Penjelasan Ending Anime Neon Genesis Evangelion Biar Kalian Nggak Bingung

Penjelasan Ending Anime Neon Genesis Evangelion Biar Kalian Nggak Bingung
Penjelasan ending Neon Genesis Evangelion (Credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Halo, para penggemar anime! Siapa sih yang nggak kenal dengan Neon Genesis Evangelion? Anime legendaris ini memang sering bikin kepala pusing, terutama soal ending-nya yang bikin banyak orang bertanya-tanya. Tapi tenang, kali ini kita bakal bedah tuntas biar kalian nggak bingung lagi!

Cerita Neon Genesis Evangelion berlatar tahun 2015, lima belas tahun setelah bencana global yang dikenal sebagai Second Impact. Bencana ini adalah ledakan dahsyat di Antartika yang mengurangi populasi manusia hingga separuhnya. Untuk menghadapi ancaman makhluk misterius bernama "Angel" yang terus menyerang, Perserikatan Bangsa-Bangsa mendirikan organisasi paramiliter khusus bernama NERV, yang bermarkas di kota futuristik Tokyo-3.

Tokoh utama kita adalah Shinji Ikari, seorang remaja 14 tahun yang dipanggil oleh ayahnya, Gendo Ikari, kepala NERV. Shinji direkrut untuk menjadi pilot Evangelion Unit-01 (EVA-01), sebuah mecha raksasa biomekanis yang menjadi satu-satunya harapan umat manusia. Selain Shinji, ada juga pilot lain seperti Rei Ayanami dan Asuka Langley Soryu, yang bersama-sama berjuang melawan para Angel.

1. Penjelasan Ending Neon Genesis Evangelion

Nah, ini dia bagian yang paling sering bikin bingung! Neon Genesis Evangelion sebenarnya punya dua ending utama yang berbeda: ending serial TV aslinya (episode 25 dan 26) dan film The End of Evangelion.

1. Ending Serial TV (Episode 25 & 26)
Ending serial TV ini memang terkenal kontroversial, membingungkan, dan abstrak bagi banyak penonton. Alasannya? Karena dua episode terakhir ini lebih fokus pada perjalanan psikologis internal Shinji Ikari.

Shinji menghadapi rasa benci terhadap dirinya sendiri dan belajar untuk menerima dirinya serta dunia, meskipun penuh rasa sakit. Puncaknya, Shinji menerima ucapan "Selamat!" dari karakter lain, yang melambangkan penerimaannya terhadap keberadaan dan kebebasan untuk berubah.

2. The End of Evangelion (Film, 1997)
Karena ending TV yang dianggap tidak memuaskan, film The End of Evangelion dirilis pada tahun 1997 sebagai ending alternatif. Film ini menggambarkan peristiwa Third Impact dan Human Instrumentality Project secara eksternal.

Dalam film ini, organisasi rahasia SEELE dan Gendo Ikari memiliki tujuan berbeda untuk Instrumentality. SEELE ingin menggabungkan seluruh umat manusia menjadi satu kesadaran kolektif, sementara Gendo ingin bersatu kembali dengan istrinya, Yui.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Pesan yang Bisa Dipetik

Poster anime Neon Genesis Evangelion (Credit: IMDB)

Neon Genesis Evangelion bukan cuma anime biasa, tapi juga sebuah karya seni yang kaya akan pesan mendalam. Anime ini mengajarkan kita untuk menghadapi realita dan diri sendiri, serta pentingnya koneksi antar manusia.

Pesan utama yang bisa kita ambil adalah bahwa hidup itu penuh dengan tantangan dan rasa sakit, terutama dalam berhubungan dengan orang lain. Namun, dengan menerima diri sendiri, kita bisa menemukan makna dan harapan, bahkan di tengah kehancuran sekalipun.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/jpg)

Rekomendasi
Trending