The Neon Demon
Synopsis
Jesse (Elle Fanning) tiba di Los Angeles dengan koper sederhana dan mimpi besar. Usianya masih sangat muda, wajahnya polos, dan caranya memandang dunia terlihat jujur. Ia datang sendirian tanpa keluarga, tinggal di motel murah yang sunyi dan terasa asing. Kota ini menyambutnya dengan lampu neon, jalanan panjang, dan janji tentang ketenaran yang seolah bisa diraih siapa saja. Jesse percaya kecantikannya adalah modal awal untuk bertahan hidup dan mengejar masa depan di dunia modeling yang selama ini hanya ia lihat dari majalah dan layar kaca.
Langkah awal Jesse di industri mode berjalan cepat. Seorang fotografer bernama Dean (Karl Glusman) tertarik pada auranya yang berbeda. Dean melihat Jesse bukan hanya sebagai model, tetapi sebagai sosok yang memiliki daya tarik alami. Ia membantu Jesse mendapatkan sesi pemotretan dan memperkenalkannya pada orang orang penting di dunia fashion. Di hadapan kamera, Jesse tampak seperti terlahir untuk menjadi pusat perhatian. Tatapannya polos, tetapi kuat. Kepercayaan dirinya mulai tumbuh seiring pujian yang terus ia terima.
Di balik gemerlap dunia modeling, Jesse bertemu dengan Ruby (Jena Malone), seorang penata rias dan manajer lokasi pemotretan. Ruby terlihat ramah, penuh perhatian, dan menawarkan bantuan tanpa syarat. Ia menjadi teman pertama Jesse di Los Angeles. Ruby memperkenalkan Jesse pada dua model senior, Sarah (Abbey Lee) dan Gigi (Bella Heathcote). Keduanya telah lama berkecimpung di industri ini dan memahami kerasnya persaingan. Senyum mereka manis, tetapi sorot mata mereka menyimpan sesuatu yang sulit ditebak.
Kecantikan Jesse dengan cepat mencuri perhatian para desainer dan agen. Ia mulai mendapatkan panggilan audisi yang sebelumnya sulit ia bayangkan. Dalam sebuah peragaan busana, Jesse tampil percaya diri dan memukau. Banyak orang memandangnya sebagai wajah baru yang segar, simbol kecantikan alami di tengah dunia yang dipenuhi rekayasa. Hal ini perlahan mengubah dinamika di sekitarnya. Sarah dan Gigi mulai merasa terancam. Mereka terbiasa menjadi pusat perhatian, tetapi kini sorotan kamera beralih pada Jesse.
Perubahan ini juga memengaruhi Jesse dari dalam. Ia yang awalnya lugu dan rendah hati mulai menyadari kekuatannya. Pujian demi pujian membuatnya melihat dirinya dengan cara baru. Ia mulai percaya bahwa kecantikannya memberi keunggulan yang tidak dimiliki orang lain. Dalam sebuah adegan simbolis di depan cermin, Jesse menatap pantulan dirinya dengan kagum, seolah menemukan identitas baru yang lebih berani dan dominan. Kepolosan perlahan bergeser menjadi keyakinan diri yang hampir berlebihan.
Ruby semakin dekat dengan Jesse, tetapi kedekatan itu terasa ambigu. Ada kekaguman, kecemburuan, dan obsesi yang bercampur menjadi satu. Ruby sering berada di sekitar Jesse, melindunginya, tetapi juga mengamatinya dengan tatapan intens. Di sisi lain, Dean mulai merasa tersisih. Jesse semakin tenggelam dalam dunia barunya dan menjauh dari hubungan yang dulu terasa aman.
Sarah dan Gigi tidak tinggal diam. Mereka membicarakan Jesse di belakang, mempertanyakan keaslian kecantikannya, dan mencoba merendahkan pencapaiannya. Namun industri mode tampaknya tidak peduli. Jesse terus naik, mendapatkan posisi yang lebih tinggi, dan menjadi simbol kecantikan baru. Ketegangan di antara para model semakin terasa, seolah kecantikan bukan lagi anugerah, melainkan senjata yang bisa melukai siapa saja.
Situasi berubah menjadi semakin gelap ketika Jesse mengalami peristiwa traumatis di motel tempat ia tinggal. Rasa takut dan kesepian bercampur dengan tekanan industri yang tidak pernah berhenti. Meskipun demikian, Jesse memilih bertahan dan melangkah lebih jauh. Ia menolak kembali menjadi gadis polos yang mudah digoyahkan. Dunia fashion telah mengubah cara pandangnya terhadap diri sendiri dan orang lain.
Ketika Jesse mencapai puncak perhatian, kecemburuan di sekitarnya memuncak. Ruby, Sarah, dan Gigi terjebak dalam obsesi terhadap kecantikan dan ketenaran. Batas antara kekaguman dan kebencian menjadi kabur. Dunia yang tampak glamor di permukaan berubah menjadi ruang yang kejam dan penuh hasrat gelap. Kecantikan Jesse yang semula dianggap murni kini dipandang sebagai sesuatu yang harus dimiliki atau dihancurkan.
Klimaks cerita membawa Jesse ke titik di mana kepercayaan diri berubah menjadi kesombongan. Ia merasa tak tersentuh, seolah dunia ada di bawah kendalinya. Namun keyakinan itu justru membawanya ke situasi berbahaya. Orang orang di sekitarnya tidak lagi melihatnya sebagai manusia, melainkan sebagai simbol kecantikan yang bisa dieksploitasi. Hubungan yang dibangun atas dasar iri dan obsesi akhirnya meledak dengan cara yang tak terduga.
The Neon Demon menggambarkan Los Angeles sebagai labirin cahaya dan bayangan. Di satu sisi, kota ini menjanjikan mimpi dan ketenaran. Di sisi lain, ia menelan siapa saja yang terlalu larut dalam ilusi. Jesse menjadi pusat dari pusaran ini. Perjalanannya dari gadis polos menjadi ikon kecantikan menunjukkan bagaimana industri dapat mengubah identitas seseorang secara ekstrem.
Cerita ini menyoroti bagaimana kecantikan dan usia muda dipuja sekaligus dimangsa. Setiap karakter membawa keinginan dan ketakutannya sendiri, menciptakan atmosfer yang semakin menyesakkan. Tidak ada yang benar benar aman ketika nilai seseorang ditentukan oleh penampilan semata. Ketika kekaguman berubah menjadi kecemburuan dan obsesi, batas moral pun menghilang. Sampai sejauh mana seseorang rela melangkah demi mempertahankan kecantikan dan posisi di dunia yang kejam ini?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
Gandhi Fernando Angkat Buto Ijo dalam Horor Keluarga Penunggu Rumah
Film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) 2026 - Sinopsis, Pemeran dan Fakta Menarik
22 Rekomendasi Film Plot Twist Seru dan Terbaik Sepanjang Masa