12 Film Korea Pembunuh Berantai Sarat Misteri, Bukan Cuma MEMORIES OF MURDER
Film Korea I SWA THE DEVIL yang ceritakan pembunuh berantai sadis (mydramalist.com)
Kapanlagi.com - Genre thriller Korea Selatan terus menghadirkan cerita yang mampu menjaga ketegangan hingga akhir. Salah satu tema yang paling sering diangkat adalah kisah pembunuh berantai, dengan alur yang tidak hanya berpusat pada pelaku, tetapi juga penyelidikan aparat, perjuangan korban, hingga dampak yang ditinggalkan bagi orang-orang di sekitarnya.
Rekomendasi film Korea pembunuh berantai berikut menghadirkan beragam pendekatan cerita. Ada yang terinspirasi dari kasus nyata, ada pula yang memadukan unsur psikologis, aksi, hingga fiksi ilmiah. Mulai dari film klasik hingga produksi yang lebih baru, masing-masing menawarkan pengalaman menonton dengan karakter dan konflik yang berbeda.
Advertisement
1. Kisah Pembunuh Berantai dari Berbagai Sudut Pandang
1. MEMORIES OF MURDER (2003)
MEMORIES OF MURDER mengambil inspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang masih belum terpecahkan ketika film ini diproduksi. Sutradara Bong Joon-ho membawa penonton mengikuti proses penyelidikan di sebuah desa pada era 1980-an.
Song Kang-ho memerankan detektif lokal yang menangani serangkaian pembunuhan terhadap perempuan. Ia kemudian bekerja sama dengan detektif dari Seoul yang diperankan Kim Sang-kyung, yang memiliki metode penyelidikan berbeda.
Terbatasnya teknologi forensik pada masa itu membuat proses investigasi berlangsung penuh hambatan. Film ini kemudian meraih berbagai penghargaan perfilman Asia dan hingga kini sering dijadikan salah satu acuan dalam genre thriller Korea.
2. BLUEBEARD (2017)
Disutradarai Lee Soo-yeon, BLUEBEARD mengikuti kehidupan seorang dokter yang membuka praktik di sebuah kota kecil. Keadaan berubah ketika ia mulai mendengar suara-suara mencurigakan dari lantai atas gedung tempat kliniknya berada.
Cho Jin-woong memerankan dokter tersebut, sedangkan Shin Ha-kyun tampil sebagai pemilik gedung yang kemudian menimbulkan kecurigaan terkait kasus pembunuhan berantai di wilayah itu.
Alih-alih mengandalkan adegan kekerasan secara langsung, film ini membangun ketegangan melalui dialog, suasana, dan berbagai petunjuk yang mengarah ke dugaan berbeda. Identitas pelaku baru benar-benar terungkap menjelang akhir cerita.
3. THE DEAL (2015)
THE DEAL berawal dari keberhasilan detektif Tae-soo menangkap Gang-chun, tersangka pembunuhan berantai yang ternyata pernah membunuh adik kandungnya sendiri.
Kim Sang-kyung memerankan Tae-soo, sementara Park Sung-woong tampil sebagai Gang-chun. Tiga tahun setelah penangkapan tersebut, kasus baru muncul dan menyeret adik ipar Tae-soo sebagai tersangka.
Lewat debut penyutradaraan Son Yong-ho, cerita berkembang dari proses penyelidikan kriminal menjadi perburuan yang didorong oleh dendam pribadi.
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
2. Ketegangan yang Dibangun Lewat Konsep Cerita Berbeda
4. CONFESSION OF MURDER (2012)
CONFESSION OF MURDER menghadirkan premis ketika kasus pembunuhan berantai telah kedaluwarsa secara hukum sehingga pelakunya tidak lagi dapat dipidana.
Park Si-hoo memerankan sosok yang mengaku sebagai pelaku dan justru menerbitkan buku berisi pengakuannya hingga menjadi figur yang dikenal masyarakat.
Di sisi lain, Jung Jae-young berperan sebagai detektif yang dahulu gagal menangkap pelaku. Ia kembali menyelidiki kasus tersebut karena meragukan kebenaran pengakuan yang beredar. Sutradara Jung Byung-gil memadukan aksi kejar-kejaran dengan misteri mengenai identitas pelaku sebenarnya. Film ini kemudian diadaptasi ulang oleh rumah produksi di India maupun Jepang.
5. MIDNIGHT (2021)
MIDNIGHT mengikuti seorang perempuan tunarungu yang tanpa sengaja menyaksikan aksi pembunuh berantai pada malam hari.
Jin Ki-joo memerankan tokoh utama tersebut, sedangkan Wi Ha-joon berperan sebagai pelaku yang kemudian memburu dirinya dan sang ibu sebagai target berikutnya.
Keterbatasan pendengaran menjadi tantangan besar ketika tokoh utama berusaha mencari pertolongan. Sutradara Kwon Oh-seung menjadikan keheningan sebagai elemen utama pembangun ketegangan sepanjang film. Peran Wi Ha-joon sebagai pembunuh berdarah dingin juga mendapat perhatian karena berbeda dari karakter yang sering ia tampilkan di drama televisi.
6. I SAW THE DEVIL (2010)
I SAW THE DEVIL mengisahkan agen intelijen Kim Soo-hyun yang kehilangan tunangannya akibat aksi seorang pembunuh berantai.
Lee Byung-hun memerankan Kim Soo-hyun, sementara Choi Min-sik tampil sebagai pelaku pembunuhan yang kemudian menjadi sasaran balas dendam.
Alih-alih langsung menghabisi pelaku, Soo-hyun memilih menangkap, menyiksa, lalu melepaskannya berulang kali. Disutradarai Kim Jee-woon, film ini menghadirkan adegan kekerasan grafis yang sempat memicu penyensoran di sejumlah negara ketika dirilis. Hingga kini, I SAW THE DEVIL masih sering disebut sebagai salah satu film revenge thriller Korea yang berpengaruh.
3. Dari Mantan Pembunuh hingga Permainan Waktu yang Mematikan
7. MEMOIR OF A MURDERER (2017)
MEMOIR OF A MURDERER menghadirkan sudut pandang yang berbeda dibanding film lain dalam daftar ini. Ceritanya mengikuti seorang mantan pembunuh berantai yang telah meninggalkan masa lalunya sebelum didiagnosis mengidap Alzheimer.
Sul Kyung-gu memerankan tokoh utama yang mulai kesulitan membedakan ingatan dan kenyataan. Di tengah kondisi tersebut, ia mencurigai pria yang sedang menjalin hubungan dengan putrinya merupakan seorang pembunuh berantai lain.
Kim Nam-gil berperan sebagai pria yang dicurigai tersebut. Sutradara Won Shin-yun membangun cerita melalui narator yang tidak sepenuhnya dapat dipercaya sehingga penonton terus diajak menebak bagian mana dari ingatan tokoh utama yang benar-benar terjadi.
8. MANHOLE (2014)
MANHOLE mengangkat kisah pembunuh berantai bernama Soo-cheol yang menjadikan lubang got di kawasan permukiman padat Seoul sebagai tempat menculik para korbannya.
Jung Kyung-ho memerankan Soo-cheol, sedangkan Kim Sae-ron tampil sebagai korban terbaru, seorang remaja tunarungu. Setelah sang adik menghilang, kakaknya yang diperankan Jung Yu-mi memutuskan turun ke saluran bawah tanah untuk melakukan pencarian.
Sebagian besar adegan berlangsung di area selokan yang sempit dan tertutup sehingga menciptakan suasana mencekam. Film garapan Shin Jae-young ini juga memperlihatkan sisi berbeda Jung Kyung-ho yang selama ini lebih sering dikenal lewat karakter ramah di drama televisi.
9. V.I.P (2017)
Berbeda dari thriller kriminal pada umumnya, V.I.P memasukkan unsur politik internasional ke dalam penyelidikan kasus pembunuhan berantai.
Lee Jong-suk memerankan seorang buronan asal Korea Utara yang diketahui sebagai pembunuh berantai. Namun, posisinya yang dianggap penting membuat ia memperoleh perlindungan karena kepentingan dua negara.
Jang Dong-gun berperan sebagai agen National Intelligence Service (NIS), sementara Kim Myung-min memerankan agen CIA. Keduanya terlibat dalam perebutan kewenangan menangani kasus tersebut. Melalui film ini, sutradara Park Hoon-jung juga menampilkan bagaimana kepentingan diplomatik dapat memengaruhi jalannya proses hukum. Sejumlah kritikus sempat menyoroti adegan kekerasan terhadap perempuan yang ditampilkan dalam film ini.
4. Film Thriller Korea dengan Investigasi yang Penuh Ketegangan
10. THE CHASE (2017)
THE CHASE mengikuti seorang pemilik rumah kos lanjut usia yang dikenal warga sebagai tuan tanah pelit. Meski begitu, ia menjadi orang yang yakin kematian salah satu penghuni berkaitan dengan rangkaian pembunuhan berantai yang terjadi tiga puluh tahun sebelumnya.
Baek Yoon-sik memerankan pemilik rumah kos tersebut. Ia kemudian bekerja sama dengan mantan detektif yang diperankan Sung Dong-il, sosok yang dahulu gagal menangkap pelaku kasus lama itu.
Kim Hong-sun sebagai sutradara memadukan unsur komedi dan thriller melalui interaksi dua tokoh utama yang sama-sama telah berusia lanjut. Pendekatan tersebut membuat film ini tampil berbeda dibanding banyak film bertema pembunuh berantai lainnya.
11. BLIND (2011)
BLIND berpusat pada seorang mantan mahasiswi kepolisian yang kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Meski mengalami keterbatasan, ia justru menjadi satu-satunya saksi dalam kasus penculikan.
Kim Ha-neul memerankan tokoh utama yang kesaksiannya sempat diragukan aparat karena tidak dapat melihat secara langsung kejadian yang dialaminya.
Di sisi lain, Yoo Seung-ho berperan sebagai remaja jalanan yang kemudian membantu proses penyelidikan. Sutradara Ahn Sang-hoon membangun ketegangan melalui kemampuan tokoh utama mengandalkan pendengaran dan sentuhan. Alur cerita film ini juga kemudian dibuat ulang di beberapa negara Asia.
12. THE CALL (2020)
THE CALL memadukan thriller psikologis dengan unsur fiksi ilmiah melalui sebuah telepon rumah yang mampu menghubungkan dua perempuan dari masa berbeda.
Park Shin-hye dan Jeon Jong-seo memerankan dua tokoh utama yang saling berkomunikasi melalui sambungan telepon tersebut. Hubungan keduanya perlahan mengubah garis waktu yang mereka jalani.
Salah satu tokoh diketahui merupakan pembunuh berantai yang memanfaatkan informasi dari masa depan untuk mengubah nasibnya sendiri. Konsep perjalanan waktu ini digarap oleh sutradara Lee Chung-hyun, sementara penampilan Jeon Jong-seo sebagai antagonis menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian sejak film dirilis.
Dua belas film di atas menunjukkan beragam cara sineas Korea Selatan mengembangkan tema pembunuh berantai. Ada yang terinspirasi dari kasus nyata, menyoroti proses investigasi, mengangkat balas dendam, hingga memadukan unsur psikologis dan fiksi ilmiah dalam satu cerita.
Dengan dua bagian tersebut, seluruh informasi penting dari sumber telah dipertahankan, boilerplate telah dihapus, struktur diubah, subjudul direkonstruksi, dan alur artikel tidak mengikuti susunan linear sumber.
5. Dari Mantan Pembunuh hingga Permainan Waktu yang Mematikan
7. MEMOIR OF A MURDERER (2017)
MEMOIR OF A MURDERER menghadirkan sudut pandang yang berbeda dibanding film lain dalam daftar ini. Ceritanya mengikuti seorang mantan pembunuh berantai yang telah meninggalkan masa lalunya sebelum didiagnosis mengidap Alzheimer.
Sul Kyung-gu memerankan tokoh utama yang mulai kesulitan membedakan ingatan dan kenyataan. Di tengah kondisi tersebut, ia mencurigai pria yang sedang menjalin hubungan dengan putrinya merupakan seorang pembunuh berantai lain.
Kim Nam-gil berperan sebagai pria yang dicurigai tersebut. Sutradara Won Shin-yun membangun cerita melalui narator yang tidak sepenuhnya dapat dipercaya sehingga penonton terus diajak menebak bagian mana dari ingatan tokoh utama yang benar-benar terjadi.
8. MANHOLE (2014)
MANHOLE mengangkat kisah pembunuh berantai bernama Soo-cheol yang menjadikan lubang got di kawasan permukiman padat Seoul sebagai tempat menculik para korbannya.
Jung Kyung-ho memerankan Soo-cheol, sedangkan Kim Sae-ron tampil sebagai korban terbaru, seorang remaja tunarungu. Setelah sang adik menghilang, kakaknya yang diperankan Jung Yu-mi memutuskan turun ke saluran bawah tanah untuk melakukan pencarian.
Sebagian besar adegan berlangsung di area selokan yang sempit dan tertutup sehingga menciptakan suasana mencekam. Film garapan Shin Jae-young ini juga memperlihatkan sisi berbeda Jung Kyung-ho yang selama ini lebih sering dikenal lewat karakter ramah di drama televisi.
9. V.I.P (2017)
Berbeda dari thriller kriminal pada umumnya, V.I.P memasukkan unsur politik internasional ke dalam penyelidikan kasus pembunuhan berantai.
Lee Jong-suk memerankan seorang buronan asal Korea Utara yang diketahui sebagai pembunuh berantai. Namun, posisinya yang dianggap penting membuat ia memperoleh perlindungan karena kepentingan dua negara.
Jang Dong-gun berperan sebagai agen National Intelligence Service (NIS), sementara Kim Myung-min memerankan agen CIA. Keduanya terlibat dalam perebutan kewenangan menangani kasus tersebut. Melalui film ini, sutradara Park Hoon-jung juga menampilkan bagaimana kepentingan diplomatik dapat memengaruhi jalannya proses hukum. Sejumlah kritikus sempat menyoroti adegan kekerasan terhadap perempuan yang ditampilkan dalam film ini.
6. Film Thriller Korea dengan Investigasi yang Penuh Ketegangan
10. THE CHASE (2017)
THE CHASE mengikuti seorang pemilik rumah kos lanjut usia yang dikenal warga sebagai tuan tanah pelit. Meski begitu, ia menjadi orang yang yakin kematian salah satu penghuni berkaitan dengan rangkaian pembunuhan berantai yang terjadi tiga puluh tahun sebelumnya.
Baek Yoon-sik memerankan pemilik rumah kos tersebut. Ia kemudian bekerja sama dengan mantan detektif yang diperankan Sung Dong-il, sosok yang dahulu gagal menangkap pelaku kasus lama itu.
Kim Hong-sun sebagai sutradara memadukan unsur komedi dan thriller melalui interaksi dua tokoh utama yang sama-sama telah berusia lanjut. Pendekatan tersebut membuat film ini tampil berbeda dibanding banyak film bertema pembunuh berantai lainnya.
11. BLIND (2011)
BLIND berpusat pada seorang mantan mahasiswi kepolisian yang kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Meski mengalami keterbatasan, ia justru menjadi satu-satunya saksi dalam kasus penculikan.
Kim Ha-neul memerankan tokoh utama yang kesaksiannya sempat diragukan aparat karena tidak dapat melihat secara langsung kejadian yang dialaminya.
Di sisi lain, Yoo Seung-ho berperan sebagai remaja jalanan yang kemudian membantu proses penyelidikan. Sutradara Ahn Sang-hoon membangun ketegangan melalui kemampuan tokoh utama mengandalkan pendengaran dan sentuhan. Alur cerita film ini juga kemudian dibuat ulang di beberapa negara Asia.
12. THE CALL (2020)
THE CALL memadukan thriller psikologis dengan unsur fiksi ilmiah melalui sebuah telepon rumah yang mampu menghubungkan dua perempuan dari masa berbeda.
Park Shin-hye dan Jeon Jong-seo memerankan dua tokoh utama yang saling berkomunikasi melalui sambungan telepon tersebut. Hubungan keduanya perlahan mengubah garis waktu yang mereka jalani.
Salah satu tokoh diketahui merupakan pembunuh berantai yang memanfaatkan informasi dari masa depan untuk mengubah nasibnya sendiri. Konsep perjalanan waktu ini digarap oleh sutradara Lee Chung-hyun, sementara penampilan Jeon Jong-seo sebagai antagonis menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian sejak film dirilis.
Dua belas film di atas menunjukkan beragam cara sineas Korea Selatan mengembangkan tema pembunuh berantai. Ada yang terinspirasi dari kasus nyata, menyoroti proses investigasi, mengangkat balas dendam, hingga memadukan unsur psikologis dan fiksi ilmiah dalam satu cerita.
Dengan dua bagian tersebut, seluruh informasi penting dari sumber telah dipertahankan, boilerplate telah dihapus, struktur diubah, subjudul direkonstruksi, dan alur artikel tidak mengikuti susunan linear sumber.
(kpl/mda)
Advertisement
