahan rakyat dan kekuasaan korporasi. Kyle, meski tetap berbahaya, tidak lagi sekadar penjahat, melainkan simbol dari kegagalan sistem yang lebih besar.

Money Monster membawa penonton ke dalam ruang sempit penuh tekanan, memperlihatkan bagaimana media, uang, dan emosi manusia saling bertabrakan. Dalam hitungan jam, sebuah acara hiburan berubah menjadi arena pengakuan, ketakutan, dan pencarian kebenaran. Di saat kamera akhirnya berhenti merekam, satu pertanyaan besar tertinggal di benak semua orang, ketika uang dan kekuasaan berbicara lebih keras dari nurani, siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

George Clooney Lee Gates
Julia Roberts Patty Fenn
Jack O'Connell Kyle Budwell
Dominic West Walt Camby
Caitru00edona Balfe Diane Lester
Giancarlo Esposito Captain Powell
Christopher Denham Ron Sprecher
Lenny Venito Lenny (The Cameraman)
Chris Bauer Lt. Nelson
Dennis Boutsikaris Avery Goodloe CFO