Swiss Army Man
Synopsis
Hank (Paul Dano) berada di titik paling rendah dalam hidupnya saat terdampar sendirian di sebuah pulau terpencil. Hari harinya diisi dengan kesunyian, rasa putus asa, dan pikiran tentang kegagalan hidup yang terus menghantuinya. Tanpa teman bicara dan tanpa kepastian akan diselamatkan, Hank merasa dunia sudah berhenti bergerak. Ia memutuskan bahwa hidupnya tidak lagi memiliki arah dan bersiap mengakhiri semuanya di tengah kesepian yang menekan.
Namun, keputusan itu terhenti oleh pemandangan tak terduga di tepi pantai. Sebuah mayat pria terdampar terbawa ombak. Alih alih merasa takut, Hank justru melihat kehadiran tubuh tak bernyawa itu sebagai satu satunya bentuk kehidupan lain di pulau tersebut. Ia mendekati mayat itu dan perlahan menyadari hal aneh. Tubuh itu tidak sepenuhnya pasif. Dari sinilah Hank mulai menjalin hubungan yang tidak lazim dengan mayat yang kemudian ia beri nama Manny (Daniel Radcliffe).
Manny bukan mayat biasa. Tubuhnya memiliki kemampuan aneh yang tidak masuk akal namun sangat berguna. Dari tubuh Manny, Hank menemukan cara bertahan hidup yang sebelumnya mustahil. Manny bisa menjadi alat transportasi, sumber air, hingga penunjuk arah. Dalam kondisi terdesak, Hank tidak lagi mempertanyakan keanehan itu. Ia menerima Manny sebagai teman sekaligus alat bertahan hidup, karena hanya itulah yang ia miliki.
Seiring waktu, Hank mulai berbicara dengan Manny seolah ia masih hidup. Percakapan itu awalnya satu arah, namun perlahan Manny mulai menunjukkan respons. Ia belajar berbicara, bertanya, dan memahami dunia melalui sudut pandang Hank. Hubungan mereka berkembang menjadi ikatan yang aneh namun intim. Hank menemukan teman untuk berbagi ketakutan, kenangan, dan harapan yang selama ini ia pendam sendirian.
Perjalanan mereka pun dimulai. Dengan memanfaatkan kemampuan Manny, Hank berusaha meninggalkan pulau dan kembali ke peradaban. Perjalanan itu membawa mereka melintasi hutan, sungai, dan medan alam yang menantang. Di sepanjang perjalanan, Hank menceritakan kisah hidupnya kepada Manny. Tentang rasa canggungnya sebagai manusia, tentang ketakutan akan penolakan, dan tentang keinginannya untuk dicintai namun selalu merasa tidak pantas.
Manny mendengarkan dengan polos dan jujur. Ia bertanya tentang hal hal sederhana yang sering dianggap tabu oleh manusia. Tentang cinta, tubuh, emosi, dan rasa malu. Pertanyaan Manny yang lugas memaksa Hank menghadapi kenyataan tentang dirinya sendiri. Hank mulai menyadari bahwa banyak batasan dalam hidupnya berasal dari rasa takut dan asumsi yang ia ciptakan sendiri.
Dalam perjalanan itu, Hank teringat pada seorang perempuan bernama Sarah (Mary Elizabeth Winstead). Sarah adalah sosok yang pernah menarik perhatiannya di dunia nyata. Ia terobsesi dengan kehidupan Sarah dari kejauhan, membayangkan kemungkinan hubungan yang tidak pernah benar benar ia perjuangkan. Kenangan tentang Sarah menjadi bahan cerita utama Hank kepada Manny, sekaligus cermin dari ketidakmampuannya menghadapi dunia sosial.
Manny belajar tentang konsep cinta melalui cerita Hank. Ia mencoba memahami mengapa manusia merasa perlu menyembunyikan perasaan dan mengapa kejujuran sering kali terasa menakutkan. Dari sudut pandang Manny yang polos, banyak aturan sosial manusia terasa membingungkan. Hal ini membuat Hank mulai mempertanyakan norma yang selama ini ia anggap mutlak.
Semakin jauh mereka berjalan, semakin kabur batas antara kenyataan dan imajinasi. Manny yang awalnya hanya mayat dengan fungsi aneh kini terlihat semakin hidup. Ia tertawa, bertanya, dan menunjukkan rasa ingin tahu layaknya manusia. Hank sendiri mulai mempertanyakan apakah Manny benar benar hidup atau hanya cerminan dari pikirannya yang kesepian. Namun, pertanyaan itu tidak lagi penting baginya. Yang penting adalah Manny membuatnya merasa tidak sendirian.
Perjalanan mereka juga dipenuhi konflik batin. Hank merasa bersalah atas cara ia memanfaatkan Manny. Ia juga takut kembali ke dunia nyata, karena dunia itu berarti kembali menghadapi penolakan, kecanggungan, dan kegagalan. Di sisi lain, Manny justru sangat ingin melihat dunia manusia. Ia ingin bertemu orang lain, merasakan kehidupan, dan memahami arti keberadaan dirinya.
Ketika mereka semakin dekat dengan peradaban, kecemasan Hank semakin besar. Ia mulai meragukan kemampuannya untuk hidup normal. Manny menjadi satu satunya tempat ia merasa diterima tanpa syarat. Ketergantungan emosional ini membuat Hank bimbang antara melanjutkan perjalanan atau tetap terjebak dalam zona aman yang ia ciptakan sendiri.
Saat akhirnya mereka mencapai area yang lebih dekat dengan manusia lain, rahasia dan imajinasi Hank mulai terungkap. Kenyataan tidak sepenuhnya sesuai dengan cerita yang selama ini ia bangun bersama Manny. Hank harus menghadapi fakta tentang dirinya, tentang Sarah, dan tentang bagaimana dunia nyata melihatnya. Momen ini menjadi titik balik yang memaksa Hank memilih antara bersembunyi selamanya atau berani menerima dirinya apa adanya.
Hubungan Hank dan Manny mencapai ujian terbesarnya. Manny yang selama ini menjadi teman dan cermin kejujuran kini berada di ambang kehilangan fungsinya. Hank menyadari bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang pulang secara fisik, tetapi juga tentang berdamai dengan diri sendiri. Manny telah membantunya melihat hidup dari sudut pandang yang lebih jujur dan sederhana.
Di akhir perjalanan, Hank berdiri di hadapan dunia nyata dengan semua ketidaksempurnaannya. Ia tidak lagi sepenuhnya sendirian, namun juga tidak sepenuhnya siap. Manny, dengan segala keanehannya, telah menjadi simbol dari harapan, keberanian, dan kejujuran yang selama ini Hank hindari. Dunia mungkin akan menertawakannya, tetapi untuk pertama kalinya Hank merasa cukup berani untuk tetap berdiri.
Ketika semua orang akhirnya melihat apa yang selama ini hanya menjadi rahasia Hank, apakah ia akan lari kembali ke kesendirian yang nyaman, atau justru menerima kenyataan bahwa menjadi manusia berarti berani terlihat aneh, rapuh, dan apa adanya?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
15 Referensi Nonton Film Dewasa Barat Rekomendasi Netflix Terbaik dengan Cerita Seru dan Menarik
36 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix Terbaik dari Berbagai Genre
20 Rekomendasi Film Perang Kerajaan Paling Seru yang Penuh Intrik, Ada Kisah Nyata
30 Rekomendasi Film Terbaik Sepanjang Masa, Sekali Nonton Bikin Nagih