Tinker Tailor Soldier Spy
Synopsis
London berada dalam bayang bayang Perang Dingin ketika dunia intelijen Inggris diguncang oleh kegagalan besar yang berujung pada pengkhianatan. George Smiley (Gary Oldman) adalah agen senior yang dikenal pendiam, teliti, dan lebih suka bekerja di balik layar. Ia dikeluarkan secara halus dari Circus, sebutan internal untuk badan intelijen Inggris, setelah sebuah operasi rahasia di Budapest berakhir kacau. Operasi tersebut dipimpin oleh Control (John Hurt), kepala Circus yang yakin ada mata mata Soviet yang bersembunyi di jajaran paling atas organisasinya.
Kegagalan misi itu tidak hanya menjatuhkan Control, tetapi juga membuat struktur kepemimpinan Circus diambil alih oleh wajah wajah baru. Percy Alleline (Toby Jones) muncul sebagai figur dominan dengan janji kejayaan melalui kerja sama intelijen bernama Witchcraft. Bersama Bill Haydon (Colin Firth), Roy Bland (Ciarán Hinds), dan Toby Esterhase (David Dencik), Alleline membentuk lingkaran dalam yang tertutup dan penuh rahasia. Mereka dikenal dengan sebutan Tinker, Tailor, Soldier, dan Poor Man, julukan yang menyiratkan permainan catur kekuasaan di dalam tubuh Circus.
Di balik itu semua, Control meninggal dunia dengan membawa keyakinan bahwa salah satu dari empat orang tersebut adalah agen Soviet dengan kode nama Gerald. Keyakinan ini tidak pernah sempat dibuktikan secara resmi. Beberapa waktu setelah kematian Control, Oliver Lacon (Simon McBurney), pejabat tinggi pemerintah, diam diam memanggil George Smiley kembali. Tugasnya jelas namun berbahaya. Ia harus menemukan siapa pengkhianat itu tanpa diketahui oleh siapa pun di Circus.
George Smiley memulai penyelidikan dari potongan potongan kecil. Ia bertemu Ricki Tarr (Tom Hardy), agen lapangan yang hidupnya hancur setelah operasi rahasia yang tidak pernah diakui. Ricki membawa cerita tentang Irina, seorang perempuan Rusia yang memberinya informasi penting mengenai keberadaan mata mata Soviet di puncak Circus. Informasi itu diabaikan dan justru membuat Ricki dijadikan kambing hitam. Dari sinilah Smiley melihat pola kebohongan yang terstruktur dan rapi.
Penyelidikan Smiley berlangsung senyap. Ia dibantu Peter Guillam (Benedict Cumberbatch), agen muda yang masih setia pada nilai lama Circus. Mereka membuka kembali arsip, mendengarkan rekaman lama, dan menelusuri setiap keputusan mencurigakan yang dibuat oleh pimpinan baru. Setiap percakapan terasa penuh makna ganda. Setiap tatapan mengandung kecurigaan. Dunia spionase digambarkan bukan lewat aksi cepat, melainkan lewat kesabaran dan kecermatan membaca manusia.
Satu per satu, Smiley menyusun kembali kronologi masa lalu. Hubungan pribadi, ambisi karier, dan loyalitas ideologis bercampur menjadi simpul rumit. Bill Haydon, agen karismatik yang dicintai banyak orang, tampak terlalu sempurna. Roy Bland dikenal keras dan nasionalis, tetapi menyimpan kepentingan pribadi. Toby Esterhase memainkan peran sebagai perantara yang licin. Percy Alleline terlalu percaya diri dengan sumber intelijen Witchcraft yang selalu menguntungkan posisinya.
Semakin dalam Smiley menggali, semakin jelas bahwa pengkhianatan ini bukan hanya soal ideologi, tetapi juga tentang ego dan rasa ingin diakui. Soviet memanfaatkan celah itu dengan cerdas, menanamkan agen yang mampu memanipulasi kepercayaan dan persahabatan selama bertahun tahun. Circus yang selama ini membanggakan kerahasiaan justru menjadi tempat paling rapuh.
Penyelidikan ini membawa Smiley pada kebenaran yang pahit. Ia harus menghadapi fakta bahwa pengkhianat tersebut adalah seseorang yang sangat dekat dengan banyak orang, bahkan pernah ia percayai. Pengungkapan itu tidak disertai ledakan atau kejar kejaran, melainkan keheningan yang menekan. Dunia spionase digambarkan sebagai permainan panjang yang mengorbankan banyak hal, termasuk perasaan dan hubungan manusia.
Ketika kebenaran akhirnya terungkap, Circus tidak lagi sama. George Smiley berdiri sebagai sosok yang memahami bahwa kemenangan dalam dunia intelijen sering kali terasa hampa. Tidak ada sorak sorai, hanya kesadaran bahwa kepercayaan adalah senjata paling berbahaya. Di tengah atmosfer dingin Perang Dingin, siapa sebenarnya yang paling setia pada negaranya dan siapa yang selama ini bermain untuk kepentingan sendiri?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film SPIDER-MAN yang Tayang di TV, Senin, 26 Januari 2026 Jam 21.00
Rekomendasi Film Dewasa Terbaik Dengan Jalan Cerita Menarik, Barat & Asia