Pacific Rim
Synopsis
Ketika sebuah celah misterius terbuka di dasar Samudra Pasifik, umat manusia menghadapi ancaman yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Dari kedalaman laut muncul makhluk raksasa yang dikenal sebagai Kaiju, monster kolosal dengan kekuatan penghancur luar biasa. Kota demi kota luluh lantak dalam hitungan jam, dan pertahanan militer konvensional terbukti tidak mampu menghentikan serangan mereka. Dunia berada di ambang kehancuran, memaksa manusia untuk bersatu dan menciptakan senjata yang sama besarnya dengan ancaman yang mereka hadapi.
Sebagai respons terakhir, lahirlah program Jaeger, robot raksasa yang dikendalikan oleh dua pilot melalui koneksi saraf yang disebut drift. Dua pikiran harus menyatu untuk menggerakkan satu mesin, berbagi ingatan, emosi, dan trauma. Program ini dipimpin oleh Stacker Pentecost (Idris Elba), komandan tegas namun penuh empati yang mengabdikan hidupnya untuk melindungi umat manusia. Di bawah kepemimpinannya, Jaeger sempat menjadi simbol harapan dan perlawanan.
Raleigh Becket (Charlie Hunnam) adalah salah satu pilot Jaeger paling berbakat. Ia pernah bertempur bersama kakaknya, Yancy Becket (Diego Klattenhoff), hingga sebuah misi berakhir tragis. Kematian sang kakak membuat Raleigh kehilangan arah dan memilih menjauh dari dunia Jaeger. Ia hidup sebagai pekerja konstruksi, mencoba melupakan masa lalu yang terus menghantuinya. Sementara itu, serangan Kaiju semakin sering dan semakin mematikan. Jaeger satu per satu tumbang, dan dunia mulai kehilangan keyakinan.
Ketika pertahanan global hampir runtuh, Stacker mengambil langkah berani. Ia memanggil kembali Raleigh untuk bergabung dalam misi terakhir yang dianggap mustahil. Raleigh dipasangkan dengan Mako Mori (Rinko Kikuchi), pilot muda berbakat yang menyimpan luka masa kecil akibat serangan Kaiju. Mako dibesarkan oleh Stacker sejak kecil, dan hubungannya dengan sang komandan dipenuhi rasa hormat, kepercayaan, sekaligus konflik batin. Untuk bisa mengendalikan Jaeger bersama, Raleigh dan Mako harus mampu menaklukkan trauma mereka melalui drift.
Di sisi lain, ada duo ilmuwan eksentrik yang berusaha memahami musuh dari dalam. Dr. Newton Geiszler (Charlie Day) dan Hermann Gottlieb (Burn Gorman) melakukan penelitian ekstrem terhadap Kaiju. Newton bahkan nekat melakukan drift dengan otak Kaiju demi mengetahui asal usul mereka. Penelitian ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa Kaiju bukan makhluk acak, melainkan senjata biologis yang dikirim oleh entitas dari dimensi lain untuk menjajah Bumi.
Ketika pemerintah dunia memilih membangun tembok pertahanan sebagai solusi terakhir, Stacker dan tim Jaeger menyadari bahwa tembok tersebut tidak akan bertahan lama. Mereka menyusun rencana berisiko tinggi untuk menutup celah di dasar laut, sumber dari semua serangan Kaiju. Misi ini membutuhkan seluruh Jaeger yang tersisa, termasuk Gipsy Danger yang dikendalikan Raleigh dan Mako, serta Crimson Typhoon dan Striker Eureka yang dipiloti oleh Hercules Hansen (Max Martini) dan putranya Chuck Hansen (Robert Kazinsky).
Pertempuran terakhir berlangsung brutal dan penuh pengorbanan. Satu per satu Jaeger jatuh menghadapi Kaiju generasi baru yang semakin kuat. Di tengah kekacauan, hubungan antara Raleigh dan Mako semakin solid. Mereka belajar saling percaya, tidak hanya sebagai pilot, tetapi sebagai manusia yang sama sama terluka. Stacker sendiri menghadapi kenyataan pahit tentang kondisi kesehatannya, namun tetap memilih berdiri di garis depan demi masa depan umat manusia.
Saat misi mendekati klimaks, batas antara keberanian dan keputusasaan semakin tipis. Setiap keputusan membawa konsekuensi besar, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berarti akhir dari segalanya. Di tengah laut yang bergemuruh dan cahaya ledakan yang menerangi langit malam, umat manusia mempertaruhkan harapan terakhir mereka pada mesin yang dianggap usang dan para pilot yang membawa beban masa lalu.
Ketika dunia hampir menyerah dan semua tampak mustahil, satu pertanyaan besar menggantung di udara. Apakah keberanian dan kepercayaan cukup untuk menghentikan kiamat yang datang dari kedalaman laut?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026