Buku Bacaan Idol K-Pop 'Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah': Memanfaatkan Energi "Menyerah"

Jum'at, 28 Mei 2021 14:12
Buku Bacaan Idol K-Pop 'Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah': Memanfaatkan Energi "Menyerah" credit: Penerbit Haru

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, media sosial ribut membahas pencapaian pada usia 25 tahun. Hal ini dipicu oleh sebuah unggahan di media sosial yang membahas pencapaian ideal pada usia 25 tahun. Cuitan tersebut memicu banyak diskusi warganet dan tak sedikit warganet yang gelisah lalu mengemukakan suara tentang tabungan sekian juta rupiah yang harus dimiliki saat berusia 25 tahun. Bagi beberapa orang, rentang usia 20-30 tahun adalah rentang usia yang melelahkan. Boro-boro punya tabungan sekian juta rupiah, menemukan apa yang disukai dan ingin dilakukan dalam hidup pun jadi melelahkan. Kelelahan dan kejenuhan ini menjadi pertanda bahwa orang tersebut sedang mengalami burnout.

dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, seorang psikiater, dalam kata pengantar yang ditulisnya mengatakan bahwa Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah adalah buku yang mengajak pembacanya pelan-pelan memikirkan pergumulan yang terjadi pada usia dua puluhan tersebut. Buku yang ditulis oleh Geulbaewoo ini akan dirilis oleh Penerbit Haru pada bulan Juni 2021. Buku ini merupakan buku esai yang diterjemahkan dari bahasa negara asalnya, Korea Selatan.

Di kalangan idol K-Pop pun, buku self improvement ini cukup dikenal lho. Pasalnya beberapa idol seperti Sungjin Day6, Chunji Teentop, Lucete Seungwoo, Youngmin Ab61x, dan Shownu MONSTA X juga membacanya.

credit: Penerbit Harucredit: Penerbit Haru

Saat bekerja di bidang yang disukai, manusia akan melakukan 'hobi' tersebut sebagai rutinitas dan kewajiban, yang kemudian akan menimbulkan rasa bosan dan rasa lelah karena melakukannya dalam jangka panjang. Setelah itu, ia akan kehilangan rasa suka terhadap hobi itu hingga merasa ingin menyerah saja. Itulah burnout. Jika sudah begitu, keputusannya kembali kepada masing-masing individu: Menemukan hal baru untuk dikerjakan atau menemukan hal baru untuk disukai.

Dalam Podcast "Naik Clas", musisi Jimi Multhazam bercerita bahwa ia adalah seorang animator dengan pekerjaan tetap menjanjikan sebelum beralih menjadi musisi. Ia suka menggambar, tetapi akhirnya merasa jenuh dan lelah saat menggeluti hal tersebut. Lantas ia mengeksplorasi kesukaannya yang lain, kemudian berakhir dengan ia yang meninggalkan profesinya untuk menjadi musisi dan menekuni kegiatan menggambar sebagai hobi.

Sama halnya seperti Geulbaewoo dalam esai Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah. Ia menuliskan pengalamannya saat merasa lelah dengan apa yang ia kerjakan. Ia bahkan sudah mencoba berkali-kali dan melakukan semua hal yang bisa ia lakukan tetapi ia tak kunjung menemukan passion. Orang-orang di sekitarnya juga beranggapan bahwa sebaiknya ia berhenti bermimpi terlalu tinggi. Akan tetapi, Geulbaewoo menuliskan bahwa ia menggunakan energi 'ingin menyerah'-nya untuk mencoba berbagai hal lain lagi sampai ia menemukan yang ia sukai dan yang ingin ia kerjakan.

Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah ternyata bukan hanya kisah milik penulis seorang, melainkan kisah dan perasaan yang mungkin juga dialami oleh banyak orang, terutama generasi muda saat ini. Buku ini bisa menjadi sebuah media perenungan bagi manusia dalam menjalani hidupnya dan mengatasi kelelahan serta kejenuhan yang dialaminya, serta menantang pembaca untuk mencoba berbagai hal guna menemukan passion. Selain itu, bukankah memanfaatkan energi "ingin menyerah" untuk mencoba hal baru merupakan hal baik?

(kpl/jje)


REKOMENDASI
TRENDING