Toei Animation Minta Bantuan Pemerintah Jepang Untuk Lawan Pembajakan Anime
Toei Animation Minta Jepang Perangi Pembajakan Anime (credit: x.com/@ToeiAnimation)
Kapanlagi.com - Pembajakan anime kembali menjadi perhatian serius di Jepang. Dalam sebuah diskusi industri yang berlangsung di Gedung DPR Jepang, sejumlah petinggi studio anime besar membahas berbagai tantangan yang sedang dihadapi industri, mulai dari ekspansi global hingga perlindungan hak cipta.
Salah satu sorotan utama datang dari Toei Animation, studio di balik anime populer seperti ONE PIECE, DRAGON BALL, dan SAILOR MOON. Mereka menilai pembajakan masih menjadi ancaman besar yang dapat menghambat perkembangan industri anime Jepang di tingkat internasional.
Di tengah meningkatnya popularitas anime di seluruh dunia, para pelaku industri berharap pemerintah Jepang dapat ikut berperan lebih aktif dalam memperkuat perlindungan terhadap karya-karya kreatif yang menjadi salah satu aset budaya terbesar negara tersebut.
Advertisement
1. Toei Animation Soroti Ancaman Besar dari Situs Bajakan
Dalam forum tersebut, Direktur Senior Toei Animation, Kiichiro Yamada, menegaskan bahwa upaya melawan pembajakan harus menjadi prioritas jika industri anime ingin terus berkembang secara global. Menurutnya, distribusi ilegal masih menjadi hambatan besar bagi penjualan lisensi resmi di berbagai negara.
Yamada menjelaskan bahwa dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu melindungi hak cipta anime Jepang di pasar internasional. Pasalnya, banyak pelanggaran yang terjadi di luar Jepang sehingga membutuhkan kerja sama lintas negara dan regulasi yang lebih kuat.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun anime Jepang memiliki popularitas luar biasa di seluruh dunia, kontribusinya terhadap pasar animasi global masih relatif kecil. Karena itu, perlindungan terhadap karya kreatif dinilai menjadi langkah penting untuk membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.
2. Pasar Internasional Jadi Andalan Baru Industri Anime
Salah satu fakta menarik yang terungkap dalam diskusi tersebut adalah besarnya kontribusi pasar luar negeri terhadap industri anime Jepang. Pendapatan anime dari luar negeri dilaporkan telah mencapai sekitar Rp210 triliun dan kini melampaui pendapatan dari pasar domestik.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa anime telah berkembang menjadi salah satu produk hiburan Jepang yang paling sukses secara global. Bahkan, industri anime disebut menyumbang sekitar sepertiga dari total pendapatan konten Jepang di luar negeri.
Meski demikian, para pelaku industri mengingatkan bahwa pertumbuhan besar ini tidak akan bertahan maksimal apabila pembajakan terus merugikan kreator, studio, dan pemegang lisensi resmi. Karena itu, perlindungan hak cipta menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pengembangan industri ke depan.
3. Jepang Siapkan Teknologi AI untuk Perangi Pembajakan
Selain meminta dukungan pemerintah, industri anime Jepang juga mulai memanfaatkan teknologi untuk menghadapi masalah pembajakan. Salah satu langkah yang sedang dikembangkan adalah penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi konten manga dan anime yang disebarkan secara ilegal.
Teknologi tersebut dirancang untuk melacak halaman manga yang dicuri sekaligus mengidentifikasi platform atau situs yang mendistribusikannya tanpa izin. Pemerintah Jepang bahkan telah mengalokasikan dana khusus guna mendukung pengembangan sistem tersebut.
Langkah ini muncul setelah laporan yang menyebut Jepang mengalami kerugian hingga puluhan miliar dolar akibat pembajakan sepanjang tahun 2025. Dengan kombinasi teknologi, regulasi yang lebih kuat, dan dukungan pemerintah, industri anime berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi kreator maupun penggemar di seluruh dunia.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/kiy)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
