CLOSE

Amazon Dikritik Habis-habisan Karena Menggunakan AI Untuk Dubbing Anime 'BANANA FISH'

Amazon Dikritik Habis-habisan Karena Menggunakan AI Untuk Dubbing Anime 'BANANA FISH'
Main Poster Banana Fish (Credit: x.com/@saltaria2)

Kapanlagi.com - Amazon kini berada di tengah gelombang kritik besar setelah merilisi dub bahasa Inggris dan Spanyol untuk anime Banana Fish yang dibuat menggunakan teknologi AI. Keputusan ini memicu kontroversi dan kemarahan dari komunitas pengisi suara dan penggemar anime karena hasilnya yang dinilai jauh dari standar produksi profesional. Dub otomatis tersebut terdengar kaku seperti robot, tidak sinkron dengan gerakan mulut karakter, dan bahkan tidak sesuai dengan subtitle layar.

Dalam waktu singkat, kontroversi ini menyebar luas di berbagai komunitas dan sosial media. Terutama setelah para pengisi suara mulai menyuarakan penolakan mereka secara terbuka terhadap langkah yang diambil oleh Amazon. Para pengisi suara beranggapan langkah ini merupakan penghinaan bagi pekerjaan mereka. Penasaran dengan detailnya? Simak berikut ini!

Baca berita menarik lainnya di Liputan6.com

1. Gelombang Kritik Dari Dubber Dan Fans

Tulisan Daman Mills Di X (Credit:x.com/@DamanMills)

Serangan kritik dimulai ketika Daman Mills, pengisi suara Frieza di serialDragon Ball Super, menyebut dubbing AI itu sebagai "AI generated garbage." Ia mengatakan bahwa penggemar telah menunggu bertahun-tahun untuk dub bahasa Inggris yang layak, namun Amazon justru menyerahkannya kepada mesin. Mills menegaskan bahwa ia tidak akan mau bekerja sama dengan Amazon jika keputusan penggunaan AI tidak dibatalkan. Mills menyebut keputusan Amazon bukan masa depan, melainkan penghapusan. Ia menambahkan pertanyaan, "Apakah narasi trauma queer (Banana Fish) diserahkan kepada mesin karena membayar aktor sungguhan terlalu berat?"

Dalam komentar lanjutan, Mills menjelaskan bahwa Amazon biasanya membayar pengisi suara sebesar 125 - 150 dolar AS per jam, di bawah standar SAG-AFTRA (Screen Actors Guild - American Federation of Television and Radio Artist). Bayaran ini dianggap sangat kecil dibandingkan tim produksi lainnya. "Ternyata biaya untuk merekrut pengisi suara sungguhan terlalu berat untuk perusahaan bernilai miliaran dolar," sindir Mills.

Dubber lain seperti Nick Hubber (One Piece dan Wind Breaker), Belsheper Rusape (Horimiya, Dragon Ball DAIMA, One Piece), dan Marisa Duran (Horimiya, Kaiju No. 8) juga meluapkan kekecewaannya kepada Amazon, dengan menyebutkan bahwa keputusan ini adalah penghinaan terhadap profesi dan anime serta dinilai sangat tidak profesional.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Banana Fish Sebagai Salah Satu Anime Penting

Banana Fish Visual Art (Credit: x.com/@fourgivendays)

Banana Fish bukan serial sembarangan dalam industri anime. Anime ini diproduksi oleh studio MAPPA dan disutradarai oleh Hiroko Utsumi, dua nama besar yang secara konsisten menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. Serial ini ditayangkan di program Noitamina di Fuji TV, sebuah program siaran yang secara khusus menayangkan tayangan yang lebih dewasa dan berdampak emosional. Penayangannya berlangsung dari 5 Juli hingga 20 Desember 2018, sekaligus menjadi proyek peringatan 40 tahun debut Akimi Yoshida, mangaka Banana Fish.

Banana Fishmemiliki narasi yang dalam dan emosional, terutama mengingat ceritanya yang berfokus pada trauma, hubungan manusia, dan isu-isu sensitif lainnya. Oleh karena itu, kritik penggunaan AI bukan hanya soal kualitas secara teknis, tetapi juga tentang penghargaan terhadap karya yang berkualitas tinggi.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending