Mr. Nobody
Synopsis
Di masa depan yang terasa sunyi dan hampir tanpa kejutan, seorang pria tua bernama Nemo Nobody (Jared Leto) menjadi manusia terakhir yang masih bisa mati. Di dunia ini, manusia telah menemukan cara untuk hidup abadi, sementara kematian justru menjadi sesuatu yang asing. Nemo yang sudah berusia seratus delapan belas tahun dirawat di rumah sakit dan menjadi pusat perhatian publik. Seorang jurnalis datang untuk mewawancarainya, berharap menemukan jawaban tentang hidup, pilihan, dan waktu dari satu satunya manusia fana yang tersisa.
Dalam kondisi pikun dan ingatan yang terfragmentasi, Nemo mulai menceritakan kisah hidupnya. Ceritanya tidak berjalan lurus. Ingatan itu meloncat, saling bertabrakan, dan kadang saling bertentangan. Nemo mengingat dirinya sebagai anak kecil yang berdiri di sebuah peron stasiun. Kereta akan segera berangkat. Ibunya pergi, ayahnya tinggal. Di momen itulah hidup Nemo terbelah ke dalam banyak kemungkinan.
Father Nemo (Rhys Ifans) adalah sosok ayah yang tinggal bersama Nemo setelah perceraian. Ia digambarkan sebagai pria sederhana yang kesepian, mencoba bertahan sambil membesarkan anaknya. Dalam satu versi kehidupan, Nemo memilih tinggal bersama ayahnya dan tumbuh dalam rutinitas yang sepi. Ia mengalami kesulitan beradaptasi, merasa terasing, dan hidupnya berjalan penuh kegagalan kecil yang menumpuk. Versi ini memperlihatkan Nemo dewasa yang rapuh, bekerja tanpa gairah, dan terus dihantui perasaan tidak pernah benar benar memilih hidupnya sendiri.
Di versi lain, Nemo naik kereta bersama ibunya dan memulai hidup baru. Dari keputusan ini, muncul jalur hidup yang sama sekali berbeda. Nemo bertemu Anna (Diane Kruger), cinta besar dalam hidupnya. Hubungan mereka penuh gairah, emosi, dan harapan. Namun cinta itu tidak pernah benar benar stabil. Waktu, keadaan, dan pilihan kecil terus menjauhkan mereka. Ada versi kehidupan di mana Nemo dan Anna bersatu, ada pula versi di mana mereka terpisah selamanya meski masih saling mencintai.
Selain Anna, ada Elise (Sarah Polley), perempuan rapuh yang hidup dengan luka batin dan depresi. Dalam satu kemungkinan, Nemo menikah dengannya dan menjalani kehidupan rumah tangga yang dingin dan penuh jarak emosional. Mereka hidup bersama, tetapi tidak benar benar saling memahami. Nemo merasa terjebak dalam kehidupan yang aman secara materi, namun kosong secara perasaan. Setiap hari berjalan tanpa makna yang jelas.
Ada pula Jeanne (Linh Dan Pham), perempuan yang mewakili kenyamanan dan stabilitas. Bersamanya, Nemo menjalani hidup yang terlihat ideal dari luar. Rumah besar, anak anak, dan rutinitas yang tertata. Namun di balik semua itu, Nemo menyadari bahwa kenyamanan tidak selalu sejalan dengan kebahagiaan. Hidup ini terasa seperti pilihan yang benar di atas kertas, tetapi tidak sepenuhnya hidup yang ia inginkan.
Semua kemungkinan ini muncul dan saling tumpang tindih dalam ingatan Nemo. Ia menceritakan kematian yang berbeda beda, usia yang berbeda, dan akhir hidup yang beragam. Dalam satu versi, ia meninggal muda karena kecelakaan. Di versi lain, ia hidup lama namun sendirian. Waktu tidak lagi berjalan lurus. Masa lalu, masa kini, dan masa depan saling bercampur dalam satu kesadaran.
Di balik semua kisah ini, ada satu benang merah yang terus muncul. Selama belum memilih, semua kemungkinan tetap hidup. Begitu sebuah pilihan dibuat, kemungkinan lain menghilang. Nemo kecil di peron stasiun menjadi simbol dari seluruh hidup manusia. Setiap keputusan, sekecil apa pun, menciptakan jalur baru yang tidak bisa ditarik kembali.
Menjelang akhir hidupnya, Nemo mulai menyadari bahwa mungkin tidak semua cerita itu benar secara bersamaan. Bisa jadi semua itu hanya kemungkinan yang ada di kepalanya saat ia masih kecil. Atau mungkin, semua kehidupan itu memang pernah ia jalani dalam versi waktu yang berbeda. Dunia di sekitarnya mulai mengalami keanehan kosmik. Waktu terasa melambat, lalu berbalik. Alam semesta seolah memberi ruang bagi satu pertanyaan terakhir tentang makna memilih.
Di ranjang rumah sakit, Nemo menghadapi kematian dengan ketenangan yang aneh. Ia tidak lagi berusaha memastikan mana hidup yang paling benar. Yang tersisa hanyalah kesadaran bahwa hidup dibentuk oleh pilihan dan keberanian untuk menjalaninya. Namun jika bisa kembali ke peron itu sekali lagi, apakah Nemo akan tetap ragu atau akhirnya berani memilih satu kehidupan tanpa melihat ke belakang?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026