Thesis
Synopsis
Di lingkungan kampus yang terlihat tenang dan intelektual, Angela (Ana Torrent) menjalani hari harinya sebagai mahasiswi jurusan Ilmu Informasi dan Audiovisual. Ia dikenal pendiam, cenderung cemas, dan sering merasa tidak nyaman dengan topik ekstrem. Ironisnya, untuk tugas akhirnya, Angela justru memilih meneliti kekerasan dalam media. Pilihan ini bukan karena ketertarikan pribadi, melainkan dorongan akademik untuk memahami bagaimana kekerasan direpresentasikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Sejak awal, topik itu sudah membuat Angela gelisah. Ia sulit menonton adegan brutal, bahkan sekadar mendengarkan penjelasan dosen tentang materi tersebut bisa membuatnya tidak tenang.
Dalam proses pengumpulan bahan, Angela memutuskan untuk menemui dosennya, Profesor Figueroa (Xavier Elorriaga), yang dikenal memiliki arsip audiovisual luas dan berani menyimpan materi kontroversial. Ia berharap mendapat arahan atau referensi yang aman untuk diteliti. Profesor Figueroa menawarkan bantuan dan meminjamkan beberapa rekaman untuk ditonton di rumah. Namun, niat baik itu berubah menjadi awal dari mimpi buruk ketika sang profesor ditemukan meninggal dunia di ruang pemutaran kampus. Kejadian tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk Angela yang merasa bersalah karena pertemuan terakhir mereka berkaitan langsung dengan topik kekerasan.
Rasa penasaran mendorong Angela untuk kembali ke ruang dosen dan mencari rekaman yang sempat disebutkan sebelumnya. Di sana, ia menemukan sebuah video misterius yang tidak tercatat secara resmi. Ketika memutarnya, Angela terkejut bukan main. Video itu menampilkan penyiksaan brutal terhadap seorang perempuan muda hingga berujung kematian. Kekerasan dalam rekaman tersebut terasa terlalu nyata, terlalu terperinci, dan jauh dari kesan fiksi. Angela langsung menyadari bahwa ini bukan film biasa, melainkan sebuah snuff video. Ketakutan bercampur rasa tidak percaya membuatnya hampir pingsan, tetapi satu detail menghantui pikirannya. Wajah korban terasa familiar.
Angela tidak berani melaporkan temuannya secara terbuka. Ia takut tidak dipercaya, sekaligus khawatir akan konsekuensi yang mungkin muncul. Dalam kebingungan, ia mencari bantuan dari Chema (Fele MartÃnez), teman kuliah yang dikenal gemar menonton film horor dan kekerasan ekstrem. Berbeda dengan Angela, Chema justru tertarik dan bersemangat membedah video tersebut secara teknis. Ia membantu memastikan bahwa rekaman itu asli dan bukan hasil rekayasa. Dari analisis sederhana, mereka mulai menyadari bahwa pelaku memiliki pengetahuan teknis tinggi serta akses terhadap peralatan kampus.
Penelusuran lebih lanjut mengungkap fakta mengerikan bahwa korban dalam video adalah seorang mahasiswi yang pernah kuliah di fakultas yang sama dan dinyatakan menghilang beberapa waktu lalu. Penemuan ini membuat situasi semakin serius. Angela menyadari bahwa pelaku bisa saja berada di lingkungan terdekat mereka, bahkan mungkin seseorang yang setiap hari mereka temui. Ketakutan tidak lagi bersifat abstrak. Ia mulai merasa diawasi, seolah setiap sudut kampus menyimpan ancaman tersembunyi.
Di tengah tekanan itu, muncul Bosco (Eduardo Noriega), mahasiswa populer yang tampan, percaya diri, dan dikenal ramah. Bosco menawarkan diri membantu Angela dengan caranya sendiri. Ia terlihat peduli dan protektif, sesuatu yang membuat Angela merasa sedikit aman. Kehadiran Bosco memberi kontras dengan Chema yang canggung dan obsesif terhadap film kekerasan. Angela berada di antara dua sosok yang sangat berbeda, satu yang membuatnya nyaman secara emosional, dan satu lagi yang membantunya berpikir logis tentang bahaya yang mereka hadapi.
Seiring waktu, Angela mulai menyadari kejanggalan dalam sikap Bosco. Beberapa ucapannya terdengar terlalu tahu, terlalu tenang saat membahas kekerasan. Namun pesona Bosco membuat keraguan itu sulit ditegaskan. Sementara itu, Chema semakin yakin bahwa pelaku adalah seseorang dengan kecerdasan tinggi dan keinginan untuk mengontrol, bukan sekadar pembunuh impulsif. Analisis demi analisis membuat mereka menyadari bahwa kampus bukan hanya latar belakang, tetapi juga bagian penting dari pola kejahatan.
Ketegangan meningkat ketika Angela kembali menemukan rekaman lain yang memperkuat dugaan adanya jaringan atau setidaknya pola pembunuhan yang terencana. Ia mulai merasa terjebak, tidak hanya oleh ancaman fisik, tetapi juga oleh ketakutan batin yang terus menghantui. Setiap langkah terasa berisiko. Setiap keputusan bisa berujung fatal. Angela harus memilih apakah ia akan terus menggali kebenaran atau berhenti demi keselamatannya sendiri.
Hubungan antara Angela, Chema, dan Bosco semakin kompleks. Kepercayaan diuji, kecurigaan tumbuh, dan rasa aman perlahan menghilang. Angela mulai memahami bahwa ketertarikannya pada topik kekerasan telah menyeretnya ke dalam realitas yang jauh lebih kejam daripada teori akademis. Kekerasan bukan lagi objek penelitian, melainkan ancaman nyata yang mengintai hidupnya.
Saat potongan potongan kebenaran mulai tersusun, Angela dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa pelaku bisa jadi adalah orang yang paling ia percaya. Situasi memuncak ketika ia menyadari bahwa dirinya mungkin telah dipilih sebagai korban berikutnya. Dalam kondisi tertekan dan penuh ketakutan, Angela harus mengandalkan naluri bertahan hidup dan keberanian yang selama ini tidak pernah ia sadari ia miliki.
Di titik ini, batas antara pengamat dan korban benar benar runtuh. Angela tidak lagi sekadar mahasiswi yang meneliti kekerasan, tetapi seorang perempuan muda yang berjuang menyelamatkan diri dari kejahatan yang bersembunyi di balik wajah intelektual dan kehidupan kampus yang tampak normal. Ketegangan mencapai puncaknya ketika rahasia terbesar akhirnya terungkap, memaksa Angela menghadapi kebenaran yang mengubah hidupnya selamanya. Jika orang yang paling terlihat aman justru menyimpan niat paling gelap, kepada siapa lagi Angela bisa percaya?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
15 Referensi Nonton Film Dewasa Barat Rekomendasi Netflix Terbaik dengan Cerita Seru dan Menarik
36 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix Terbaik dari Berbagai Genre
20 Rekomendasi Film Perang Kerajaan Paling Seru yang Penuh Intrik, Ada Kisah Nyata
30 Rekomendasi Film Terbaik Sepanjang Masa, Sekali Nonton Bikin Nagih