Why Him?
Synopsis
Liburan akhir tahun yang seharusnya hangat dan penuh tawa berubah menjadi ujian emosional bagi sebuah keluarga ketika Stephanie Fleming diperankan oleh Zoey Deutch pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa kejutan besar. Stephanie adalah mahasiswi cerdas, mandiri, dan penuh rasa ingin tahu yang sedang menempuh pendidikan di Stanford. Ia pulang dengan semangat memperkenalkan kehidupan barunya, tanpa menyangka bahwa pertemuan ini akan membuka konflik panjang antara orang orang yang ia cintai.
James Franco (Laird Mayhew) muncul sebagai sosok yang langsung mencuri perhatian. Ia adalah pacar Stephanie, seorang miliarder muda dari Silicon Valley yang hidupnya penuh teknologi, kebebasan berekspresi, dan cara berpikir yang sangat berbeda dari keluarga Fleming. Laird dikenal sebagai pribadi yang terbuka, santai, dan terlalu jujur tanpa filter. Ia merasa tidak ada yang perlu disembunyikan dan menganggap kejujuran sebagai bentuk kasih sayang. Sayangnya, sifat ini justru menjadi pemicu masalah sejak detik pertama ia menginjakkan kaki di rumah keluarga Stephanie.
Bryan Cranston (Ned Fleming) sebagai ayah Stephanie adalah kebalikan total dari Laird. Ned merupakan sosok ayah protektif, tradisional, dan sangat menjunjung nilai keluarga. Ia terbiasa hidup teratur, bekerja keras, dan percaya bahwa kesuksesan diraih melalui disiplin serta etika yang jelas. Bagi Ned, Laird adalah ancaman nyata. Cara bicaranya, kebiasaan hidupnya, dan kekayaannya yang terkesan instan membuat Ned merasa tidak nyaman. Naluri sebagai ayah langsung menyala ketika ia melihat kedekatan Laird dan Stephanie yang terlihat sangat serius.
Megan Mullally (Barb Fleming) sebagai ibu mencoba bersikap netral. Ia berusaha menjadi penyeimbang antara suami yang mudah tersulut emosi dan putrinya yang sedang jatuh cinta. Barb melihat Laird sebagai sosok yang aneh namun tulus. Ia menangkap usaha Laird untuk menyenangkan keluarga, meski caranya sering kali justru membuat situasi semakin canggung. Sementara itu, Griffin Gluck (Scotty Fleming), adik Stephanie, justru menikmati kekacauan ini. Ia melihat Laird sebagai figur yang keren, kaya, dan berani melawan aturan.
Sejak makan malam pertama, benturan budaya tidak terhindarkan. Laird tanpa sadar melanggar batas batas yang bagi keluarga Fleming dianggap sakral. Dari cara berbicara, candaan yang terlalu vulgar, hingga kebiasaannya memamerkan kekayaan dengan santai, semua membuat Ned semakin yakin bahwa pria ini tidak layak menjadi pasangan putrinya. Namun Laird tidak melihat dirinya sebagai orang jahat. Ia justru merasa sedang berusaha diterima dan ingin menunjukkan bahwa ia mencintai Stephanie sepenuh hati.
Ketegangan meningkat ketika Ned mulai menyadari satu hal yang paling ia takuti. Laird tampak sangat serius dengan hubungannya bersama Stephanie. Setiap gestur, rencana liburan, dan obrolan masa depan mengarah pada satu kemungkinan besar, lamaran. Pikiran bahwa putrinya akan menikah dengan pria seperti Laird membuat Ned kehilangan kendali. Ia mulai melakukan berbagai cara untuk menjauhkan Laird dari Stephanie, mulai dari sindiran halus hingga tindakan yang semakin nekat.
Di sisi lain, Stephanie berada di tengah badai. Ia mencintai Laird karena ia merasa diterima apa adanya. Laird mendukung ambisi dan kepribadiannya tanpa mencoba mengontrol. Namun Stephanie juga mencintai keluarganya dan tidak ingin melihat mereka saling melukai. Ia berharap ayahnya bisa melihat sisi baik Laird, sementara Laird diharapkan bisa sedikit menyesuaikan diri dengan nilai keluarga Fleming.
Liburan yang seharusnya dipenuhi momen kebersamaan berubah menjadi rangkaian kejadian absurd. Setiap usaha Ned untuk menjatuhkan Laird justru berbalik arah dan mempermalukan dirinya sendiri. Dari pertemuan bisnis yang berakhir kacau hingga aktivitas keluarga yang berubah menjadi ajang adu gengsi, semua menambah lapisan konflik yang semakin rumit. Laird, dengan segala keanehannya, terus mencoba menunjukkan bahwa ia bukan sekadar miliarder manja, melainkan seseorang yang benar benar ingin menjadi bagian dari keluarga.
Konflik mencapai titik puncak ketika rahasia dan ketakutan terdalam masing masing karakter mulai terungkap. Ned dipaksa menghadapi kenyataan bahwa ketakutannya bukan hanya soal Laird, tetapi juga soal kehilangan peran sebagai ayah. Ia takut tidak lagi dibutuhkan, takut putrinya memilih jalan hidup yang tidak bisa ia pahami. Sementara Laird harus berhadapan dengan fakta bahwa kejujuran tanpa empati bisa menyakiti orang lain, meski niatnya baik.
Stephanie akhirnya menyadari bahwa ia tidak bisa terus menjadi penengah tanpa menyuarakan keinginannya sendiri. Ia harus memilih apakah akan terus menyenangkan semua orang atau berdiri teguh pada apa yang ia yakini. Hubungan cinta, ikatan keluarga, dan ego masing masing diuji dalam satu liburan yang terasa jauh lebih panjang dari seharusnya.
Di balik semua kekacauan, cerita ini memperlihatkan bagaimana perbedaan generasi, nilai, dan cara hidup bisa bertabrakan dengan cara yang lucu sekaligus menyakitkan. Setiap karakter dipaksa belajar bahwa mencintai seseorang berarti juga belajar melepaskan kontrol. Keluarga Fleming perlahan menyadari bahwa kebahagiaan Stephanie tidak harus selalu sesuai dengan standar mereka.
Menjelang akhir, keputusan besar berada di ambang pintu. Lamaran yang mungkin terjadi menjadi simbol dari perubahan yang tidak bisa dihindari. Semua pihak harus menentukan sikap, bertahan dengan ego masing masing atau membuka ruang untuk memahami satu sama lain. Dalam suasana yang masih penuh ketegangan, satu pertanyaan besar menggantung di udara, apakah Ned siap menerima pria yang paling ia benci sebagai bagian dari keluarganya demi kebahagiaan putrinya?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
15 Referensi Nonton Film Dewasa Barat Rekomendasi Netflix Terbaik dengan Cerita Seru dan Menarik
36 Rekomendasi Film Indonesia di Netflix Terbaik dari Berbagai Genre
20 Rekomendasi Film Perang Kerajaan Paling Seru yang Penuh Intrik, Ada Kisah Nyata
30 Rekomendasi Film Terbaik Sepanjang Masa, Sekali Nonton Bikin Nagih