Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD Selama Proses Pembuatan Anime

Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD Selama Proses Pembuatan Anime
Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD (credit: IMDb.com)

Kapanlagi.com - Di mata banyak penggemar anime dan manga, Cells at Work! dikenal sebagai serial edukatif yang unik dan menghibur. Dengan konsep tubuh manusia yang digambarkan sebagai dunia penuh aktivitas sel, karya ini berhasil mencuri perhatian jutaan penggemar di seluruh dunia sejak pertama kali terbit pada 2015.

Namun di balik kesuksesan besar tersebut, ternyata terdapat kisah yang jauh lebih kelam. Akane Shimizu, sang kreator manga Cells at Work!, baru-baru ini mengungkap perjuangan berat yang ia alami selama masa serialisasi karya tersebut. Pengakuan itu ia sampaikan secara langsung melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam pernyataannya, Shimizu mengungkap bahwa dirinya sempat didiagnosis mengalami depresi, trikotilomania, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Tak hanya itu, ia juga mengaku menghadapi berbagai masalah pribadi yang meninggalkan luka emosional mendalam hingga saat ini.

Berikut sejumlah fakta yang diungkap Akane Shimizu mengenai masa sulit yang ia alami selama mengerjakan Cells at Work!

1. Akane Shimizu Mengaku Didiagnosis Depresi, Trikotilomania, dan PTSD

Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD (credit: IMDb.com)

Melalui unggahan di akun X miliknya, Akane Shimizu mengungkap bahwa selama proses serialisasi Cells at Work!, dirinya mengalami berbagai tekanan yang datang secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat kesehatan mentalnya terganggu hingga akhirnya mendapatkan diagnosis depresi dan trikotilomania, yaitu gangguan yang menyebabkan seseorang memiliki dorongan kuat untuk mencabut rambutnya sendiri.

Tak berhenti di situ, Shimizu juga mengaku kemudian didiagnosis mengalami PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder. Gangguan ini biasanya muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis yang meninggalkan dampak psikologis berkepanjangan.

Pengakuan tersebut langsung mengejutkan banyak penggemar. Pasalnya, selama ini Cells at Work! dikenal sebagai manga yang penuh energi positif dan edukatif, sehingga tidak banyak yang mengetahui perjuangan berat yang harus dihadapi sang kreator di balik layar.

2. Mengalami Berbagai Masalah Pribadi yang Meninggalkan Luka Mendalam

Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD (credit: IMDb.com)

Selain masalah kesehatan mental, Shimizu juga mengungkap bahwa dirinya mengalami berbagai peristiwa traumatis dalam kehidupan pribadinya. Ia menyebut pernah mengalami kerugian finansial akibat ulah kerabat, menjadi korban pelecehan seksual, hingga mengalami secondary victimization atau perlakuan yang semakin menyakiti dari lingkungan keluarga setelah kejadian tersebut.

Menurut Shimizu, berbagai kejadian itu terjadi dalam periode yang berdekatan sehingga memperburuk kondisi mentalnya. Luka emosional yang ditinggalkan bahkan masih ia rasakan hingga sekarang meskipun telah bertahun-tahun berlalu.

Sang mangaka mengaku masih berusaha memproses semua pengalaman tersebut. Ia juga berharap suatu hari nanti bisa menceritakan kisahnya secara lebih rinci kepada publik tanpa memicu kontroversi yang tidak perlu. Banyak penggemar pun memberikan dukungan dan berharap kondisi Shimizu terus membaik.

3. Hubungan dengan Sang Adik yang Menginspirasi Cells at Work! Juga Berakhir

Pencipta Cells At Work Didiagnosa Menderita Depresi Dan PTSD (credit: IMDb.com)

Salah satu pengakuan yang paling mengejutkan adalah keputusan Akane Shimizu untuk memutus hubungan dengan adik perempuannya. Padahal, menurut pengakuannya, sang adik merupakan sosok yang menjadi inspirasi utama hingga dirinya memutuskan menciptakan Cells at Work!.

Keputusan tersebut menunjukkan betapa kompleks dan beratnya situasi yang dihadapi Shimizu pada masa itu. Meski tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik renggangnya hubungan tersebut, ia mengakui bahwa peristiwa tersebut menjadi salah satu luka emosional yang masih membekas hingga kini.

Terlepas dari berbagai cobaan yang dialaminya, karya Cells at Work! tetap berkembang menjadi salah satu franchise manga dan anime paling sukses dalam satu dekade terakhir. Manga ini melahirkan berbagai spin-off populer seperti Cells at Work! CODE BLACK, adaptasi anime, novel, pertunjukan panggung, hingga film live-action yang dirilis pada tahun 2024. Kini, banyak penggemar berharap Akane Shimizu dapat menemukan ketenangan dan terus berkarya di masa mendatang.

Rekomendasi

Trending