Thesis
Crime Horror Mystery

Thesis

2016 125 menit R
8.1/10
Rating 7.4/10
Sutradara
Alejandro Amenu00e1bar
Penulis Skenario
Alejandro Amenu00e1bar Mateo Gil
Studio
CEA Studios Las Producciones del Escorpiu00f3n Sogepaq

Di lingkungan kampus yang terlihat tenang dan intelektual, Angela (Ana Torrent) menjalani hari harinya sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Informasi dan Audiovisual. Ia dikenal pendiam, cenderung cemas, dan sering merasa tidak nyaman dengan topik ekstrem. Ironisnya, untuk tugas akhirnya, Angela justru memilih meneliti kekerasan dalam media. Pilihan ini bukan karena ketertarikan pribadi, melainkan dorongan akademik untuk memahami bagaimana kekerasan direpresentasikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Sejak awal, topik itu sudah membuat Angela gelisah. Ia sulit menonton adegan brutal, bahkan sekadar mendengarkan penjelasan dosen tentang materi tersebut bisa membuatnya tidak tenang.

Dalam proses pengumpulan bahan, Angela memutuskan untuk menemui dosennya, Profesor Figueroa (Xavier Elorriaga), yang dikenal memiliki arsip audiovisual luas dan berani menyimpan materi kontroversial. Ia berharap mendapat arahan atau referensi yang aman untuk diteliti. Profesor Figueroa menawarkan bantuan dan meminjamkan beberapa rekaman untuk ditonton di rumah. Namun, niat baik itu berubah menjadi awal dari mimpi buruk ketika sang profesor ditemukan meninggal dunia di ruang pemutaran kampus. Kejadian tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk Angela yang merasa bersalah karena pertemuan terakhir mereka berkaitan langsung dengan topik kekerasan.

Rasa penasaran mendorong Angela untuk kembali ke ruang dosen dan mencari rekaman yang sempat disebutkan sebelumnya. Di sana, ia menemukan sebuah video misterius yang tidak tercatat secara resmi. Ketika memutarnya, Angela terkejut bukan main. Video itu menampilkan penyiksaan brutal terhadap seorang perempuan muda hingga berujung kematian. Kekerasan dalam rekaman tersebut terasa terlalu nyata, terlalu terperinci, dan jauh dari kesan fiksi. Angela langsung menyadari bahwa ini bukan film biasa, melainkan sebuah snuff video. Ketakutan bercampur rasa tidak percaya membuatnya hampir pingsan, tetapi satu detail menghantui pikirannya. Wajah korban terasa familiar.

Angela tidak berani melaporkan temuannya secara terbuka. Ia takut tidak dipercaya, sekaligus khawatir akan konsekuensi yang mungkin muncul. Dalam kebingungan, ia mencari bantuan dari Chema (Fele Martínez), teman kuliah yang dikenal gemar menonton film horor dan kekerasan ekstrem. Berbeda dengan Angela, Chema justru tertarik dan bersemangat membedah video tersebut secara teknis. Ia membantu memastikan bahwa rekaman itu asli dan bukan hasil rekayasa. Dari analisis sederhana, mereka mulai menyadari bahwa pelaku memiliki pengetahuan teknis tinggi serta akses terhadap peralatan kampus.

Penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta mengerikan bahwa korban dalam video adalah seorang mahasiswi yang pernah kuliah di fakultas yang sama dan dinyatakan menghilang beberapa waktu lalu. Penemuan ini membuat situasi semakin serius. Angela menyadari bahwa pelaku bisa saja berada di lingkungan terdekat mereka, bahkan mungkin seseorang yang setiap hari mereka temui. Ketakutan tidak lagi bersifat abstrak. Ia mulai merasa diawasi, seolah setiap sudut kampus menyimpan ancaman tersembunyi.

Di tengah tekanan itu, muncul Bosco (Eduardo Noriega), mahasiswa populer yang tampan, percaya diri, dan dikenal ramah. Bosco menawarkan diri membantu Angela dengan caranya sendiri. Ia terlihat peduli dan protektif, sesuatu yang membuat Angela merasa sedikit aman. Kehadiran Bosco memberi kontras dengan Chema yang canggung dan obsesif terhadap film kekerasan. Angela berada di antara dua sosok yang sangat berbeda, satu yang membuatnya nyaman secara emosional, dan satu lagi yang membantunya berpikir logis tentang bahaya yang mereka hadapi.

Seiring waktu, Angela mulai menyadari kejanggalan dalam sikap Bosco. Beberapa ucapannya terdengar terlalu tahu, terlalu tenang saat membahas kekerasan. Namun pesona Bosco membuat keraguan itu sulit ditegaskan. Sementara itu, Chema semakin yakin bahwa pelaku adalah seseorang dengan kecerdasan tinggi dan keinginan untuk mengontrol, bukan sekadar pembunuh impulsif. Analisis demi analisis membuat mereka menyadari bahwa kampus bukan hanya latar belakang, tetapi juga bagian penting dari pola kejahatan.

Ketegangan meningkat ketika Angela kembali menemukan rekaman lain yang memperkuat dugaan adanya jaringan atau setidaknya pola pembunuhan yang terencana. Ia mulai merasa terjebak, tidak hanya oleh ancaman fisik, tetapi juga oleh ketakutan batin yang terus menghantui. Setiap langkah terasa berisiko. Setiap keputusan bisa berujung fatal. Angela harus memilih apakah ia akan terus menggali kebenaran atau berhenti demi keselamatannya sendiri.

Hubungan antara Angela, Chema, dan Bosco semakin kompleks. Kepercayaan diuji, kecurigaan tumbuh, dan rasa aman perlahan menghilang. Angela mulai memahami bahwa ketertarikannya pada topik kekerasan telah menyeretnya ke dalam realitas yang jauh lebih kejam daripada teori akademis. Kekerasan bukan lagi objek penelitian, melainkan ancaman nyata yang mengintai hidupnya.

Saat potongan potongan kebenaran mulai tersusun, Angela dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa pelaku bisa jadi adalah orang yang paling ia percaya. Situasi memuncak ketika ia menyadari bahwa dirinya mungkin telah dipilih sebagai korban berikutnya. Dalam kondisi tertekan dan penuh ketakutan, Angela harus mengandalkan naluri bertahan hidup dan keberanian yang selama ini tidak pernah ia sadari ia miliki.

Di titik ini, batas antara pengamat dan korban benar benar runtuh. Angela tidak lagi sekadar mahasiswi yang meneliti kekerasan, tetapi seorang perempuan muda yang berjuang menyelamatkan diri dari kejahatan yang bersembunyi di balik wajah intelektual dan kehidupan kampus yang tampak normal. Ketegangan mencapai puncaknya ketika rahasia terbesar akhirnya terungkap, memaksa Angela menghadapi kebenaran yang mengubah hidupnya selamanya. Jika orang yang paling terlihat aman justru menyimpan niat paling gelap, kepada siapa lagi Angela bisa percaya?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Ana Torrent u00c1ngela
Fele Martu00ednez Chema
Eduardo Noriega Bosco Herranz
Xabier Elorriaga Castro
Miguel Picazo Figueroa
Nieves Herranz Sena
Rosa Campillo Yolanda
Paco Hernu00e1ndez Padre Angela
Rosa u00c1vila Madre Angela
Teresa Castanedo Presentadora T.V.