The Boy
Horror Mystery Thriller

The Boy

2016 97 menit PG-13
6.6/10
Rating 6/10
Sutradara
William Brent Bell
Penulis Skenario
Stacey Menear
Studio
Lakeshore Entertainment STX Entertainment Huayi Brothers Media

Greta Evans (Lauren Cohan) datang ke sebuah desa terpencil di Inggris dengan harapan memulai hidup baru. Ia baru saja meninggalkan Amerika Serikat setelah mengalami hubungan yang menyakitkan dan memilih pekerjaan sebagai pengasuh anak demi menjauh dari masa lalu. Tawaran bekerja di rumah keluarga Heelshire terdengar sederhana dan menjanjikan. Greta hanya perlu merawat seorang anak laki laki bernama Brahms dan tinggal di sebuah rumah besar bergaya klasik yang jauh dari keramaian. Sejak awal, suasana tempat itu sudah terasa asing, sunyi, dan penuh jarak dari dunia luar.

Setibanya di rumah Heelshire, Greta disambut oleh pasangan lanjut usia Malcolm Heelshire (Jim Norton) dan Esther Heelshire (Diana Hardcastle). Mereka memperlakukan Brahms dengan sikap yang sangat formal dan penuh kehati hatian. Greta segera dibuat terkejut saat mengetahui bahwa anak yang harus ia asuh bukan manusia, melainkan sebuah boneka berukuran manusia. Brahms adalah boneka porselen yang berpakaian rapi, duduk diam, dan memiliki wajah tanpa ekspresi. Orang tua Brahms menjelaskan bahwa boneka tersebut harus diperlakukan seperti anak sungguhan karena itu adalah bagian dari kehidupan mereka.

Greta menganggap situasi itu aneh, tetapi memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Ia mengira keluarga Heelshire hanya memiliki cara unik untuk menghadapi kehilangan atau trauma tertentu. Sebelum meninggalkan rumah untuk berlibur, Malcolm dan Esther memberikan Greta sebuah daftar aturan yang harus dipatuhi tanpa pengecualian. Aturan tersebut mencakup jam makan Brahms, waktu tidur, larangan memindahkan boneka, serta larangan menerima tamu. Bagi Greta, semua itu terdengar berlebihan, namun ia berjanji untuk mengikuti aturan tersebut demi menjaga profesionalitas.

Hari hari awal Greta di rumah itu berjalan relatif tenang. Ia menjalani rutinitas bersama Brahms dengan setengah bercanda dan setengah meremehkan. Ia berbicara pada boneka itu seolah hanya untuk mengisi kesepian. Greta mulai merasa nyaman dengan ruang kosong di rumah besar tersebut dan menikmati kesendirian. Namun perlahan, hal hal kecil yang ganjil mulai terjadi. Barang barang berpindah tempat, suara langkah kaki terdengar di malam hari, dan pintu terkadang terbuka sendiri tanpa penjelasan.

Greta mencoba berpikir rasional. Ia menyalahkan angin, struktur rumah tua, atau pikirannya sendiri yang terlalu sensitif. Sikapnya terhadap aturan pun mulai longgar. Ia membiarkan Brahms duduk di tempat lain, mengabaikan jadwal makan, dan suatu malam ia mengundang Cole (Rupert Evans), seorang pria lokal yang bekerja sebagai tukang perbaikan, untuk datang ke rumah. Keputusan itu menjadi awal dari rangkaian kejadian yang semakin mengganggu ketenangan Greta.

Sejak aturan dilanggar, suasana rumah berubah drastis. Greta mulai menemukan coretan aneh di dinding, kursi yang terbalik, serta boneka Brahms yang tampak berpindah posisi tanpa pernah disentuh. Puncaknya terjadi ketika Greta mendengar tangisan anak kecil di malam hari. Suara itu terdengar nyata, penuh emosi, dan jelas bukan berasal dari imajinasinya. Rasa takut mulai mengambil alih logika, membuat Greta mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah tersebut.

Ketegangan meningkat ketika Greta menemukan boneka Brahms dengan wajah rusak, seolah seseorang mencoba menghancurkannya. Tak lama setelah itu, boneka tersebut kembali muncul dalam keadaan utuh di tempat semula. Peristiwa itu membuat Greta benar benar goyah. Ia mulai percaya bahwa Brahms mungkin tidak sekadar boneka. Setiap sudut rumah terasa mengawasi, setiap keheningan terasa mengancam. Greta terjebak antara keyakinan rasional dan ketakutan yang terus tumbuh.

Cole mencoba membantu Greta mencari penjelasan. Ia menganggap semua kejadian itu sebagai ulah seseorang yang ingin menakut nakuti Greta. Namun setiap upaya untuk menjelaskan secara logis selalu terbentur oleh kejadian yang semakin ekstrem. Greta mulai kehilangan rasa aman, bahkan terhadap dirinya sendiri. Masa lalu yang ia coba lupakan kembali menghantui, bercampur dengan ketakutan baru yang jauh lebih nyata.

Saat Malcolm dan Esther kembali ke rumah, Greta berharap mereka bisa memberi jawaban. Namun kehadiran mereka justru menambah misteri. Sikap mereka terhadap Brahms semakin tidak wajar, penuh kepatuhan dan ketundukan. Greta menyadari bahwa pasangan itu menyimpan rahasia besar yang tidak pernah mereka ceritakan. Hubungan mereka dengan boneka tersebut lebih dari sekadar simbol kehilangan.

Situasi mencapai titik genting ketika Greta merasa hidupnya benar benar terancam. Ia berusaha melarikan diri, tetapi rumah itu seakan menahannya. Pintu terkunci, suara aneh kembali terdengar, dan Brahms seolah selalu berada di dekatnya. Ketakutan Greta berubah menjadi kepanikan, membuatnya harus menghadapi kebenaran yang jauh lebih mengerikan dari dugaan awal.

Rahasia keluarga Heelshire akhirnya terungkap dalam cara yang brutal dan tak terduga. Greta menyadari bahwa teror yang dialaminya bukan berasal dari hal supranatural semata, melainkan dari sesuatu yang selama ini tersembunyi di balik dinding rumah. Kenyataan tersebut memaksa Greta berjuang demi bertahan hidup, melawan ketakutan terbesar yang pernah ia hadapi.

Di akhir perjalanan penuh ketegangan itu, Greta harus memilih antara menyerah pada teror atau menghadapi sumbernya secara langsung. Rumah yang awalnya menjadi tempat pelarian berubah menjadi perangkap mematikan. Boneka Brahms yang tampak tak bernyawa ternyata menyimpan rahasia gelap yang menantang logika dan keberanian manusia. Apakah Greta mampu keluar dari rumah tersebut dengan selamat setelah mengetahui kebenaran tentang Brahms?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Lauren Cohan Greta Evans
Rupert Evans Malcolm
James Russell Brahms Heelshire
Jim Norton Mr. Heelshire
Diana Hardcastle Mrs. Heelshire
Ben Robson Cole
Jett Klyne Brahms (Child)
Lily Pater Emily Cribbs
Matthew Walker Taxi Driver
Stephanie Lemelin Sandy